Advertisement

Ad space available

Berita AI

Granola Raup Dana $125 Juta, Valuasi Melonjak Jadi $1,5 Miliar Lewat Ekspansi ke Aplikasi AI Enterprise

Startup AI Granola berhasil mengumpulkan dana sebesar $125 juta dalam putaran Series C, melambungkan valuasinya menjadi $1,5 miliar. Pendanaan ini mendorong Granola untuk bertransformasi dari aplikasi pencatat rapat menjadi solusi AI kelas enterprise yang lebih komprehensif.

Tim Rekayasa AI
Penulis
25 Maret 2026
4 min read
#AI#Enterprise AI#Pendanaan Startup#Granola#Aplikasi Rapat
Granola Raup Dana $125 Juta, Valuasi Melonjak Jadi $1,5 Miliar Lewat Ekspansi ke Aplikasi AI Enterprise

Granola Mengamankan Pendanaan Besar untuk Dominasi Pasar AI Enterprise

San Francisco, (25 Maret 2026)

Key Takeaway

Granola, perusahaan di balik aplikasi pencatat rapat bertenaga AI, telah mengamankan pendanaan Series C sebesar $125 juta. Pendanaan ini melambungkan valuasi Granola dari $250 juta menjadi $1,5 miliar. Perusahaan kini berekspansi dari aplikasi prosumer menjadi solusi AI kelas enterprise yang lebih komprehensif, memperkenalkan fitur 'Spaces' dan API baru. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung integrasi AI agent dan mengatasi keluhan pengguna terkait akses data dan workflow AI yang terganggu.

Mengutip laporan dari TechCrunch, Granola, aplikasi pencatat rapat berbasis AI, berhasil meraup pendanaan Series C sebesar $125 juta. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Danny Rimer dari Index Ventures, dengan partisipasi dari Mamoon Hamid dari Kleiner Perkins, serta investor lama seperti Lightspeed, Spark, dan NFDG. Suntikan dana segar ini mendongkrak valuasi perusahaan menjadi $1,5 miliar, naik signifikan dari $250 juta pada putaran sebelumnya setahun lalu.

Dengan pendanaan terbaru ini, total dana yang berhasil dikumpulkan Granola mencapai $192 juta. Peningkatan valuasi ini mencerminkan keberhasilan Granola dalam menarik minat investor, terutama karena evolusinya dari aplikasi pencatat rapat sederhana menjadi solusi AI yang lebih canggih untuk kebutuhan enterprise.

Seiring dengan pengumuman pendanaan, Granola juga meluncurkan fitur baru bernama 'Spaces'. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat workspace untuk tim, di mana catatan rapat dapat diorganisir dalam 'Folders' dengan kontrol akses yang granular. Pengguna kini dapat melakukan query catatan dari 'Spaces' dan 'Folders' secara terpisah, meningkatkan kolaborasi dan manajemen informasi dalam skala perusahaan.

Pencatatan rapat bertenaga AI telah menjadi commodity dengan banyaknya pemain di pasar. Oleh karena itu, Granola berfokus pada diferensiasi dengan memperkenalkan Model Context Protocol (MCP) server pada Februari lalu, dan kini menambahkan dua API baru. Personal API memungkinkan pengguna mengakses catatan pribadi dan yang dibagikan, sementara Enterprise API dirancang untuk administrator dalam mengelola konteks tim.

Langkah ini merupakan respons terhadap keluhan pengguna sebelumnya, termasuk mitra a16z, yang kecewa karena Granola mengunci local database-nya dan mengganggu workflow AI agent yang telah mereka atur. Co-founder Granola, Chris Pedregal, menjelaskan bahwa perubahan penyimpanan data diperlukan karena local cache tidak dirancang untuk menangani workflow AI yang kompleks. Ia berjanji akan meluncurkan API untuk akses data massal dan mencari cara agar Granola dapat bekerja dengan AI agent lokal.

Granola juga memperbarui MCP server-nya untuk memungkinkan pengguna melihat catatan di folders dan catatan yang dibagikan. Aplikasi ini telah terintegrasi dengan berbagai tool populer seperti Claude, ChatGPT, Lovable, Figma Make, Replit, Manus, v0, Bolt.new, Duckbill, dan Dreamer, dengan rencana untuk menambah lebih banyak mitra di masa mendatang.

Di tengah persaingan ketat, nilai sebenarnya bagi startup di kategori ini adalah memungkinkan pengguna dan perusahaan mengambil tindakan berdasarkan catatan dan transkrip rapat. Hal ini dapat mencakup penyusunan follow-up email, penjadwalan rapat berikutnya, atau penarikan pengetahuan dari database perusahaan dan CRM untuk memfinalisasi lead. Beberapa perusahaan seperti Read AI, Fireflies, dan Quill sudah bergerak ke arah ini, menunjukkan tren industri menuju AI yang lebih actionable.

Dampak bagi Indonesia

Keberhasilan Granola dalam meraup pendanaan besar dan ekspansi ke solusi AI enterprise memiliki implikasi signifikan bagi lanskap teknologi di Indonesia. Pertama, ini menjadi indikator kuat bahwa pasar untuk aplikasi AI yang meningkatkan produktivitas dan kolaborasi di lingkungan kerja sedang berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama yang mengadopsi model kerja hibrida atau remote, akan semakin mencari solusi serupa untuk efisiensi operasional dan manajemen informasi rapat.

Valuasi Granola yang mencapai sekitar Rp 23,3 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.500 per USD) menunjukkan minat investor global yang besar terhadap inovasi AI. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi startup AI lokal di Indonesia untuk menarik pendanaan, baik dari investor domestik maupun internasional, dengan mengembangkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan budaya kerja Indonesia.

Selain itu, fokus Granola pada integrasi AI agent dan penanganan data perusahaan menyoroti pentingnya keamanan dan privasi data. Di Indonesia, dengan implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), startup AI dan perusahaan yang mengadopsi teknologi ini harus memastikan kepatuhan yang ketat. Kebutuhan akan platform AI yang aman dan terintegrasi dengan workflow internal akan mendorong pertumbuhan segmen cybersecurity dan data management di ekosistem AI Indonesia.

---*Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join [Komunitas Rekayasa AI di Discord](https://discord.gg/s9jwwtXc6V) untuk diskusi lebih lanjut.*

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin