Advertisement

Ad space available

Berita AI

Meta Borong Chip AMD $100 Miliar Demi 'Personal Superintelligence'

Meta menjalin kesepakatan raksasa dengan AMD senilai hingga US$100 miliar untuk memasok chip AI terbaru. Langkah ini diambil untuk mempercepat ambisi 'Personal Superintelligence' dan mengurangi ketergantungan pada Nvidia.

Tim Rekayasa AI
Penulis
24 Februari 2026
3 min read
#Meta#AMD#AI Chip#Personal Superintelligence#Data Center
Meta Borong Chip AMD $100 Miliar Demi 'Personal Superintelligence'

Meta Borong Chip AMD $100 Miliar Demi 'Personal Superintelligence'

BOSTON, (24 Februari 2026)

Key Takeaway
  • Meta menyepakati pembelian GPU seri MI540 dan CPU terbaru dari AMD dengan nilai total mencapai US$100 miliar.
  • Kesepakatan ini mencakup pemberian warrant saham AMD sebesar 10% kepada Meta berdasarkan pencapaian target tertentu.
  • Investasi masif ini ditujukan untuk mewujudkan visi 'Personal Superintelligence' dan mendiversifikasi rantai pasok chip AI perusahaan.

Meta berencana melakukan pembelian chip AI dari AMD senilai hingga US$100 miliar (sekitar Rp1.570 triliun), sebuah langkah besar yang diproyeksikan akan mengonsumsi daya Data Center hingga enam gigawatt. Mengutip laporan dari TechCrunch, kesepakatan multi-tahun ini mempererat hubungan kedua raksasa teknologi tersebut di tengah persaingan ketat infrastruktur AI global.

Sebagai bagian dari perjanjian ini, AMD telah menerbitkan performance-based warrant untuk Meta sebanyak 160 juta lembar saham biasa AMD—atau sekitar 10% dari total saham perusahaan—dengan harga US$0,01 per lembar. Hak ini akan diberikan secara bertahap seiring tercapainya tonggak sejarah (milestones) tertentu. Pemberian saham penuh bergantung pada harga saham AMD yang harus mencapai US$600 agar Meta dapat menerima tranche terakhirnya.

Dalam kesepakatan tersebut, Meta akan membeli seri GPU MI540 milik AMD serta generasi CPU terbaru mereka. Penggunaan CPU semakin menjadi pilar utama dalam inference compute stack AI karena efisiensinya, kemudahan skalabilitas, dan kemampuannya untuk melepaskan ketergantungan perusahaan hanya pada satu vendor, yakni Nvidia.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa kemitraan dengan AMD adalah "langkah penting" saat perusahaan mendiversifikasi kebutuhan komputasinya untuk mengejar visi Personal Superintelligence. Zuckerberg mendefinisikan konsep tersebut sebagai sistem AI yang dirancang untuk memahami secara mendalam dan memberdayakan individu dalam kehidupan sehari-hari mereka.

AMD sendiri terus mendapatkan pijakan kuat di pasar saat perusahaan AI berupaya mengurangi dominasi Nvidia. Sebelumnya pada Oktober lalu, AMD dan OpenAI juga menjalin kesepakatan serupa yang menukar ekuitas dengan perjanjian pembelian chip.

Dampak bagi Indonesia

Langkah masif Meta ini memiliki implikasi signifikan bagi lanskap teknologi di Indonesia:

  1. Akselerasi Fitur AI Lokal: Nilai investasi US$100 miliar (setara Rp1.570 triliun) ini akan mempercepat kehadiran fitur-fitur berbasis Generative AI yang lebih personal pada platform seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook di Indonesia.
  2. Standar Data Center: Ambisi Meta untuk membangun infrastruktur raksasa dapat mendorong standar baru dalam pengembangan Data Center di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang sedang gencar menarik investasi pusat data.
  3. Efek Rantai Pasok: Pengalihan sebagian pesanan dari Nvidia ke AMD dapat menyeimbangkan ketersediaan stok chip AI global, yang pada akhirnya dapat menguntungkan startup dan pengembang AI di Indonesia melalui harga komputasi Cloud Computing yang lebih kompetitif.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin