Ad space available
Masa Depan Data Center: Kepler Operasikan Cluster GPU Terbesar di Orbit Bumi
Kepler Communications resmi mengoperasikan 40 GPU di orbit bumi untuk mendukung layanan komputasi luar angkasa. Sophia Space menjadi pelanggan terbaru yang akan menguji sistem operasi khusus untuk efisiensi daya.

Masa Depan Data Center: Kepler Operasikan Cluster GPU Terbesar di Orbit Bumi
SAN FRANCISCO, (13 April 2026)
- Kepler Communications mengoperasikan 40 GPU Nvidia Orin yang terintegrasi di 10 satelit melalui laser communications links.
- Sophia Space resmi menjadi pelanggan untuk menguji sistem operasi (OS) komputasi orbital dengan sistem pendinginan pasif.
- Fokus utama teknologi ini adalah Edge Processing untuk memproses data langsung di luar angkasa sebelum dikirim ke Bumi.
Mengutip laporan dari TechCrunch, era baru infrastruktur teknologi kini telah mencapai orbit Bumi. Kepler Communications, perusahaan asal Kanada, baru saja mengumumkan pembukaan operasional klaster komputasi orbital terbesar saat ini. Klaster ini didukung oleh sekitar 40 unit GPU Nvidia Orin yang terpasang pada 10 satelit operasional yang saling terhubung.
Melansir data terbaru perusahaan, langkah ini menandai pergeseran besar dalam industri Cloud Computing dan Data Center. Pelanggan terbaru mereka, Sophia Space, akan menggunakan infrastruktur Kepler untuk menguji perangkat lunak komputer orbital unik yang dirancang khusus untuk menjalankan tugas-tugas berat tanpa risiko overheating di lingkungan hampa udara.
Revolusi Edge Processing di Luar Angkasa
Selama ini, tantangan terbesar membangun Data Center di luar angkasa adalah manajemen panas. Tanpa udara untuk menghantarkan panas, prosesor bertenaga tinggi seperti GPU cenderung cepat panas. Sophia Space mencoba memecahkan masalah ini dengan sistem pendinginan pasif yang tidak memerlukan perangkat aktif yang berat dan mahal.
CEO Kepler, Mina Mitry, menyatakan bahwa perusahaan tidak memposisikan diri hanya sebagai penyedia Data Center, melainkan sebagai lapisan infrastruktur jaringan. "Karena kami percaya ini lebih ke arah inference daripada training, kami menginginkan lebih banyak GPU terdistribusi yang melakukan inference," ujar Mitry. Hal ini sangat krusial bagi sensor ruang angkasa, seperti radar synthetic aperture, yang membutuhkan daya komputasi besar untuk memproses data secara real-time sebelum dikirim ke pengguna di darat.
Kemitraan ini akan memungkinkan Sophia Space untuk mengunggah sistem operasi miliknya ke satelit Kepler dan mencoba mengonfigurasinya di enam GPU pada dua wahana antariksa yang berbeda. Ini adalah eksperimen pertama yang mencoba melakukan sinkronisasi perangkat lunak lintas satelit di orbit, sebuah standar yang biasa dilakukan di Data Center terestrial namun sangat kompleks dilakukan di luar angkasa.
Dampak bagi Indonesia
Bagi Indonesia, perkembangan teknologi komputasi orbital memiliki implikasi strategis dan ekonomi yang signifikan:
- Efisiensi Analisis Data Satelit: Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada citra satelit untuk pemantauan maritim, kehutanan, dan pertanian. Dengan adanya Edge Processing di orbit, data dapat diolah langsung di atas sana, sehingga hanya informasi relevan yang diunduh. Ini akan sangat menghemat biaya bandwidth satelit yang saat ini masih mahal (berkisar jutaan Rupiah per Mbps untuk koneksi khusus).
- Kedaulatan Data: Infrastruktur orbital bisa menjadi alternatif bagi pemerintah Indonesia dalam memproses data sensitif tanpa harus melewati Data Center di negara lain yang mungkin memiliki kendala regulasi lintas batas.
- Adopsi Teknologi AI: Integrasi GPU di ruang angkasa mempermudah implementasi AI untuk deteksi dini bencana alam (seperti tsunami atau kebakaran hutan) di wilayah pelosok Indonesia dengan latensi yang jauh lebih rendah dibandingkan memprosesnya di server daratan.
Seiring dengan meningkatnya restriksi pembangunan Data Center fisik di beberapa negara karena konsumsi listrik yang besar, solusi di luar angkasa ini diprediksi akan menjadi opsi yang semakin menarik bagi korporasi besar di masa depan.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


