Advertisement

Ad space available

Berita AI

NVIDIA & Indosat Pimpin Revolusi AI-RAN untuk Jaringan 5G dan 6G di MWC 2026

NVIDIA dan mitra strategis seperti Indosat Ooredoo Hutchison resmi memperkenalkan AI-RAN sebagai standar masa depan jaringan nirkabel. Teknologi software-defined ini siap mempercepat transisi menuju 6G.

Tim Rekayasa AI
Penulis
1 Maret 2026
4 min read
#NVIDIA#AI-RAN#Indosat Ooredoo Hutchison#5G#MWC 2026
NVIDIA & Indosat Pimpin Revolusi AI-RAN untuk Jaringan 5G dan 6G di MWC 2026

NVIDIA dan Mitra Buktikan Software-Defined AI-RAN Adalah Masa Depan Jaringan Nirkabel

BARCELONA, (1 Maret 2026)

Key Takeaway
  • AI-RAN kini beralih dari uji laboratorium ke implementasi lapangan komersial oleh operator global seperti T-Mobile, SoftBank, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
  • Platform NVIDIA AI Aerial memungkinkan integrasi beban kerja Generative AI dan jaringan seluler (RAN) secara bersamaan dalam satu infrastruktur GPU-accelerated.
  • Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencetak sejarah dengan mendemonstrasikan panggilan 5G berbasis AI pertama di Asia Tenggara.

Teknologi AI-RAN (Radio Access Network) resmi bergeser dari sekadar riset laboratorium ke implementasi nyata. Mengutip laporan resmi dari NVIDIA Blog yang ditulis oleh Kanika Atri, pendekatan software-defined terbukti menjadi satu-satunya cara layak untuk membangun jaringan nirkabel AI-native di masa depan.

Menjelang perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, NVIDIA dan Nokia mengumumkan kolaborasi AI-RAN baru dengan operator telekomunikasi terkemuka di Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Pionir industri seperti T-Mobile U.S., SoftBank, dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah mencapai tonggak sejarah dalam mengimplementasikan AI-RAN bertenaga NVIDIA secara langsung di udara (over-the-air).

Melampaui Batas Konektivitas Tradisional

Dalam uji coba lapangan, T-Mobile U.S. mendemonstrasikan pemrosesan AI dan RAN secara bersamaan menggunakan perangkat lunak Nokia yang diakselerasi CUDA pada platform NVIDIA AI-RAN. Di saat yang sama, SoftBank berhasil mencapai rekor industri dengan 16-layer massive MIMO menggunakan 5G yang sepenuhnya software-defined.

Keunggulan teknis juga ditunjukkan oleh SynaXG yang menggunakan platform NVIDIA AI Aerial. Mereka berhasil menjalankan jaringan 4G dan 5G pada spektrum sub-6GHz (FR1) serta millimeter wave (FR2) bersamaan dengan beban kerja AI Agent pada satu server NVIDIA GH200. Hasilnya luar biasa: throughput mencapai 36 Gbps dengan latensi di bawah 10 milidetik.

Di MWC 2026, lebih dari 20 demo dari AI-RAN Alliance akan dipamerkan. Salah satunya adalah DeepSig yang menggunakan teknik neural networks untuk mengoptimalkan sinyal, yang mampu meningkatkan throughput hingga 2 kali lipat serta efisiensi energi yang jauh lebih baik dibandingkan metode konvensional.

Sinergi Ekosistem Global

Ekosistem mitra di sekitar platform AI-RAN NVIDIA terus tumbuh. Perusahaan seperti Quanta Cloud Technology (QCT), Supermicro, WNC, Eridan, dan LITEON telah meluncurkan produk komersial off-the-shelf yang mendukung NVIDIA Aerial RAN Computer (ARC).

Hal ini memberikan fleksibilitas bagi operator untuk memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, mulai dari indoor hingga stasiun basis outdoor yang portabel namun kuat. Menurut laporan State of AI in Telecom terbaru dari NVIDIA, 77% responden mengantisipasi penyebaran arsitektur jaringan AI-native ini akan jauh lebih cepat dibandingkan siklus generasi sebelumnya.

Dampak bagi Indonesia

Implementasi AI-RAN oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menandai posisi Indonesia sebagai pemimpin teknologi seluler di Asia Tenggara. Keberhasilan IOH melakukan panggilan 5G berbasis AI pertama di kawasan ini, yang mencakup kontrol jarak jauh robot anjing secara real-time, membuktikan bahwa infrastruktur digital Indonesia siap untuk aplikasi tingkat lanjut.

Bagi konsumen dan industri di Indonesia, teknologi ini berarti:

  1. Konektivitas Lebih Stabil: Efisiensi spektrum yang lebih baik akan mengurangi gangguan sinyal di area padat penduduk seperti Jakarta atau Surabaya.
  2. Kesiapan 6G: Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pengadopsi pasif, melainkan aktif melakukan validasi lapangan untuk jaringan masa depan.
  3. Efisiensi Operasional: Bagi operator seluler lokal, penggunaan GPU untuk beban kerja ganda (AI dan RAN) dapat menekan biaya investasi perangkat keras, yang berpotensi menjaga harga paket data tetap kompetitif di pasar lokal.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin