Advertisement

Ad space available

Berita AI

OpenAI Batalkan Pengembangan 'Erotic Mode' ChatGPT, Fokus ke Segmen Bisnis

OpenAI resmi menunda rencana pengembangan fitur 'adult mode' pada ChatGPT tanpa batas waktu di tengah pergeseran strategi perusahaan. Langkah ini diambil guna memprioritaskan layanan bagi pengguna bisnis dan pengembang.

Tim Rekayasa AI
Penulis
26 Maret 2026
4 min read
#OpenAI#ChatGPT#Generative AI#Artificial Intelligence#Sam Altman
OpenAI Batalkan Pengembangan 'Erotic Mode' ChatGPT, Fokus ke Segmen Bisnis

OpenAI Batalkan Pengembangan 'Erotic Mode' ChatGPT, Fokus ke Segmen Bisnis

SAN FRANCISCO, (26 Maret 2026)

Key Takeaway
  • OpenAI menunda proyek "erotic mode" tanpa batas waktu setelah mendapat tekanan internal dan kritik dari kelompok pengawas teknologi.
  • Selain fitur dewasa, OpenAI juga menghentikan proyek strategis lainnya seperti Sora (AI video generator) dan fitur Instant Checkout.
  • Perusahaan kini melakukan pergeseran strategi besar-besaran untuk fokus pada alat produktivitas bisnis dan coding demi bersaing dengan Anthropic.

OpenAI secara resmi telah menghentikan rencana untuk mengembangkan fitur konten dewasa atau "erotic mode" pada ChatGPT. Mengutip laporan dari Financial Times dan TechCrunch, perusahaan pimpinan Sam Altman ini memutuskan untuk menunda proyek tersebut "tanpa batas waktu".

Melansir data dari The Wall Street Journal, rencana pengembangan "adult mode" ini pertama kali dicetuskan oleh Sam Altman pada Oktober lalu, namun segera memicu kontroversi hebat. Kritik tidak hanya datang dari kelompok pengawas teknologi, tetapi juga dari staf internal OpenAI sendiri. Dalam sebuah pertemuan Januari lalu, dewan penasihat OpenAI bahkan memperingatkan risiko perusahaan menciptakan "sexy suicide coach" jika fitur ini diteruskan tanpa pengawasan ketat.

Konsolidasi Fokus dan Penghentian Proyek Sampingan

Penghentian mode erotis ini merupakan bagian dari rangkaian keputusan OpenAI untuk memangkas proyek sampingan selama sepekan terakhir. Sebelumnya, OpenAI secara mengejutkan mengumumkan penutupan Sora, sebuah AI video generator yang sempat viral namun dikritik karena membanjiri internet dengan konten "AI slop".

Selain itu, perusahaan juga mendeprioritaskan Instant Checkout, sebuah fitur di dalam ChatGPT yang dirancang untuk mengubah Chatbot tersebut menjadi portal belanja layaknya Amazon. Strategi baru ini bertujuan untuk memfokuskan seluruh sumber daya pada dua pilar utama: pengguna bisnis dan pengembang (coders).

Langkah agresif ini diduga kuat merupakan respons terhadap persaingan dengan Anthropic. Perusahaan rival tersebut telah sukses menarik banyak pelanggan korporat melalui serangkaian alat coding dan layanan bisnis yang diluncurkan dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, OpenAI juga baru saja memenangkan kontrak senilai USD 200 juta dengan Departemen Pertahanan AS, yang mempertegas arah perusahaan ke sektor pertahanan dan profesional.

Dampak bagi Indonesia

Keputusan OpenAI untuk membatalkan fitur konten dewasa memiliki implikasi positif bagi keberlangsungan layanan mereka di Indonesia. Mengingat regulasi ketat dalam UU Pornografi dan aturan konten internet dari Kominfo, keberadaan "erotic mode" berpotensi besar memicu pemblokiran akses ChatGPT di tanah air.

Bagi sektor industri di Indonesia, pergeseran fokus OpenAI ke alat bisnis dan coding akan menguntungkan ekosistem startup lokal. Perusahaan di Indonesia kini dapat mengharapkan integrasi LLM dan AI Agent yang lebih stabil untuk kebutuhan Enterprise dan Cloud Computing.

Saat ini, biaya berlangganan ChatGPT Plus di Indonesia dipatok sekitar Rp315.000 per bulan (berdasarkan estimasi kurs USD 20). Dengan fokus baru ini, pengguna profesional di Indonesia kemungkinan akan melihat lebih banyak fitur Prompt Engineering tingkat lanjut dan peningkatan kemampuan Neural Networks yang relevan untuk produktivitas kerja dibandingkan fitur hiburan semata.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin