Advertisement

Ad space available

Berita AI

OpenAI Bubarkan Tim Mission Alignment, Josh Achiam Jadi Chief Futurist

OpenAI resmi membubarkan tim Mission Alignment yang bertugas mengomunikasikan visi perusahaan kepada publik. Josh Achiam kini ditunjuk sebagai Chief Futurist.

Tim Rekayasa AI
Penulis
12 Februari 2026
4 min read
#OpenAI#Artificial General Intelligence#Josh Achiam#AI Safety#AGI
OpenAI Bubarkan Tim Mission Alignment, Josh Achiam Jadi Chief Futurist

OpenAI Bubarkan Tim Mission Alignment, Josh Achiam Jadi Chief Futurist

SAN FRANCISCO, (11 Februari 2026)

Key Takeaway
  • OpenAI resmi membubarkan unit Mission Alignment yang berfokus pada penyelarasan misi perusahaan terhadap publik dan karyawan.
  • Josh Achiam, pemimpin tim tersebut, beralih peran menjadi Chief Futurist untuk memetakan dampak jangka panjang AI dan AGI bagi kemanusiaan.
  • Anggota tim yang terdiri dari 6-7 orang telah direasimilasi ke departemen lain sebagai bagian dari reorganisasi rutin perusahaan.

OpenAI telah membubarkan tim Mission Alignment, sebuah unit internal yang didirikan untuk mengomunikasikan misi perusahaan kepada publik dan karyawannya sendiri. Melansir laporan dari TechCrunch pada Rabu (11/02), langkah ini dibarengi dengan penunjukan mantan pemimpin tim tersebut, Josh Achiam, ke dalam posisi baru sebagai Chief Futurist perusahaan.

OpenAI mengonfirmasi bahwa anggota tim tersebut kini telah ditugaskan ke peran lain dalam perusahaan. Kabar pembubaran ini pertama kali dilaporkan oleh Platformer. Tim yang dibubarkan ini diketahui baru dibentuk pada September 2024 dengan tugas utama mempromosikan misi perusahaan dalam memastikan bahwa Artificial General Intelligence (AGI) memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.

Seorang juru bicara resmi OpenAI menjelaskan bahwa proyek Mission Alignment merupakan fungsi pendukung untuk membantu karyawan dan publik memahami dampak AI. "Pekerjaan tersebut kini akan terus berlanjut di seluruh bagian organisasi," ungkap juru bicara tersebut.

Fokus Baru pada Dampak Jangka Panjang

Dalam sebuah unggahan blog, Josh Achiam menjelaskan peran barunya sebagai Chief Futurist. Ia menyatakan tujuannya adalah mendukung misi OpenAI dengan mempelajari bagaimana dunia akan berubah sebagai respons terhadap perkembangan AI, AGI, dan teknologi masa depan lainnya. Achiam juga akan berkolaborasi dengan Jason Pruet, seorang fisikawan di OpenAI.

Juru bicara perusahaan menyebutkan bahwa sekitar enam hingga tujuh orang anggota tim lainnya telah ditempatkan kembali di berbagai divisi. Meskipun lokasi penempatan spesifik tidak disebutkan, mereka diklaim tetap menjalankan pekerjaan serupa di posisi baru tersebut. Langkah ini disebut sebagai bagian dari reorganisasi rutin yang biasa terjadi di perusahaan yang bergerak cepat.

Sebelumnya, OpenAI juga pernah memiliki unit bernama Superalignment Team pada tahun 2023 yang berfokus pada ancaman eksistensial jangka panjang dari AI. Namun, tim tersebut juga telah dibubarkan pada tahun 2024 setelah sejumlah tokoh kunci meninggalkan perusahaan.

Dampak bagi Indonesia

Langkah OpenAI dalam merombak struktur tim etik dan komunikasinya memiliki implikasi signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia:

  1. Arah Kebijakan AI Global: Keputusan OpenAI untuk lebih fokus pada peran Chief Futurist dibandingkan tim penyelarasan publik menunjukkan pergeseran dari sekadar komunikasi etika menuju spekulasi dampak jangka panjang. Praktisi AI di Indonesia perlu memperhatikan apakah standar keamanan AI akan tetap transparan bagi pasar internasional.
  2. Adopsi Teknologi: Dengan ChatGPT yang digunakan luas oleh jutaan pengguna di Indonesia, perubahan struktur internal ini dapat memengaruhi bagaimana fitur-fitur baru diperkenalkan ke pasar lokal. Biaya berlangganan (sekitar Rp315.000 untuk paket Plus) diharapkan tetap sebanding dengan komitmen keamanan yang dijanjikan perusahaan.
  3. Standar Regulasi Lokal: Pemerintah Indonesia, melalui Kominfo, sedang menyusun regulasi terkait etika AI. Perubahan organisasi di raksasa global seperti OpenAI memberikan tantangan bagi regulator lokal untuk terus memperbarui kerangka kerja mereka agar tetap relevan dengan dinamika industri global.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin