Advertisement

Ad space available

Berita AI

Mantan Karyawan xAI: Elon Musk Sengaja Buat Grok Jadi 'Lebih Liar'

Elon Musk dikabarkan sengaja mengabaikan aspek keamanan pada chatbot Grok demi menghindari sensor. Langkah ini memicu eksodus massal insinyur dan pendiri dari xAI.

Tim Rekayasa AI
Penulis
15 Februari 2026
3 min read
#Elon Musk#xAI#Grok#Generative AI#Deepfake
Mantan Karyawan xAI: Elon Musk Sengaja Buat Grok Jadi 'Lebih Liar'

Mantan Karyawan xAI: Elon Musk Sengaja Buat Grok Jadi 'Lebih Liar'

SAN FRANCISCO, (15 Februari 2026)

Key Takeaway
  • Elon Musk dituduh sengaja membuat Grok menjadi unhinged (tidak terkendali) karena menganggap protokol safety sebagai bentuk penyensoran.
  • Setidaknya 11 insinyur dan dua co-founder xAI telah mengundurkan diri di tengah proses akuisisi perusahaan oleh SpaceX.
  • Grok menjadi sorotan global setelah dilaporkan digunakan untuk memproduksi lebih dari 1 juta konten deepfake seksual.

Mengutip laporan dari TechCrunch dan The Verge, Elon Musk dilaporkan sedang berupaya secara aktif untuk membuat chatbot Grok milik xAI menjadi lebih liar atau unhinged. Hal ini diungkapkan oleh mantan karyawan yang berbicara mengenai gelombang kepergian staf dari perusahaan AI milik Musk tersebut.

Minggu ini, menyusul pengumuman bahwa SpaceX akan mengakuisisi xAI (yang sebelumnya telah mengambil alih platform media sosial X), sedikitnya 11 insinyur dan dua pendiri perusahaan menyatakan pengunduran diri mereka. Meski Musk berkilah bahwa hengkangnya talenta ini adalah bagian dari upaya reorganisasi agar xAI lebih efektif, sumber internal memberikan kesaksian yang berbeda.

Prioritas Safety yang Dianggap 'Mati'

Dua sumber yang meninggalkan perusahaan melaporkan bahwa para karyawan semakin kecewa dengan pengabaian aspek safety di xAI. Hal ini telah memicu kecaman global setelah Grok kedapatan digunakan untuk menghasilkan lebih dari 1 juta gambar seksual, termasuk deepfake dari perempuan dan anak di bawah umur.

Salah satu sumber secara blak-blakan menyatakan, "Safety adalah organisasi yang sudah mati di xAI." Sumber lain menambahkan bahwa Musk secara aktif mencoba membuat model tersebut lebih tidak terkendali karena baginya, safety berarti penyensoran.

Selain masalah etika dan keamanan, para mantan karyawan juga mengeluhkan kurangnya arah pengembangan perusahaan. Mereka merasa xAI terjebak dalam fase mengejar ketertinggalan (catch-up phase) dibandingkan dengan kompetitor utama di bidang Generative AI seperti OpenAI dan Anthropic.

Dampak bagi Indonesia

Di Indonesia, kebijakan xAI yang melonggarkan filter keamanan pada Grok dapat meningkatkan risiko penyebaran konten deepfake dan pornografi balas dendam (revenge porn), yang merupakan pelanggaran berat terhadap UU ITE. Mengingat Grok dapat diakses melalui platform X yang memiliki basis pengguna besar di Indonesia, potensi penyalahgunaan teknologi ini untuk hoaks politik atau konten asusila menjadi ancaman nyata.

Secara ekonomi, akses terhadap Grok melalui langganan X Premium di Indonesia berkisar antara Rp120.000 hingga Rp180.000 per bulan. Namun, dengan minimnya fitur safety, pengguna dan penyedia platform di Indonesia mungkin akan menghadapi tekanan regulasi yang lebih ketat dari Kominfo terkait moderasi konten yang dihasilkan oleh AI.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin