Ad space available
Mahasiswa MIT Kembangkan AI untuk Visualisasi Musik Berbasis NCA
Carlos Mariano Salcedo mengembangkan AI inovatif yang mengubah suara menjadi visual organik menggunakan Neural Cellular Automata. Teknologi ini memungkinkan pengalaman audio-visual interaktif yang menyatukan sains dengan ekspresi artistik.

Mahasiswa MIT Kembangkan AI untuk Visualisasi Musik Berbasis NCA
CAMBRIDGE, (27 Maret 2026)
- Carlos Mariano Salcedo dari MIT mengembangkan sistem AI berbasis Neural Cellular Automata (NCA) untuk visualisasi musik secara real-time.
- Teknologi ini memungkinkan gambar untuk "tumbuh" dan merespons energi audio secara organik layaknya organisme hidup.
- Proyek ini memadukan keahlian teknik mesin, kecerdasan buatan, dan kreativitas seni untuk memperluas batas ekspresi manusia.
Melansir laporan terbaru dari MIT, Carlos Mariano Salcedo, seorang mahasiswa pascasarjana di program Music Technology and Computation, telah menciptakan cara baru bagi manusia untuk "melihat" musik. Dengan memanfaatkan sistem Neural Cellular Automata (NCA), Salcedo merancang visual yang dapat berevolusi secara dinamis mengikuti irama dan energi suara.
Berbeda dengan visualisasi musik konvensional yang kaku, NCA bekerja dengan prinsip sistem yang terorganisir secara mandiri. Gambar-gambar ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi diri dan bereaksi terhadap stimulus suara dengan cara yang sangat organik. "Sistem ini memungkinkan visual yang tumbuh berdasarkan dinamika internal, memberikan hasil yang terkadang tidak terduga namun sangat estetis," jelas Salcedo.
Kolaborasi Seni dan Teknologi Canggih
Salcedo memulai perjalanannya dari latar belakang teknik mesin sebelum akhirnya beralih mendalami kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Baginya, AI bukan sekadar alat hitung atau pemrosesan data, melainkan rekan kolaborasi dalam dunia seni. Penelitiannya yang bertajuk "Artificial Dancing Intelligence" bahkan telah dipresentasikan dalam konferensi internasional bergengsi di Singapura.
Eran Egozy, profesor praktik teknologi musik di MIT, menyatakan bahwa karya Salcedo adalah contoh sempurna dari riset multidisiplin yang sukses. Teknologi ini tidak hanya mempercantik tampilan audio, tetapi juga membuka potensi penggunaan NCA dalam memodelkan sistem biologis atau sosial yang kompleks di masa depan, di mana interaksi antar bagian kecil menciptakan pola global yang harmonis.
Implikasi bagi Industri Kreatif Indonesia
Perkembangan teknologi Generative AI seperti ini menawarkan peluang besar bagi industri kreatif di Indonesia. Para pengembang lokal, Video Jockey (VJ), dan seniman digital dapat mengadopsi konsep NCA untuk menciptakan pertunjukan seni imersif atau instalasi digital yang lebih interaktif.
Meskipun tantangan infrastruktur perangkat keras seperti kartu grafis (GPU) berkualitas tinggi masih memiliki harga yang cukup tinggi di pasar lokal, efisiensi model NCA memberikan harapan baru. Model ini dapat dijalankan dengan sumber daya yang lebih optimal dibandingkan model AI generatif video tradisional, sehingga memungkinkan kreator Indonesia untuk bereksplorasi tanpa harus bergantung pada server superkomputer yang sangat mahal.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


