Advertisement

Ad space available

Berita AI

GTC 2026: Cara Nonton Keynote Jensen Huang dan Bocoran Produk Baru Nvidia

Nvidia memulai konferensi tahunan GTC 2026 dengan fokus utama pada masa depan AI dan komputasi. Simak bocoran mengenai chip inference baru dan platform AI Agent.

Tim Rekayasa AI
Penulis
16 Maret 2026
4 min read
#Nvidia GTC 2026#Jensen Huang#AI Inference#AI Agent#Semiconductor
GTC 2026: Cara Nonton Keynote Jensen Huang dan Bocoran Produk Baru Nvidia

GTC 2026: Cara Nonton Keynote Jensen Huang dan Bocoran Produk Baru Nvidia

SAN JOSE, (16 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Keynote Jensen Huang akan berfokus pada visi masa depan Nvidia dalam ekosistem AI dan Cloud Computing.
  • Nvidia dirumorkan meluncurkan chip khusus untuk mempercepat AI Inference guna menyaingi Google dan Amazon.
  • Peluncuran NemoClaw, sebuah platform open-source untuk membangun AI Agent bagi sektor Enterprise.

Nvidia resmi membuka konferensi pengembang tahunan GTC 2026 di San Jose, California, pada hari Senin waktu setempat. Mengutip laporan dari TechCrunch, CEO Nvidia Jensen Huang dijadwalkan menyampaikan keynote utama yang akan memaparkan visi perusahaan terhadap masa depan teknologi AI.

Melansir data dari jurnalis Rebecca Szkutak, GTC atau GPU Technology Conference merupakan ajang unggulan Nvidia untuk mengumumkan produk baru, kemitraan strategis, serta arah masa depan industri Semiconductor. Keynote berdurasi dua jam ini dapat disaksikan secara langsung melalui livestream di situs resmi Nvidia.

Fokus pada Software: Platform AI Agent NemoClaw

Dari sisi software, Nvidia santer dikabarkan akan merilis platform open-source untuk AI Agent tingkat Enterprise yang diberi nama NemoClaw. Platform ini dirancang untuk memberikan struktur bagi bisnis dalam membangun dan menerapkan AI Agent—perangkat lunak yang mampu menjalankan tugas multitahap secara otonom.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Nvidia untuk menyaingi penawaran serupa dari OpenAI, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam ekosistem Generative AI yang semakin kompetitif.

Terobosan Hardware: Chip Khusus AI Inference

Di sektor hardware, Nvidia dirumorkan akan memperkenalkan chip baru yang dirancang khusus untuk mempercepat proses AI Inference. Berbeda dengan proses training yang membutuhkan daya komputasi masif, inference adalah proses di mana model AI menerapkan apa yang telah dipelajari untuk menghasilkan respons atau mengambil keputusan.

Inference yang lebih cepat dan murah dianggap sebagai kunci utama dalam menskalakan aplikasi AI secara luas. Dengan chip ini, Nvidia berupaya mendominasi pasar inference yang saat ini mulai digempur oleh chip kustom buatan raksama teknologi lain seperti Google, Amazon, dan lainnya.

Selain itu, Kevin Cook dari Zacks Investment Research memprediksi adanya pembaruan terkait kemitraan Nvidia dengan Groq, perusahaan inference yang teknologinya dilisensi oleh Nvidia senilai $20 miliar (sekitar Rp314 triliun) pada akhir tahun lalu.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran inovasi terbaru dari Nvidia di GTC 2026 diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi lanskap teknologi di Indonesia:

  1. Efisiensi Operasional Startup: Startup lokal yang mengandalkan Machine Learning dan Generative AI dapat menekan biaya operasional Cloud Computing berkat proses AI Inference yang lebih hemat energi dan murah.
  2. Adopsi AI Agent di Sektor Korporasi: Dengan platform NemoClaw yang bersifat open-source, perusahaan perbankan dan Fintech di Indonesia dapat lebih mudah membangun AI Agent untuk layanan pelanggan otonom tanpa harus membangun infrastruktur dari nol.
  3. Sentimen Pasar Modal: Sebagai pemimpin pasar GPU global, pengumuman di GTC seringkali memengaruhi pergerakan saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memiliki korelasi dengan sentimen global terhadap Semiconductor dan Data Center.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin