Ad space available
Google Vids Kini Dukung Avatar dengan Kendali Prompt AI untuk Kreasi Video
Google Vids menambahkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengarahkan dan menyesuaikan avatar untuk kreasi video hanya dengan menggunakan prompt teks. Pembaruan ini juga membawa dukungan untuk model Generative AI Veo 3.1 dan kemudahan ekspor langsung ke YouTube.

Google Vids Kini Dukung Avatar dengan Kendali Prompt AI
SAN FRANCISCO, (Kamis, 2 April 2026)
- Google Vids kini memungkinkan pengguna mengarahkan dan menyesuaikan avatar dalam video menggunakan prompt teks, dengan mempertahankan konsistensi karakter.
- Aplikasi ini juga mengintegrasikan Veo 3.1, model Generative AI untuk video berdurasi delapan detik, serta dukungan ekspor langsung ke YouTube.
- Fitur baru ini memperkuat posisi Google Vids sebagai alat kreasi konten AI yang komprehensif, khususnya bagi pengguna enterprise dan konsumen.
Mengutip laporan dari TechCrunch, pada hari Kamis, Google menambahkan fitur-fitur baru ke aplikasi editor videonya, Vids. Pembaruan ini mencakup kemampuan untuk mengarahkan dan menyesuaikan avatar melalui prompt teks, dukungan untuk Veo 3.1, kemampuan untuk mengekspor video langsung ke YouTube, serta fitur perekaman layar menggunakan Chrome extension.
Pengguna kini dapat menggunakan prompt bahasa natural untuk mengarahkan avatar agar "berakting" dalam sebuah adegan. Hal ini bisa meliputi avatar yang berinteraksi dengan sebuah produk, properti, atau peralatan. Google menyatakan bahwa, meskipun output bersifat dinamis, Vids mampu menjaga konsistensi karakter.
Berdasarkan tema video, pengguna juga dapat menyesuaikan karakter dengan mengubah penampilan, pakaian, dan menciptakan latar belakang baru melalui prompt. Ini memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam produksi konten berbasis AI.
Bulan lalu, Google telah menambahkan model kreasi musik Lyria 3 dan Lyria 3 Pro ke Vids untuk memungkinkan pengguna menambahkan efek suara atau musik ke klip mereka. Dengan peluncuran ini, Google menghadirkan model video generation Veo 3.1, yang dapat membuat klip berdurasi delapan detik di dalam alat pengeditan video. Perusahaan memberikan 10 kali generasi gratis per bulan kepada semua pengguna, sementara akun Google AI Ultra dan Workspace AI Ultra dapat menghasilkan hingga 1.000 video Veo per bulan.
Selain itu, Google menambahkan kemampuan untuk mengekspor video yang sudah jadi langsung ke YouTube, menghemat kerumitan mengunduh dan mengunggahnya ke saluran tersebut. Semua video yang diekspor secara default bersifat pribadi, sehingga pengguna dapat meninjau video sebelum mempublikasikannya. Perusahaan juga menambahkan Chrome extension perekam layar baru ke suite video, memungkinkan pengguna merekam layar dengan audio atau video.
Google secara konsisten menambahkan fitur ke Vids setelah pertama kali meluncurkan produk ini pada tahun 2024 untuk melayani kreasi konten enterprise. Tahun lalu, perusahaan membawa avatar AI ke Vids dan memperluas akses ke konsumen. Pada Februari, Google menambahkan avatar gaya kartun 2D dan 3D serta dukungan bahasa untuk tujuh bahasa voiceover baru, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Korea, Portugis, Spanyol, dan Jepang.
Google Vids bersaing dengan platform lain seperti Synthesia, HeyGen, D-ID, dan Lemon Slice, yang juga berfokus pada teknologi avatar digital dan kreasi video berbasis AI.
Dampak bagi Indonesia
Pembaruan pada Google Vids ini memiliki potensi dampak signifikan bagi ekosistem digital dan industri kreatif di Indonesia. Dengan kemampuan mengarahkan avatar menggunakan prompt teks dan fitur Generative AI Veo 3.1, proses pembuatan konten video akan semakin terdemokratisasi. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta content creator independen di Indonesia dapat memanfaatkan alat ini untuk menghasilkan materi promosi, edukasi, atau hiburan berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang lebih rendah dan waktu yang lebih efisien.
Fitur ekspor langsung ke YouTube juga akan sangat mempermudah distribusi konten bagi kreator lokal. Meskipun Vids adalah aplikasi global, kemudahan akses ke teknologi AI canggih ini dapat memicu inovasi di kalangan pengembang lokal untuk menciptakan solusi serupa atau mengadaptasinya sesuai kebutuhan pasar Indonesia. Peningkatan jumlah video yang dihasilkan secara AI juga berpotensi mengubah lanskap konsumsi media digital di Indonesia, mendorong platform dan publisher lokal untuk beradaptasi dengan konten yang semakin beragam dan mudah dibuat.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


