Advertisement

Ad space available

Berita AI

Iran Ancam Serang Data Center AI 'Stargate' Milik OpenAI di Timur Tengah

Iran mengancam akan menyerang infrastruktur teknologi AS, termasuk proyek data center AI 'Stargate' senilai USD 500 miliar. Eskalasi ini mengancam stabilitas layanan Cloud Computing global.

Tim Rekayasa AI
Penulis
6 April 2026
4 min read
#OpenAI#Stargate#Data Center#Cloud Computing#Geopolitik
Iran Ancam Serang Data Center AI 'Stargate' Milik OpenAI di Timur Tengah

Iran Ancam Serang Data Center AI 'Stargate' Milik OpenAI di Timur Tengah

TEHERAN, (6 April 2026)

Key Takeaway
  • Iran menargetkan proyek Data Center AI "Stargate" di Uni Emirat Arab sebagai balasan atas ancaman serangan infrastruktur oleh Amerika Serikat.
  • Stargate merupakan proyek infrastruktur raksasa senilai USD 500 miliar hasil kolaborasi OpenAI, SoftBank, dan Oracle.
  • Beberapa Data Center milik AWS di Bahrain dan Oracle di Dubai dilaporkan telah terkena serangan rudal sebelumnya.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini merambah ke sektor infrastruktur teknologi tinggi. Mengutip laporan dari TechCrunch, Iran telah memperingatkan akan melakukan serangan balasan terhadap Data Center di seluruh kawasan tersebut sebagai respons terhadap ancaman dan serangan udara dari Amerika Serikat.

Melansir data dari video yang dirilis oleh juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, Teheran menyatakan bahwa jika AS merealisasikan ancamannya untuk menyerang infrastruktur sipil Iran, maka mereka akan membalas dengan menyerang infrastruktur energi dan teknologi AS di wilayah tersebut. Video tersebut secara spesifik menampilkan citra satelit yang memperbesar lokasi Data Center Stargate di Uni Emirat Arab (UEA) dengan pesan, "tidak ada yang tetap tersembunyi dari pandangan kami."

Ambisi Stargate di Tengah Konflik

Stargate adalah proyek joint venture senilai USD 500 miliar (sekitar Rp7.940 triliun) yang melibatkan OpenAI, SoftBank, dan Oracle. Diumumkan pada Januari 2025, proyek ini dirancang untuk membangun pusat komputasi AI berskala besar guna mendukung model Generative AI masa depan. Meskipun sempat mengalami kendala pendanaan dan masalah tarif, proyek ini terus berekspansi secara internasional untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur komputasi global.

Eskalasi terbaru ini dipicu oleh peringatan Presiden AS yang mengancam akan menyerang fasilitas pembangkit listrik dan instalasi desalinasi air Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Selat tersebut merupakan jalur pengiriman global yang sangat krusial dan telah terblokade sejak pecahnya konflik pada Februari lalu.

Sektor teknologi telah merasakan dampak langsung dari perang ini. Rudal Iran sebelumnya dilaporkan telah menghantam Data Center Amazon Web Services (AWS) di Bahrain dan fasilitas Oracle di Dubai. Pekan lalu, Iran juga secara terang-terangan menyebut perusahaan raksasa teknologi seperti Nvidia dan Apple sebagai target potensial berikutnya.

Dampak bagi Indonesia

Eskalasi konflik yang menargetkan Data Center di Timur Tengah memiliki implikasi serius bagi ekosistem teknologi di Indonesia:

  1. Gangguan Layanan Cloud: Banyak perusahaan dan startup di Indonesia menggunakan layanan Cloud Computing (AWS, Oracle, Azure) yang memiliki zona ketersediaan (Availability Zones) di wilayah Timur Tengah. Gangguan fisik pada infrastruktur di sana dapat menyebabkan latency tinggi atau gangguan akses bagi pengguna di tanah air.
  2. Kenaikan Biaya Layanan AI: Proyek Stargate senilai USD 500 miliar (Rp7.940 triliun) merupakan tulang punggung bagi pengembangan LLM OpenAI di masa depan. Jika infrastruktur ini terganggu, biaya operasional API untuk layanan seperti ChatGPT berpotensi melonjak, yang akan berdampak pada biaya operasional perusahaan Indonesia yang mengintegrasikan teknologi tersebut.
  3. Rantai Pasok Perangkat Keras: Ancaman terhadap Nvidia dapat memperburuk kelangkaan GPU di pasar lokal, yang pada akhirnya menghambat inisiatif Machine Learning dan pengembangan AI nasional karena harga perangkat keras yang semakin tidak terjangkau dalam kurs Rupiah.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin