Advertisement

Ad space available

Berita AI

Microsoft Capai 20 Juta Pengguna Copilot Berbayar, Dominasi Sektor Enterprise

Microsoft mengumumkan pencapaian 20 juta pengguna berbayar untuk layanan M365 Copilot di sektor enterprise. CEO Satya Nadella menegaskan bahwa alat AI ini telah menjadi kebiasaan harian pengguna, setara dengan penggunaan email.

Tim Rekayasa AI
Penulis
29 April 2026
4 min read
#Microsoft#Copilot#Generative AI#AI Agent#M365
Microsoft Capai 20 Juta Pengguna Copilot Berbayar, Dominasi Sektor Enterprise

Microsoft Capai 20 Juta Pengguna Copilot Berbayar, Dominasi Sektor Enterprise

SAN FRANCISCO, (Rabu, 29 April 2026)

Key Takeaway
  • Microsoft memiliki lebih dari 20 juta kursi (seats) Copilot berbayar di sektor Enterprise.
  • Tingkat keterlibatan (engagement) mingguan Copilot kini telah menyamai level penggunaan Outlook.
  • AI Agent mode kini menjadi pengalaman default di aplikasi Word, Excel, dan PowerPoint untuk meningkatkan produktivitas otomatis.

Mengutip laporan dari TechCrunch yang ditulis oleh Julie Bort, Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa basis pengguna berbayar untuk layanan M365 Copilot telah menembus angka 20 juta di sektor enterprise. Meskipun sempat muncul persepsi bahwa alat bertenaga Generative AI ini kurang diminati, data terbaru menunjukkan pertumbuhan keterlibatan pengguna yang sangat signifikan.

Dalam panggilan konferensi pendapatan kuartal perusahaan, CEO Microsoft Satya Nadella menyatakan bahwa jumlah perusahaan yang membayar lebih dari 50.000 kursi (seats) telah meningkat empat kali lipat. Perusahaan raksasa global seperti Bayer, Johnson & Johnson, Mercedes, dan Roche masing-masing telah mengadopsi lebih dari 90.000 kursi. Kesepakatan terbesar hingga saat ini diraih melalui kemitraan dengan Accenture yang mencakup lebih dari 740.000 kursi.

Kebiasaan Baru dalam Bekerja

Nadella menekankan bahwa Copilot bukan sekadar alat pelengkap, melainkan sudah menjadi kebiasaan harian bagi para pekerja. "Kueri Copilot per pengguna naik hampir 20% dari kuartal ke kuartal. Keterlibatan mingguan sekarang berada di level yang sama dengan Outlook," ungkap Nadella. Hal ini menunjukkan tingkat intensitas penggunaan yang sangat tinggi di lingkungan kerja profesional.

Keunggulan Copilot juga terletak pada fleksibilitas modelnya. Layanan ini tidak bergantung secara eksklusif pada satu model LLM saja. Pengguna dapat mengakses berbagai model, termasuk dukungan untuk Claude dari Anthropic, dengan sistem intelligent auto routing yang mampu memberikan respon optimal berdasarkan kueri pengguna.

Selain itu, fungsionalitas AI Agent kini menjadi fokus utama. Sejak pekan lalu, Agent mode telah diaktifkan sebagai pengalaman default di Word, Excel, dan PowerPoint. Fitur ini memungkinkan Copilot untuk mengambil tindakan multi-langkah secara langsung di dalam dokumen, memungkinkan pengguna untuk mendelegasikan tugas-tugas kompleks kepada asisten digital tersebut secara otomatis.

Dampak bagi Indonesia

Di pasar Indonesia, pencapaian global Microsoft ini memberikan gambaran jelas mengenai arah adopsi AI di dunia kerja. Dengan harga langganan M365 Copilot yang berada di kisaran US$30 per bulan, atau sekitar Rp490.000 per pengguna per bulan (asumsi kurs Rp16.330), investasi ini menjadi pertimbangan besar bagi korporasi lokal.

Sektor perbankan, telekomunikasi, dan BUMN di Indonesia diprediksi akan menjadi pengadopsi awal guna mengejar efisiensi operasional. Peningkatan penggunaan AI Agent juga menuntut kebutuhan mendesak akan talenta lokal yang mahir dalam Prompt Engineering dan manajemen Cloud Computing. Perusahaan di Indonesia perlu mulai menyusun tata kelola data yang ketat agar integrasi Copilot dalam alur kerja Enterprise tetap aman dari risiko kebocoran data.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin