Advertisement

Ad space available

Berita AI

Militer AS Pakai Claude untuk Target Serangan, Klien Pertahanan Mulai Eksodus

Militer AS tetap mengandalkan model AI Claude milik Anthropic untuk operasi penargetan serangan udara di Iran. Namun, ketidakpastian regulasi memaksa para kontraktor pertahanan besar untuk segera beralih ke penyedia teknologi lain.

Tim Rekayasa AI
Penulis
4 Maret 2026
4 min read
#AI Militer#Anthropic#Claude AI#Teknologi Pertahanan#Keamanan Nasional
Militer AS Pakai Claude untuk Target Serangan, Klien Pertahanan Mulai Eksodus

Militer AS Pakai Claude untuk Target Serangan, Klien Pertahanan Mulai Eksodus

WASHINGTON, (4 Maret 2025)

Key Takeaway
  • Militer AS dilaporkan masih menggunakan model AI Claude dari Anthropic untuk koordinasi penargetan serangan udara secara real-time di Iran.
  • Kontraktor pertahanan besar seperti Lockheed Martin mulai memutuskan hubungan dengan Anthropic karena risiko regulasi pemerintah.
  • Terjadi konflik kebijakan antara kebutuhan operasional militer di lapangan dengan instruksi pembatasan penggunaan produk Anthropic oleh pemerintah AS.

Di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, muncul laporan bahwa militer Amerika Serikat masih sangat bergantung pada model kecerdasan buatan (AI) Claude milik Anthropic. Meskipun ada tekanan politik untuk membatasi penggunaan teknologi dari perusahaan tersebut, unit operasional di zona konflik dilaporkan tetap memanfaatkan Claude untuk menentukan koordinat target serangan udara.

Kebingungan ini bersumber dari direktif pemerintah yang tumpang tindih. Di satu sisi, ada upaya untuk melabeli Anthropic sebagai risiko rantai pasok. Namun, di sisi lain, kebutuhan militer di lapangan menuntut efisiensi tinggi yang saat ini disediakan oleh integrasi Claude dengan sistem Maven milik Palantir. Laporan dari The Washington Post mengonfirmasi bahwa sistem ini membantu pejabat Pentagon memprioritaskan target serangan dengan presisi tinggi.

Eksodus Industri Pertahanan

Berbeda dengan militer yang masih terikat kebutuhan mendesak, sektor swasta yang menjadi kontraktor pertahanan mengambil langkah cepat. Lockheed Martin dan beberapa perusahaan teknologi pertahanan lainnya dikabarkan telah mulai mengganti infrastruktur AI mereka dari Anthropic ke pesaing lain. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi masalah kepatuhan di masa depan seiring dengan janji Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth untuk memperketat pengawasan terhadap vendor AI.

Seorang analis dari J2 Ventures menyebutkan bahwa banyak startup defense-tech kini sedang dalam proses aktif bermigrasi ke model bahasa besar (LLM) lain. Hal ini menciptakan lanskap yang unik di mana teknologi yang dianggap 'berisiko' oleh regulator justru menjadi tulang punggung operasi tempur aktif.

Dampak Bagi Indonesia

Fenomena ini memberikan peringatan keras bagi Indonesia mengenai pentingnya kedaulatan digital dan kemandirian teknologi pertahanan. Ketergantungan pada LLM asing yang bisa sewaktu-waktu terputus akibat dinamika politik negara asal merupakan risiko strategis yang besar.

Bagi para pengembang AI dan pengambil kebijakan di Indonesia, situasi ini memperkuat argumen untuk pengembangan 'AI Merdeka' atau penggunaan model open-source yang dapat dikelola sepenuhnya di infrastruktur lokal. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sektor keamanan nasional tidak lumpuh jika terjadi perubahan kebijakan global yang mendadak.


Ingin mendalami lebih lanjut tentang implementasi AI di sektor strategis? Join Komunitas Rekayasa AI di Discord sekarang.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin