Ad space available
iOS 27 Beri Kebebasan Pilih Model AI: Apple Gandeng Google dan Anthropic
Apple dilaporkan akan mengizinkan pengguna iPhone memilih model AI pihak ketiga melalui fitur Extensions di iOS 27. Langkah ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam mengoptimalkan Siri dan Writing Tools.

Apple Beri Kebebasan Pilih Model AI di iOS 27 Melalui Fitur 'Extensions'
SAN FRANCISCO, (5 Mei 2026)
- iOS 27 akan memperkenalkan fitur "Extensions" yang memungkinkan pengguna memilih model AI pihak ketiga untuk menjalankan fungsi sistem.
- Apple saat ini sedang menguji integrasi model dari Google dan Anthropic untuk fitur seperti Siri dan Writing Tools.
- Strategi ini merupakan bagian dari visi kepemimpinan John Ternus untuk mengejar ketertinggalan Apple di sektor Generative AI.
Saat iOS 27 dirilis akhir tahun ini, pengguna iPhone dilaporkan akan memiliki kebebasan besar untuk menentukan model AI mana yang ingin mereka gunakan secara on-device. Mengutip laporan dari TechCrunch, Apple berencana menjadikan sistem operasi terbarunya sebagai platform yang fleksibel bagi berbagai model AI pihak ketiga.
Melansir data dari Bloomberg, Apple akan memperkenalkan fitur yang secara internal disebut sebagai "Extensions". Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses kemampuan Generative AI dari aplikasi yang terinstal secara on-demand. Integrasi ini akan mencakup fitur-fitur utama dalam Apple Intelligence seperti Siri, Writing Tools, Image Playground, dan banyak lagi.
Kolaborasi dengan Raksasa AI
Laporan tersebut menambahkan bahwa saat ini Apple tengah menguji Large Language Model (LLM) dari Google dan Anthropic untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem mereka. Meskipun ChatGPT milik OpenAI saat ini sudah tersedia bagi pengguna, belum ada kepastian apakah model tersebut akan tetap menjadi pilihan utama atau sekadar salah satu dari banyak opsi di masa depan.
Langkah ini diambil di tengah transisi kepemimpinan di Cupertino. Dengan mundurnya Tim Cook dan naiknya John Ternus sebagai eksekutif puncak, Apple dituntut untuk memetakan ulang strategi AI mereka. Selama ini, Apple sering dianggap tertinggal dibandingkan kompetitornya dalam meluncurkan layanan AI generatif yang masif.
Strategi Apple kali ini tampaknya tidak berfokus pada pembakaran uang untuk membangun infrastruktur Data Center AI sendiri dari nol. Sebaliknya, mereka memilih untuk mengoptimalkan perangkat keras yang sudah ada guna menciptakan pengalaman pengguna yang berpusat pada AI melalui kemitraan strategis.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran fitur pemilihan model AI di iOS 27 memberikan dampak signifikan bagi pengguna di Indonesia. Mengingat ekosistem Google (seperti Google Gemini) sangat kuat di pasar lokal melalui integrasi layanan produktivitas, fleksibilitas untuk memilih model Google di dalam iPhone akan meningkatkan efisiensi kerja pengguna di tanah air.
Dari sisi regulasi dan privasi, penggunaan model AI yang bersifat on-device di iOS 27 sangat relevan dengan perlindungan data pribadi di Indonesia. Selain itu, akses ke berbagai model AI kelas dunia tanpa harus bergantung pada satu penyedia layanan memberikan opsi bagi pengembang aplikasi lokal untuk mengintegrasikan model yang paling efisien secara biaya dan performa bagi pasar Indonesia. Harga perangkat iPhone di Indonesia diperkirakan tetap stabil, namun nilai fungsionalnya akan meningkat drastis seiring dengan kemampuan kustomisasi AI ini.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


