Ad space available
Lucid Bots Raih Pendanaan $20 Juta untuk Ekspansi Drone Pencuci Jendela
Lucid Bots berhasil mengamankan pendanaan Series B senilai $20 juta untuk memenuhi lonjakan permintaan drone pembersih gedung. Startup ini fokus pada solusi robotika praktis untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Lucid Bots Raih $20 Juta, Fokus pada Robotika Praktis untuk Pembersihan Gedung
CHARLOTTE, (25 Maret 2026)
- Lucid Bots mengamankan pendanaan Series B senilai $20 juta (sekitar Rp316 miliar) untuk meningkatkan kapasitas produksi drone pembersih dan robot washing.
- Perusahaan ini memilih fokus pada tugas spesifik yang berbahaya dan pragmatis daripada mengikuti tren robot humanoid.
- Permintaan melonjak signifikan, dari hanya 100 unit dalam lima tahun pertama menjadi hampir 1.000 unit saat ini.
Melansir laporan dari TechCrunch, startup robotika asal Charlotte, North Carolina, Lucid Bots, baru saja mengumumkan perolehan pendanaan Series B sebesar $20 juta. Putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh Cubit Capital dan Idea Fund Partners, yang meningkatkan total pendanaan perusahaan menjadi $34 juta.
CEO Lucid Bots, Andrew Ashur, menekankan bahwa perusahaannya adalah antitesis dari tren industri robotika saat ini. Di saat banyak perusahaan berlomba mengembangkan humanoid atau memamerkan robot yang menari, Lucid Bots justru fokus pada Hardware yang terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pekerjaan yang dianggap berbahaya, seperti mencuci jendela gedung pencakar langit.
"Kenyataan yang menyedihkan adalah sebagian besar perusahaan masih menjual hype dan berita utama, sementara kami menjual performa di lokasi kerja yang terlihat pada profit dan rugi pelanggan kami," ujar Ashur kepada TechCrunch. Lucid Bots mengembangkan drone Sherpa dan robot Lavo secara full-stack, mulai dari desain hingga manufaktur di Amerika Serikat.
Ide awal perusahaan ini muncul saat Ashur masih kuliah di Davidson College. Ia melihat pekerja pembersih jendela terjebak dalam situasi berbahaya akibat angin kencang yang menghantam swing stage mereka. Ia menyadari adanya kebutuhan mendesak untuk menggunakan teknologi guna menjembatani celah antara infrastruktur yang menua, bangunan yang semakin tinggi, dan berkurangnya tenaga kerja yang bersedia melakukan pekerjaan berisiko tersebut.
Saat ini, Lucid Bots tengah berupaya keras memenuhi permintaan yang membeludak. Setelah membutuhkan waktu lima tahun untuk menjual 100 unit pertama, kini mereka telah mendekati angka 1.000 unit. Dana segar ini akan digunakan untuk menambah jumlah staf dan meningkatkan kapasitas produksi guna melayani permintaan demo yang terus berdatangan dari berbagai sektor industri.
Dampak bagi Indonesia
Teknologi drone pencuci jendela seperti yang dikembangkan Lucid Bots memiliki relevansi tinggi bagi kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan yang terus menambah inventaris gedung tinggi (high-rise buildings).
Dengan nilai pendanaan $20 juta yang setara dengan kurang lebih Rp316,5 miliar (kurs Rp15.825), Lucid Bots membuktikan bahwa sektor Robotics untuk layanan kebersihan memiliki nilai ekonomi yang besar. Bagi pengusaha jasa kebersihan (cleaning service) dan pengelola properti di Indonesia, adopsi teknologi ini dapat mengurangi ketergantungan pada operator gondola manual yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi. Selain itu, penggunaan drone ini juga sejalan dengan tren Smart Building yang mulai banyak diadopsi di kawasan perkantoran modern tanah air. Namun, tantangan utama tetap berada pada regulasi penggunaan drone di area padat penduduk serta kebutuhan teknisi lokal yang mahir melakukan perawatan Hardware robotika tersebut.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


