Ad space available
New Relic Rilis Platform AI Agent & Alat OpenTelemetry untuk Enterprise
New Relic meluncurkan platform AI Agent no-code untuk membantu perusahaan memantau data dan mendeteksi bug secara otomatis. Inovasi ini juga menyertakan integrasi OpenTelemetry yang lebih efisien bagi pengelolaan data.

New Relic Rilis Platform AI Agent & Alat OpenTelemetry untuk Enterprise
SAN FRANCISCO, (24 Februari 2026)
- New Relic meluncurkan Agentic Platform yang memungkinkan pembuatan AI Agent no-code untuk observabilitas.
- Platform mendukung Model Context Protocol (MCP) untuk akses data eksternal yang lebih fleksibel.
- Integrasi OpenTelemetry (OTel) terbaru memudahkan fleet management dalam satu ekosistem terpadu.
Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan, New Relic secara resmi memperkenalkan platform AI Agent miliknya sendiri. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam membangun dan mengawasi AI Agent guna meningkatkan efisiensi operasional sistem mereka.
New Relic meluncurkan New Relic Agentic Platform, sebuah solusi no-code yang memungkinkan perusahaan mengerahkan AI Agent untuk memantau data internal secara otomatis. Tujuannya adalah menangkap bug atau masalah teknis lainnya sebelum gangguan tersebut berdampak pada produk akhir atau pengalaman pengguna. Platform ini juga mendukung Model Context Protocol (MCP), yang berfungsi sebagai jembatan antara aplikasi AI dengan berbagai sumber data eksternal.
Fokus pada Domain Observability
Chief Product Officer New Relic, Brian Emerson, menyatakan bahwa perusahaan tidak berniat membangun platform AI yang bersifat umum (general-purpose). Sebaliknya, New Relic ingin menawarkan kapabilitas pembangunan agent yang sangat spesifik untuk domain Observability. Hal ini membedakan mereka dari kompetitor seperti Salesforce atau OpenAI, dengan fokus mendalam pada kesehatan infrastruktur IT.
Penguatan OpenTelemetry (OTel)
Selain fokus pada AI Agent, New Relic juga memperkenalkan pembaruan signifikan untuk OpenTelemetry (OTel). Saat ini, agent Application Performance Monitoring (APM) milik New Relic telah dilengkapi dengan kapabilitas OTel. Integrasi ini menjawab tantangan fragmentasi data, memungkinkan tim pengembang untuk mengelola aliran data OTel berdampingan dengan sumber data lainnya dalam satu dasbor terpusat.
Dampak bagi Sektor IT di Indonesia
Peluncuran platform ini memiliki relevansi tinggi bagi sektor teknologi di Indonesia yang tengah gencar melakukan transformasi digital:
- Stabilitas Layanan Fintech: Dengan AI Agent yang dapat mendeteksi bug secara otomatis, startup fintech di Indonesia dapat meminimalkan risiko downtime yang sangat krusial bagi kepercayaan pengguna.
- Efisiensi Sumber Daya: Fitur no-code memungkinkan perusahaan tradisional di Indonesia untuk mulai mengadopsi AI tanpa harus memiliki tim ahli Data Science yang sangat besar.
- Modernisasi Infrastruktur: Penggunaan standar OpenTelemetry akan mempermudah pengembang lokal dalam mengelola sistem microservices yang semakin kompleks secara efisien.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


