Advertisement

Ad space available

Berita AI

Mirage Raih Pendanaan $75 Juta untuk Kembangkan Model AI Video Editing

Mirage, pengembang aplikasi video editing Captions, baru saja mengantongi pendanaan pertumbuhan sebesar $75 juta. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat model Generative AI dan berekspansi ke pasar internasional.

Tim Rekayasa AI
Penulis
24 Maret 2026
3 min read
#Mirage#Generative AI#Video Editing#Startup#Fundraising
Mirage Raih Pendanaan $75 Juta untuk Kembangkan Model AI Video Editing

Mirage Perkuat Posisi di Pasar Video Editing dengan Suntikan Dana Baru

SAN FRANCISCO, (Selasa, 24 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Mirage (sebelumnya dikenal sebagai Captions) meraih pendanaan sebesar $75 juta dari Customer Value Fund (CVF) milik General Catalyst.
  • Perusahaan fokus pada pengembangan "assembly intelligence" dan model audio yang mampu mempertahankan aksen asli pengguna.
  • Mirage menargetkan ekspansi besar ke pasar Asia untuk bersaing dengan dominasi CapCut dari ByteDance.

Mengutip laporan dari TechCrunch, Mirage, startup di balik aplikasi video editing populer Captions, baru saja mengamankan pendanaan pertumbuhan senilai $75 juta. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh General Catalyst melalui Customer Value Fund (CVF) mereka.

Melansir data dari CEO Mirage, Gaurav Misra, langkah ini menandai transformasi besar perusahaan yang kini memposisikan diri sebagai lab AI. Setelah melakukan rebranding dari Captions menjadi Mirage, fokus perusahaan kini meluas ke sektor periklanan dan pemasaran, bukan sekadar aplikasi pengeditan video kasual. Mirage bahkan telah melakukan training pada model khusus yang mengoptimalkan pacing, framing, dan dinamika atensi untuk format video pendek.

Inovasi Audio dan Strategi Freemium

Salah satu terobosan terbaru Mirage adalah pengembangan model audio yang mampu mempertahankan aksen asli pengguna dalam video yang dihasilkan. Misra menjelaskan bahwa banyak pengguna internasional merasa fitur AI sebelumnya sering mengubah suara mereka menjadi terdengar seperti aksen Amerika. Dengan model baru ini, identitas suara pengguna tetap terjaga, sebuah fitur krusial bagi basis pengguna global mereka.

Sejak beralih ke model bisnis freemium pada Januari 2025, Mirage berupaya keras menyaingi dominasi CapCut milik ByteDance dan fitur Edits dari Meta. Berdasarkan data firma analitik AppFigures, Captions telah diunduh lebih dari 3,2 juta kali dalam satu tahun terakhir dengan estimasi pendapatan in-app mencapai $28,4 juta. Menariknya, 75% dari pendapatan tersebut justru berasal dari luar pasar Amerika Serikat.

Ke depannya, Mirage berencana menggabungkan marketing suite berbasis web mereka dengan aplikasi mobile guna menyasar segmen UMKM yang membutuhkan alat pembuatan video pemasaran secara massal.

Dampak bagi Indonesia

Masuknya pendanaan sebesar $75 juta atau sekitar Rp1,18 triliun (kurs Rp15.800) ke Mirage membawa angin segar sekaligus persaingan ketat bagi ekosistem konten kreator di Indonesia. Berikut adalah beberapa poin dampaknya:

  1. Inklusivitas Bahasa dan Aksen: Fokus Mirage pada pelestarian aksen lokal dalam model audio AI mereka akan sangat menguntungkan kreator Indonesia yang ingin menembus pasar global tanpa kehilangan jati diri suara mereka.
  2. Alternatif bagi UMKM: Dengan model freemium dan fitur pembuatan video massal, UMKM lokal memiliki opsi alat pemasaran berbasis Machine Learning yang lebih canggih di luar ekosistem CapCut atau TikTok.
  3. Persaingan Regional: Rencana ekspansi Mirage ke pasar Asia kemungkinan besar akan menempatkan Indonesia sebagai target utama, mengingat besarnya populasi pengguna aktif media sosial dan tingginya konsumsi konten video pendek di tanah air.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin