Advertisement

Ad space available

Berita AI

Google Maps Rilis Fitur Generative AI Terbaru untuk Sektor Enterprise

Google memperkenalkan integrasi Generative AI pada Google Maps untuk membantu perusahaan melakukan visualisasi proyek secara realistis. Fitur baru ini diumumkan dalam ajang Cloud Next 2026 di Las Vegas.

Tim Rekayasa AI
Penulis
22 April 2026
4 min read
#Google Maps#Generative AI#Cloud Next#Enterprise#BigQuery
Google Maps Rilis Fitur Generative AI Terbaru untuk Sektor Enterprise

Google Maps Makin Canggih dengan Integrasi Generative AI Terbaru

LAS VEGAS, (22 April 2026)

Key Takeaway
  • Fitur "Maps Imagery Grounding" memungkinkan pengguna enterprise membuat visualisasi proyek realistis di Street View menggunakan prompt melalui Gemini Enterprise Agent Platform.
  • Google Earth kini mendukung analisis data satelit di BigQuery yang mampu memangkas waktu kerja dari hitungan minggu menjadi menit.
  • Dua model Earth AI Imagery baru diperkenalkan untuk mengidentifikasi objek infrastruktur secara otomatis tanpa perlu melatih AI dari nol.

Google baru saja memperkenalkan serangkaian fitur Generative AI baru untuk platform pemetaan dan aplikasi geospatial miliknya yang ditujukan bagi pengguna enterprise. Mengutip laporan dari TechCrunch, fitur-fitur ini diumumkan dalam ajang Cloud Next di Las Vegas pekan ini, membawa peningkatan signifikan pada kemampuan analisis data dan visual platform Google.

Melansir data resmi perusahaan, salah satu fitur unggulan yang diluncurkan adalah Maps Imagery Grounding. Fitur ini memungkinkan pelaku bisnis menggunakan Generative AI untuk menciptakan visualisasi pemandangan realistis di dalam Google Street View. Melalui Gemini Enterprise Agent Platform, pengguna cukup memasukkan prompt teks untuk melihat bagaimana sebuah proyek—seperti lokasi syuting film atau lokasi konstruksi—akan tampak di dunia nyata. Google bahkan mengintegrasikan Veo untuk memberikan animasi pada pemandangan tersebut.

Efisiensi Analisis Geospatial

Selain visualisasi, Google juga memperluas cara pengguna menganalisis data dari citra satelit di Google Earth. Fitur baru yang disebut Aerial and Satellite Insights memungkinkan analisis citra yang tersimpan di BigQuery, platform data warehouse berbasis Cloud Computing milik Google. Perusahaan mengklaim bahwa fitur ini mampu menyusutkan pekerjaan yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya beberapa menit saja.

Tak hanya itu, Google meluncurkan dua model Earth AI Imagery baru. Sistem AI ini dirancang khusus untuk membantu analisis geospatial dengan kemampuan mengidentifikasi objek spesifik seperti jembatan, jalan raya, dan saluran listrik. Sebelumnya, perusahaan harus membangun dan melatih sistem AI mereka sendiri secara mandiri, sebuah proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Dengan model pre-trained ini, bisnis tidak perlu lagi memulai pengembangan AI dari awal.

Pengumuman ini memperkuat posisi Google dalam pasar enterprise geospatial AI. Saat ini, platform Earth AI milik Google telah digunakan oleh mitra global seperti Airbus dan Boston Children’s Hospital untuk berbagai aplikasi, mulai dari pemantauan lingkungan hingga respons bencana alam.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran fitur Generative AI pada layanan pemetaan Google ini membawa potensi besar bagi sektor infrastruktur dan perencanaan kota di Indonesia. Penggunaan Maps Imagery Grounding dapat membantu arsitek dan pengembang lokal dalam memvisualisasikan proyek pembangunan di kawasan padat penduduk seperti Jakarta atau pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan akurasi visual yang lebih tinggi.

Dari sisi ekonomi, efisiensi yang ditawarkan oleh Aerial and Satellite Insights di BigQuery dapat menekan biaya operasional perusahaan logistik dan pertambangan di Indonesia. Dengan kemampuan memproses data satelit dalam hitungan menit, perusahaan dapat menghemat biaya riset lapangan yang mahal. Meskipun layanan ini berbasis langganan dalam mata uang USD, penghematan waktu dan sumber daya manusia (SDM) diprediksi akan memberikan nilai ekonomis yang jauh lebih besar bagi industri teknologi nasional.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin