Ad space available
Microsoft Rekrut Tim Startup AI Cove, Layanan Kolaborasi Resmi Ditutup
Microsoft resmi menarik tim di balik startup kolaborasi AI, Cove, yang didukung oleh Sequoia Capital. Seluruh layanan Cove akan dihentikan permanen mulai 1 April 2026.

Microsoft Rekrut Tim Startup AI Cove, Perkuat Ekosistem Kolaborasi Visual
SAN FRANCISCO, (18 Maret 2026)
- Seluruh tim startup Cove, yang didirikan oleh eks insinyur Google Maps, resmi bergabung dengan divisi Microsoft AI.
- Platform kolaborasi berbasis AI milik Cove akan ditutup total pada 1 April 2026, dan seluruh data pengguna akan dihapus.
- Langkah ini menandai strategi Microsoft untuk memperkuat fleksibilitas antarmuka AI di luar format chat tradisional.
Melansir laporan dari TechCrunch, Microsoft telah merekrut tim inti dari Cove, sebuah startup yang didukung oleh Sequoia Capital yang berfokus pada pengembangan AI collaboration platform. Pengumuman ini disampaikan melalui email kepada para pelanggan yang menginformasikan bahwa layanan Cove akan segera dihentikan.
Cove didirikan pada akhir tahun 2023 oleh Stephen Chau, Andy Szybalski, dan Mike Chu. Ketiganya merupakan sosok veteran di balik pengembangan fitur-fitur utama Google Maps, termasuk Street View. Mengutip data pendanaan, startup ini berhasil mengantongi seed round sebesar $6 juta pada tahun 2024 dari investor ternama seperti Sequoia Capital, Elad Gil, Homebrew, dan Scott Belsky.
Inovasi Kanvas Visual di Atas Chatbot
Produk utama Cove adalah sebuah infinite whiteboard yang memungkinkan pengguna memanfaatkan AI untuk menghasilkan berbagai blok tugas, seperti perencanaan perjalanan atau proyek kompleks. Para pendiri Cove meyakini bahwa antarmuka berbasis chat untuk AI sering kali sulit untuk diedit secara leluasa.
Sebagai solusinya, mereka menawarkan format kanvas yang memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna untuk mengeksplorasi berbagai arah Prompt Engineering. Platform ini juga dilengkapi dengan built-in browser dan kemampuan membaca dokumen PDF serta gambar untuk memberikan konteks yang lebih mendalam pada Generative AI miliknya.
Dalam persaingannya, Cove berhadapan langsung dengan pemain besar di industri kolaborasi visual seperti Miro, TLDraw, dan Kosmik.
Penutupan Layanan dan Migrasi ke Microsoft AI
Dalam pernyataan resminya, Cove mengonfirmasi bahwa seluruh tim akan bergabung dengan unit Microsoft AI. "Kami sangat antusias untuk melanjutkan pekerjaan ini di Microsoft AI, di mana kami memiliki kesempatan untuk mengejar visi yang lebih besar," ungkap perusahaan melalui unggahan blog mereka.
Layanan Cove dijadwalkan tutup pada 1 April 2026. Pihak startup telah melakukan refund untuk semua biaya langganan bulan Maret dan menyediakan proses ekspor data bagi pengguna yang ingin mengamankan proyek mereka sebelum seluruh data dihapus secara permanen.
Integrasi ini kemungkinan besar akan memperkuat kapabilitas Copilot pada produk Microsoft Whiteboard yang sudah ada. Hingga saat ini, Microsoft belum memberikan detail spesifik mengenai bagaimana teknologi spesifik Cove akan dilebur ke dalam ekosistem mereka.
Dampak bagi Indonesia
Langkah akuisisi talenta (acqui-hire) oleh Microsoft ini diperkirakan akan membawa dampak langsung pada pengguna di Indonesia, terutama bagi profesional di industri kreatif dan teknologi yang mengandalkan ekosistem Microsoft 365.
- Peningkatan Fitur Microsoft 365: Pengguna di Indonesia yang berlangganan Microsoft 365 (dengan kisaran harga Rp100.000 - Rp300.000 per bulan) kemungkinan besar akan mendapatkan pembaruan fitur kolaborasi visual yang lebih cerdas pada aplikasi Whiteboard dan Teams.
- Adopsi AI di Startup Lokal: Tren ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi terbatas pada jendela chat. Startup di Jakarta maupun BSD yang bergerak di bidang SaaS (Software as a Service) kemungkinan akan mulai beralih dari model chatbot ke model kanvas interaktif untuk meningkatkan produktivitas tim jarak jauh (remote working).
- Standar Keamanan Data: Penghapusan total data pengguna Cove pasca-akuisisi menjadi pengingat bagi pengguna di Indonesia tentang pentingnya kebijakan retensi data saat menggunakan platform AI luar negeri, sejalan dengan regulasi UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang kini berlaku.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.