Advertisement

Ad space available

Berita AI

Memories.ai Bangun Infrastruktur Memori Visual untuk Wearables dan Robotika

Memories.ai mengembangkan Large Visual Memory Model agar perangkat AI dapat mengingat data visual layaknya manusia. Melalui kolaborasi dengan Nvidia, teknologi ini akan memperkuat sektor wearables dan robotika di masa depan.

Tim Rekayasa AI
Penulis
16 Maret 2026
4 min read
#Artificial Intelligence#Memories.ai#Nvidia#Wearables#Robotika
Memories.ai Bangun Infrastruktur Memori Visual untuk Wearables dan Robotika

Memories.ai Bangun Infrastruktur Memori Visual untuk Wearables dan Robotika

SAN FRANCISCO, (16 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Memories.ai menciptakan Large Visual Memory Model (LVMM) agar AI fisik dapat mengindeks dan mengingat rekaman video.
  • Perusahaan berkolaborasi dengan Nvidia untuk memanfaatkan teknologi Cosmos Reason 2 dan Nvidia Metropolis dalam pengembangannya.
  • Pendanaan sebesar $16 juta telah diraih untuk mempercepat integrasi memori visual pada perangkat wearables dan robot.

Shawn Shen, pendiri Memories.ai, percaya bahwa kesuksesan Artificial Intelligence di dunia fisik bergantung pada kemampuannya untuk mengingat apa yang dilihatnya. Startup ini kini tengah menggunakan ekosistem Nvidia AI untuk membangun infrastruktur memori visual bagi perangkat wearables dan robotics agar dapat berinteraksi secara cerdas dengan lingkungan.

Dalam konferensi GTC baru-baru ini, Memories.ai mengumumkan kemitraan strategis dengan raksasa semikonduktor Nvidia. Mereka menggunakan Nvidia Cosmos Reason 2 dan Nvidia Metropolis untuk memungkinkan pencarian serta ringkasan video secara real-time pada perangkat keras, memberikan kemampuan 'ingatan' yang sebelumnya sulit dicapai oleh AI konvensional.

Solusi dari Masalah di Meta

Ide ini lahir ketika Shen dan Ben Zhou bekerja di tim AI kacamata Ray-Ban Meta. Mereka menyadari bahwa tanpa kemampuan untuk memanggil kembali memori visual, kegunaan perangkat wearable sangat terbatas bagi pengguna. Karena tidak menemukan solusi yang mumpuni di pasar, mereka mendirikan Memories.ai untuk membangun Large Visual Memory Model (LVMM) sendiri.

Berbeda dengan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT yang berfokus pada teks, LVMM fokus pada pengindeksan data visual yang jauh lebih kompleks. Hal ini sangat krusial bagi Physical AI—robot dan perangkat yang dikenakan—yang harus memahami dan merespons dunia melalui penglihatan secara kontinu.

Dampak Bagi Industri di Indonesia

Inovasi dari Memories.ai ini diprediksi akan membawa perubahan signifikan bagi lanskap teknologi di Indonesia:

  1. Efisiensi Logistik & Manufaktur: Implementasi robotika dengan memori visual di pusat distribusi e-commerce besar dapat meningkatkan akurasi manajemen stok dan navigasi gudang secara otomatis.
  2. Gaya Hidup Pintar: Meningkatnya minat terhadap kacamata pintar di kota besar seperti Jakarta akan didukung oleh fitur asisten visual yang mampu membantu pengguna mencari barang hilang atau merangkum pertemuan fisik.
  3. Keamanan Data: Munculnya teknologi perekaman visual yang masif menuntut penguatan regulasi pelindungan data pribadi (UU PDP) di tanah air, mengingat data visual bersifat sangat sensitif.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin