Ad space available
Lio Raih Pendanaan Seri A US$30 Juta dari a16z untuk Revolusi AI Procurement
Startup AI Lio mengamankan pendanaan US$30 juta dari Andreessen Horowitz untuk mengotomatisasi proses pengadaan perusahaan. Teknologi AI Agent milik Lio diklaim mampu mengubah proses mingguan menjadi hitungan menit.

Lio Raih Pendanaan Seri A US$30 Juta dari a16z untuk Revolusi AI Procurement
SAN FRANCISCO, (5 Maret 2026)
- Lio mengamankan pendanaan Seri A senilai US$30 juta yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz (a16z).
- Startup ini mengembangkan AI Agent yang mampu mengeksekusi seluruh alur kerja procurement secara mandiri.
- Teknologi Lio telah membantu perusahaan manufaktur mengotomatisasi 75% operasi pengadaan mereka dalam waktu enam bulan.
Mengutip laporan dari TechCrunch oleh Dominic-Madori Davis, startup AI procurement Lio mengumumkan perolehan pendanaan Seri A sebesar US$30 juta. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Andreessen Horowitz (a16z), dengan partisipasi dari SV Angels, Harry Stebbings, dan Y Combinator (YC), di mana Lio merupakan alumni batch Spring ’23. Hingga saat ini, Lio telah mengumpulkan total pendanaan sebesar US$33 juta.
Vladimir Keil, co-founder dan CEO Lio, menyatakan bahwa dana segar ini akan digunakan untuk ekspansi di Amerika Serikat dan meningkatkan kapabilitas AI Agent mereka. Lio berfokus pada penyelesaian hambatan dalam proses procurement—proses yang digunakan perusahaan besar untuk membeli layanan atau barang dari vendor—yang selama ini dianggap sebagai bottleneck operasional.
Pergeseran Paradigma dari Software ke AI Agent
Berbeda dengan perangkat lunak eProcurement tradisional yang hanya membantu manusia bekerja lebih cepat, Lio membangun platform dengan infrastruktur agentic. AI Agent milik Lio dirancang untuk bekerja di atas sistem perusahaan yang sudah ada, seperti Enterprise Resource Planning (ERP), sistem manajemen kontrak, dan basis data pemasok.
"Kami mengambil pendekatan yang fundamental berbeda. Alih-alih membuat software untuk membantu manusia melakukan pekerjaan pengadaan lebih cepat, Lio mengerahkan AI Agent yang mengeksekusi alur kerja itu sendiri," jelas Keil kepada TechCrunch.
AI Agent ini memiliki kemampuan untuk membaca dokumen, mengevaluasi pemasok, menegosiasikan persyaratan, hingga menyelesaikan transaksi. Keil mengklaim bahwa proses yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Bahkan, seorang produsen global dilaporkan berhasil mengotomatisasi 75% operasi pengadaan mereka yang sebelumnya dikelola melalui pihak ketiga (outsourced) hanya dalam waktu enam bulan.
Menantang Pemain Tradisional
Lio memposisikan dirinya sebagai pesaing bagi vendor software procurement legendaris seperti SAP Ariba dan Oracle, serta penyedia Business Process Outsourcing (BPO) dan firma konsultan. Dengan menggunakan AI Agent, tim internal perusahaan dapat beralih dari tugas administratif yang repetitif ke fungsi strategis, seperti menjalankan lebih banyak negosiasi dan menganalisis penghematan biaya yang lebih dalam.
Kehadiran Lio mempertegas tren SaaS modern di mana Artificial Intelligence mulai mendefinisikan ulang cara kerja aplikasi enterprise, mengubahnya dari sekadar alat pencatat menjadi tenaga kerja digital yang otonom.
Dampak bagi Indonesia
Masuknya pendanaan sebesar US$30 juta atau setara sekitar Rp471,5 miliar (asumsi kurs Rp15.717/USD) ke sektor AI procurement memberikan sinyal kuat bagi lanskap industri di Indonesia. Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, termasuk BUMN dan konglomerat manufaktur, saat ini sedang berada dalam fase akselerasi transformasi digital dan integrasi ERP.
- Efisiensi Rantai Pasok: Adopsi AI Agent seperti yang ditawarkan Lio dapat membantu perusahaan manufaktur di Indonesia mengurangi ketergantungan pada proses manual yang rentan terhadap kesalahan dan birokrasi panjang, mempercepat time-to-market produk mereka.
- Transformasi Sektor BPO: Industri Business Process Outsourcing (BPO) di Indonesia perlu mulai mengintegrasikan Generative AI dan AI Agent dalam layanan mereka. Jika tidak, efisiensi yang ditawarkan oleh solusi otonom seperti Lio dapat menggeser model bisnis outsourcing tradisional yang berbasis pada jumlah tenaga kerja manusia.
- Modernisasi Pengadaan Pemerintah: Meskipun Lio saat ini fokus pada sektor privat, konsep otomasi procurement berbasis AI ini sangat relevan untuk sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah (e-katalog) guna meningkatkan transparansi dan kecepatan eksekusi anggaran.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


