Advertisement

Ad space available

Berita AI

Ambisi India: Incar Investasi Infrastruktur AI $200 Miliar pada 2028

India menargetkan investasi AI sebesar $200 miliar pada 2028 melalui insentif pajak masif dan penambahan kapasitas GPU. Strategi ini bertujuan menjadikan India sebagai pusat komputasi global.

Tim Rekayasa AI
Penulis
17 Februari 2026
4 min read
#AI Infrastructure#GPU#Cloud Computing#India Tech News#Deep-tech
Ambisi India: Incar Investasi Infrastruktur AI $200 Miliar pada 2028

India Targetkan Investasi AI $200 Miliar, Siapkan Puluhan Ribu GPU Baru

NEW DELHI, (17 Februari 2026)

Key Takeaway
  • India menargetkan total investasi infrastruktur AI senilai $200 miliar (sekitar Rp3.140 triliun) hingga tahun 2028.
  • Pemerintah akan menambah 20.000 unit GPU baru untuk memperkuat kapasitas shared compute nasional melampaui angka 38.000 unit saat ini.
  • Raksasa teknologi seperti Amazon, Google, dan Microsoft telah berkomitmen menyumbang sekitar $70 miliar untuk ekosistem AI dan Cloud Computing di India.

Pemerintah India telah menetapkan langkah agresif untuk menarik investasi infrastruktur AI senilai lebih dari $200 miliar dalam dua tahun ke depan. Mengutip laporan dari TechCrunch, upaya ini dilakukan seiring ambisi New Delhi untuk memposisikan diri sebagai hub global bagi komputasi dan aplikasi AI di tengah persaingan kapasitas, modal, dan regulasi yang kian strategis.

Melansir data yang dipaparkan oleh Menteri IT India, Ashwini Vaishnaw, pada acara AI Impact Summit di New Delhi, rencana ini melibatkan kolaborasi dengan eksekutif senior dari OpenAI, Google, hingga Anthropic. Untuk menarik minat investor, pemerintah meluncurkan kombinasi insentif pajak, dukungan Venture Capital yang didanai negara, serta kebijakan yang dirancang untuk menarik seluruh rantai nilai AI global ke negara Asia Selatan tersebut.

Skala Investasi dan Dukungan Infrastruktur

Sebagian besar dari proyeksi $200 miliar tersebut diharapkan mengalir ke sektor AI Infrastructure, termasuk pembangunan Data Center, pengadaan chip, dan sistem pendukung lainnya. Angka ini juga mencakup komitmen sebesar $70 miliar yang sebelumnya telah dinyatakan oleh perusahaan Big Tech seperti Amazon, Google, dan Microsoft.

Vaishnaw menyatakan bahwa selain infrastruktur fisik, pemerintah India juga mengantisipasi tambahan investasi sebesar $17 miliar di sektor Deep-tech dan aplikasi AI. Hal ini menandakan pergeseran fokus untuk tidak hanya membangun landasan komputasi, tetapi juga menguasai pengembangan aplikasi di tingkat lanjut.

Untuk mendukung ekosistem ini, India memberikan keringanan pajak jangka panjang bagi layanan Cloud Computing berorientasi ekspor dan menyiapkan program modal ventura senilai ₹100 miliar (sekitar $1,1 miliar). Program ini secara khusus menargetkan area berisiko tinggi seperti pengembangan Deep-tech dan manufaktur tingkat lanjut.

Tantangan Sumber Daya dan Energi

Meski ambisius, rencana ini menghadapi tantangan struktural yang signifikan, terutama terkait akses listrik dan air yang stabil untuk mengoperasikan Data Center yang haus energi. Vaishnaw mengakui risiko eksekusi tersebut, namun ia menegaskan bahwa India memiliki keunggulan dari sisi bauran energi, di mana lebih dari separuh kapasitas pembangkit listrik terpasang berasal dari sumber energi bersih.

India juga berencana memperluas kapasitas shared compute di bawah misi IndiaAI. Selain 38.000 unit GPU yang sudah ada, sebanyak 20.000 unit GPU tambahan akan mulai dioperasikan dalam beberapa minggu ke depan sebagai bagian dari fase berikutnya dalam strategi AI nasional.

Dampak bagi Indonesia

Langkah masif India dalam membangun infrastruktur AI memberikan tekanan kompetitif sekaligus referensi bagi Indonesia. Dengan target investasi $200 miliar (setara Rp3.140 triliun dengan asumsi kurs Rp15.700), India secara langsung menantang dominasi negara-negara maju dalam hal kapasitas Data Center.

Bagi Indonesia, fenomena ini dapat memicu beberapa dampak:

  1. Persaingan Investasi Regional: Investor global mungkin akan memprioritaskan India karena insentif pajak Deep-tech yang mencapai 20 tahun. Indonesia perlu mengevaluasi kembali regulasi terkait insentif fiskal untuk sektor komputasi awan agar tetap kompetitif.
  2. Ketersediaan Perangkat Keras: Pengerahan puluhan ribu GPU oleh India dapat memengaruhi rantai pasok GPU global, yang mungkin berdampak pada ketersediaan dan harga infrastruktur serupa bagi penyedia Cloud Computing lokal di Indonesia.
  3. Standar Energi Bersih: Penggunaan energi bersih untuk Data Center di India menjadi preseden penting bagi Indonesia, yang saat ini juga tengah menggalakkan pembangunan Green Data Center di wilayah seperti Batam dan Jawa Barat.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin