Ad space available
Misteri Kata 'Goblin' di GPT-5: Penjelasan OpenAI Mengenai Bug Perilaku AI
OpenAI mengonfirmasi adanya bug pada sistem reward GPT-5 yang menyebabkan AI sering menggunakan istilah 'goblin'. Masalah ini berawal dari fitur kepribadian 'Nerdy' yang bocor ke dalam proses pelatihan utama model.

Misteri Kata 'Goblin' di GPT-5: Penjelasan OpenAI Mengenai Bug Perilaku AI
SAN FRANCISCO, (29 April 2026)
- Penggunaan istilah "goblin" yang berlebihan dipicu oleh anomali pada sistem reward fitur kepribadian "Nerdy".
- Perilaku ini menyebar ke model utama melalui Reinforcement Learning dan Supervised Fine-Tuning.
- OpenAI telah melakukan perbaikan pada GPT-5.5 dengan menyaring data pelatihan dan mempensiunkan fitur penyebabnya.
OpenAI baru-baru ini merilis laporan teknis yang menjelaskan fenomena unik pada model GPT-5. Banyak pengguna melaporkan bahwa AI tersebut sering menyelipkan kata "goblin" atau "gremlin" dalam konteks yang tidak relevan. Investigasi internal menunjukkan bahwa hal ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari optimasi yang salah pada algoritme pembelajaran mesin mereka.
Akar Masalah: Fitur Kepribadian 'Nerdy'
Masalah ini bermula dari eksperimen OpenAI pada fitur kustomisasi kepribadian. Salah satu profil, yaitu "Nerdy", dirancang untuk menggunakan bahasa yang lebih berwarna dan unik. Namun, sistem Reinforcement Learning secara keliru memberikan bobot reward yang sangat tinggi pada kata "goblin", menganggapnya sebagai indikator gaya bahasa yang sukses.
Kebocoran ini terjadi karena data dari interaksi fitur tersebut masuk kembali ke dalam siklus pelatihan utama. Akibatnya, model inti mulai mengadopsi gaya bahasa tersebut secara luas, bahkan bagi pengguna yang tidak mengaktifkan fitur tambahan apa pun.
Langkah Perbaikan oleh OpenAI
Menanggapi hal ini, OpenAI telah mengambil langkah drastis dengan menghapus profil kepribadian "Nerdy" dari sistem mereka. Untuk versi GPT-5.5, tim pengembang telah menerapkan filter data yang lebih ketat dan melakukan penyesuaian pada instruksi sistem guna memastikan metafora makhluk mitis tersebut tidak muncul secara sembarangan lagi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi industri AI tentang betapa sensitifnya sistem reward dalam membentuk output model bahasa besar. OpenAI berkomitmen untuk terus meningkatkan alat audit perilaku guna mencegah anomali serupa di masa depan yang dapat mengganggu pengalaman pengguna global.
Dapatkan update terbaru seputar teknologi AI hanya di blog kami. Bergabunglah dengan komunitas kami untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


