Ad space available
Kitchen Cosmo: Asisten AI Fisik yang Ubah Sisa Sayur Jadi Hidangan Lezat
Mahasiswa MIT ciptakan Kitchen Cosmo, perangkat AI fisik berbentuk komputer merah retro yang memindai bahan makanan dan cetak resep personal berdasarkan mood hingga tingkat keterampilan memasak.

Perangkat AI Fisik yang Membawa Kecerdasan ke Dapur
Cambridge, 3 Februari 2026 — Kecerdasan buatan kini tak hanya bersembunyi di balik layar. Kitchen Cosmo, prototipe perangkat seukuran mesin kopi yang dikembangkan dua mahasiswa MIT, membuktikan bahwa AI bisa dipegang, diputar, dan dipakai memasak secara nyata.
- Kitchen Cosmo memindai bahan makanan di meja dapur lalu cetak resep personal berdasarkan mood, waktu, level memasak, dan preferensi diet.
- Desainnya terinspirasi Kitchen Computer 1969, dibalut warna merah retro, dan mengusung konsep Large Language Object (LLO) untuk interaksi fisik-berbasis AI.
Perangkat ini lahir dari kelas Interaction Intelligence (4.043/4.044) yang dipimpin Marcelo Coelho, guru besar praktik di Departemen Arsitektur MIT. Kelas tersebut menantang mahasiswa merancang "large language objects" (LLO), benda nyata yang memperluas model bahasa ke lingkungan fisik.
Dari Sisa Sayur ke Hidangan Personal
Jacob Payne (arsitektur S2) dan Ayah Mahmoud (desain S1) memilih dapur karena ingin mengurangi limbah makanan sekaligus membantu pemula memasak. "Kami bayangkan sisa wortel atau bayam bisa jadi makanan baru, bukan sampah," kata Payne.
Kitchen Cosmo dilengkapi webcam yang terbuka seperti laptop kecil. Kamera ini memindai bahan, lalu model visi-bahasa mengenali bumbu, sayur, atau protein. Setelah itu, pengguna memutar dial untuk memilih parameter: waktu tersedia (5–60 menit), porsi, level keterampilan (pemula/jago), serta suasana hati—mulai nostalgia hingga pesta. Tombol terakhir mencetak resep kertas termal.
Rintesan Rasa Global
Tim harus melatih agar LLM memahami waktu memasak, suhu, dan profil rasa khas daerah. "AI awalnya tak paham perbedaan bumbu India dan Meksiko. Kami lakukan uji coba resep berkali-kali," kenang Mahmoud. Hasilnya, perangkat mampu menyarankan hidangan seperti tempe goreng bumbu kuning untuk suasana nostalgia atau taco sayur cepat saji saat mode "cepat & ceria".
Prospek Masa Depan
Payne ingin menambahkan sensor suhu dan timbangan agar Kitchen Cosmo bisa memberi saran real-time saat tumis atau kukus. Mahmoud merencanakan mode multi-pengguna untuk koordinasi tugas memasak tim, serta mode pembelajaran alat—meletakkan pisau di depan kamera lalu muncul tutorial mengiris.
Proyek ini membuat Mahmoud mantan ahli geologi itu mantap berkarier di desain produk berbasis AI. "Sekali merancang benda yang bisa merasakan dapur, saya tahu ini jalanku," tuturnya.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


