Advertisement

Ad space available

Berita AI

Netflix Akuisisi Startup AI InterPositive Milik Ben Affleck

Netflix resmi mengakuisisi InterPositive, perusahaan teknologi film berbasis AI yang didirikan oleh aktor Ben Affleck untuk mengoptimalkan proses post-production.

Tim Rekayasa AI
Penulis
5 Maret 2026
3 min read
#Netflix#InterPositive#Ben Affleck#Generative AI#Filmmaking
Netflix Akuisisi Startup AI InterPositive Milik Ben Affleck

Netflix Akuisisi Startup AI InterPositive Milik Ben Affleck

SAN FRANCISCO, (5 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Netflix mengakuisisi InterPositive, startup AI milik Ben Affleck yang fokus pada alat bantu post-production film.
  • Teknologi ini tidak bertujuan menciptakan aktor sintetis, melainkan memperbaiki logika visual dan konsistensi editorial pada rekaman asli.
  • Ben Affleck bergabung dengan Netflix sebagai Senior Adviser untuk mengawasi integrasi teknologi yang menjaga kreativitas manusia.

Netflix pada Kamis pagi mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi InterPositive, sebuah perusahaan teknologi filmmaking yang didirikan pada tahun 2022 oleh aktor ternama Ben Affleck. Mengutip laporan dari TechCrunch, akuisisi ini sejalan dengan strategi jangka panjang Netflix dalam mengintegrasikan Generative AI ke dalam alur kerja produksi konten orisinal mereka.

Melansir data dari Amanda Silberling, Netflix sebelumnya telah menggunakan Generative AI untuk kebutuhan efek khusus di beberapa judul filmnya. Perusahaan juga telah meyakinkan para investor bahwa mereka berada dalam posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan kemajuan di bidang AI guna meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas artistik.

Fokus pada Post-Production, Bukan Aktor Sintetis

Berbeda dengan tren AI yang menciptakan performa aktor sintetis, InterPositive memiliki pendekatan yang berbeda. Perusahaan ini mengembangkan model yang membantu tim produksi mengolah rekaman (footage) asli untuk mempermudah pengeditan di tahap post-production. Hal ini mencakup perbaikan masalah kontinuitas, penyesuaian pencahayaan, hingga penyempurnaan elemen lingkungan dalam sebuah adegan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Ben Affleck menjelaskan bahwa visinya sejak mendirikan InterPositive pada 2022 adalah untuk melindungi kekuatan kreativitas manusia. "Kami melatih model pertama kami untuk memahami logika visual dan konsistensi editorial, sambil tetap mematuhi aturan sinematik di tengah tantangan produksi dunia nyata seperti pengambilan gambar yang hilang atau pencahayaan yang tidak tepat," ujar Affleck.

Affleck menekankan bahwa teknologi ini dibangun dengan batasan tertentu untuk melindungi niat kreatif sutradara. Tujuannya adalah memastikan bahwa manfaat dari teknologi ini mengalir langsung kembali ke cerita yang sedang disampaikan, bukan menggantikan peran seniman.

Peran Baru Affleck di Netflix

Sebagai bagian dari kesepakatan akuisisi ini, Ben Affleck akan bergabung dengan Netflix sebagai Senior Adviser. Meski detail finansial dari transaksi ini tidak diungkapkan kepada publik, langkah ini menandai pergeseran besar dalam cara studio besar Hollywood merangkul teknologi masa depan.

"Pendekatan kami terhadap AI selalu berfokus pada melayani kebutuhan komunitas kreatif dan anggota kami secara bermakna," kata Elizabeth Stone, Chief Product and Technology Officer Netflix. Ia menambahkan bahwa tim InterPositive bergabung karena adanya kesamaan keyakinan bahwa inovasi harus memberdayakan pendongeng, bukan menggantikan mereka.

Dampak bagi Indonesia

Akuisisi ini diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi industri kreatif di Indonesia, terutama bagi para produser konten lokal yang bermitra dengan Netflix. Penggunaan teknologi InterPositive dapat meningkatkan standar visual film dan serial orisinal Indonesia dengan biaya post-production yang lebih efisien.

Selain itu, para filmmaker lokal mungkin akan mulai mengadopsi alat serupa untuk mengatasi keterbatasan teknis saat syuting di lapangan. Dari sisi regulasi, kehadiran teknologi ini memperkuat urgensi bagi otoritas terkait di Indonesia untuk menyusun kebijakan mengenai etika penggunaan Generative AI dalam karya seni, guna memastikan hak cipta dan originalitas tetap terlindungi di tengah gempuran teknologi otomasi.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin