Ad space available
NSA Gunakan AI Mythos Anthropic di Tengah Perselisihan dengan Pentagon
NSA dilaporkan menggunakan model AI rahasia 'Mythos' dari Anthropic untuk memperkuat pertahanan siber nasional. Langkah ini mengejutkan publik mengingat Pentagon sebelumnya sempat melabeli Anthropic sebagai risiko keamanan.

NSA Gunakan AI Mythos Anthropic di Tengah Perselisihan dengan Pentagon
SAN FRANCISCO, (20 April 2026)
- NSA mulai menggunakan Mythos Preview, model AI terbatas milik Anthropic yang dioptimalkan untuk cybersecurity.
- Penggunaan ini tetap berjalan meski Pentagon sebelumnya melabeli Anthropic sebagai risiko rantai pasokan keamanan nasional.
- Mythos tidak dirilis ke publik karena kemampuannya dianggap terlalu kuat dan berisiko jika digunakan untuk serangan ofensif.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dilaporkan tengah menggunakan Mythos Preview, sebuah model AI terbaru dari Anthropic yang sengaja tidak dirilis untuk publik. Langkah ini memicu perdebatan luas karena NSA tetap memanfaatkan teknologi tersebut di tengah perselisihan hukum antara induk lembaganya, Departemen Pertahanan AS (Pentagon), dengan pihak Anthropic.
Melansir data dari laporan industri terbaru, Pentagon sebelumnya telah menetapkan Anthropic sebagai perusahaan dengan status Supply Chain Risk pada Maret 2026. Label ini diberikan setelah Anthropic menolak memberikan akses penuh terkait kapabilitas model AI mereka untuk kepentingan pengawasan domestik massal dan pengembangan senjata otonom.
Model AI Khusus Cybersecurity
Anthropic mengumumkan Mythos awal bulan ini sebagai sebuah Frontier Model yang dioptimalkan khusus untuk tugas-tugas keamanan siber. Namun, perusahaan rintisan AI tersebut mengklaim bahwa model ini memiliki kemampuan yang terlalu berisiko jika jatuh ke tangan yang salah, karena dapat digunakan untuk melakukan serangan siber ofensif secara otomatis. Oleh karena itu, akses ke Mythos dibatasi hanya untuk sekitar 40 organisasi terpilih di dunia.
NSA diyakini menjadi salah satu penerima akses rahasia tersebut. Lembaga intelijen ini dilaporkan menggunakan Mythos untuk memindai lingkungan digital guna menemukan kerentanan sistem yang dapat dieksploitasi oleh pihak asing. Selain NSA, AI Security Institute di Inggris juga telah mengonfirmasi bahwa mereka memiliki akses ke model yang sama untuk tujuan penelitian keamanan.
Dampak bagi Indonesia
Penggunaan model AI tingkat tinggi seperti Mythos oleh lembaga intelijen asing memberikan beberapa implikasi signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia:
- Peningkatan Standar Keamanan: Dengan adanya AI yang mampu memindai kerentanan secara masif, infrastruktur digital di Indonesia harus meningkatkan standar keamanan mereka menggunakan teknologi pertahanan berbasis AI.
- Kedaulatan Data: Ketergantungan pada model AI luar negeri mengingatkan pentingnya pengembangan LLM lokal atau regulasi ketat mengenai bagaimana data dari Indonesia diproses oleh penyedia layanan global.
- Akses Teknologi: Model khusus seperti Mythos kemungkinan besar tidak akan tersedia bagi perusahaan swasta di Indonesia dalam waktu dekat karena batasan ekspor teknologi siber dari Amerika Serikat.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


