Ad space available
Linq raup $20 juta bangun infrastruktur AI di iMessage & RCS
Startup Alabama Linq menggalang pendanaan Seri A $20 juta untuk menjadi "jalan tol" bagi asisten AI yang beroperasi langsung dalam iMessage, RCS, dan SMS. Setelah pivot dari kartu nama digital, Linq kini mengklaim 30 juta pesan terkirim per bulan dengan retensi pelanggan 295%.

Dari kartu nama digital ke "otak" AI di balik pesan biru
Jakarta, 2 Februari 2026 — Linq, startup asal Birmingham yang bermula sebagai kartu nama digital, baru saja menutup pendanaan Seri A sebesar $20 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas teknologi yang memungkinkan asisten AI beroperasi secara native di dalam iMessage, RCS, dan SMS, tanpa perlu aplikasi terpisah.
- Linq mengklaim retensi pelasan 295% dengan volume 30 juta pesan per bulan setelah pivot ke AI.
- Pendanaan dipimpin TQ Ventures untuk memperluas infrastruktur pesan lintas saluran.
- Target pasar: perusahaan AI yang ingin menghadirkan chatbot langsung ke aplikasi pesan pengguna.
Pivot cepat, pertumbuhan dua kali lipat
Diluncurkan pada Februari 2025, API pesan Linq memungkinkan perusahaan mengirim pesan iMessage berlogo biru—yang dianggap lebih autentik ketimbang bubble abu-abu. Dalam delapan bulan, pendapatan berulang tahunan (ARR) mereka yang terbangun selama empat tahun langsung dua kali lipat.
Momentum ini memuncak ketika asisten AI bernama Poke viral September lalu. Poke menggunakan API Linq untuk menjadwalkan janji, menjawab pertanyaan, dan mengatur kalender langsung dari iMessage. Tuntutan serupa pun membanjiri Linq dari berbagai perusahaan AI yang ingin menghadirkan chatbot-nya lewat saluran pesan.
Menjadi "hub" infrastruktur pesan AI
CEO sekaligus mantan eksekutif Shipt, Elliott Potter, menyatakan, "Pilihan kami: tetap menjadi roda gigi kecil atau membangun pusat sistem." Linq akhirnya memilih membangun lapisan infrastruktur bagi semua aplikasi pesan AI.
Dengan strategi ini basis pelanggan Linq tumbuh 132% kuartal-ke-kuartal, jangkauan pengguna aktif bulanan ke agen AI-nya mencapai 134.000, dan tidak ada pelanggan yang hengkang. Teknologi mereka kini mendukung panggilan suara otomatis, iMessage, RCS, serta SMS, dengan rencana ekspansi ke WhatsApp, Telegram, Slack, bahkan Discord.
Tantangan: ketergantungan pada Apple
Meski prospek cerah, Linq tetap dibangun di atas platform Apple yang dapat berubah kebijakan kapan saja. Apple sudah memiliki Messages for Business; Twilio juga menguasai pasar SMS perusahaan. Ditambah, mayoritas pengguna global lebih akrab dengan WhatsApp, WeChat, dan Telegram.
Namun Andrew Marks dari TQ Ventures optimis, "Dengan membuat komunikasi AI-ke-manusia seenak SMS teman, Linq membuka kategori perusahaan baru."
Dana segar akan dipakai untuk merekrut talenta, menyempurnakan teknologi, dan menyusun strategi go-to-market baru. Nilai valuasi tidak diungkap.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


