Ad space available
Google Investasi US$40 Miliar di Anthropic, Perkuat Infrastruktur AI Global
Google mengumumkan rencana investasi hingga US$40 miliar untuk Anthropic guna mengamankan kapasitas komputasi masif bagi pengembangan model AI masa depan. Langkah strategis ini mencakup penyediaan dana tunai serta akses prioritas ke infrastruktur Google Cloud dan chip TPU.

Google Investasi US$40 Miliar di Anthropic, Perkuat Infrastruktur AI Global
SAN FRANCISCO, (24 April 2026)
- Google berkomitmen mengucurkan total investasi hingga US$40 miliar ke Anthropic, yang terdiri dari US$10 miliar dana tunai awal dan US$30 miliar berdasarkan target performa.
- Kesepakatan ini memberikan Anthropic akses ke 5 gigawatt kapasitas komputasi melalui Google Cloud dan penggunaan eksklusif Tensor Processing Units (TPU).
- Investasi ini dilakukan setelah Anthropic merilis model Mythos, sebuah LLM bertenaga tinggi yang difokuskan pada aplikasi Cybersecurity.
Google berencana menginvestasikan dana hingga US$40 miliar ke Anthropic untuk mendukung kebutuhan komputasi perusahaan AI tersebut yang terus berkembang pesat. Melansir laporan dari TechCrunch dan Bloomberg, anak perusahaan Alphabet ini berkomitmen untuk memberikan pendanaan awal sebesar US$10 miliar dengan valuasi Anthropic mencapai US$350 miliar, sementara US$30 miliar sisanya akan menyusul jika target performa tertentu berhasil dicapai.
Langkah besar ini menyusul peluncuran terbatas model terbaru Anthropic yang dinamakan Mythos pada bulan ini. Anthropic mengeklaim bahwa Mythos adalah model paling kuat yang pernah mereka buat dengan fokus utama pada kapabilitas Cybersecurity. Namun, karena risiko penyalahgunaan yang tinggi, Anthropic membatasi akses publik secara ketat sementara mereka mengevaluasi risiko keamanan model tersebut bersama organisasi terpilih.
Persaingan Kapasitas Komputasi yang Semakin Ketat
Dalam industri AI saat ini, kemenangan tidak lagi hanya ditentukan oleh algoritma, tetapi juga oleh akses terhadap Cloud Computing dan kapasitas Data Center yang masif untuk melatih dan menjalankan sistem tersebut. Pesaing utama mereka, OpenAI, telah bergerak agresif mengamankan infrastruktur melalui kesepakatan bernilai ratusan miliar dolar dengan penyedia Cloud Computing, pemasok chip, hingga sektor energi.
Anthropic sendiri tengah berupaya keras mengatasi keterbatasan kapasitas infrastruktur yang sempat memicu keluhan pengguna terkait batasan penggunaan Claude. Sebelum kesepakatan dengan Google ini, Anthropic juga telah menjalin kemitraan dengan CoreWeave dan mendapatkan suntikan dana tambahan sebesar US$5 miliar dari Amazon.
Google, meskipun bersaing dalam pengembangan model AI, merupakan pemasok infrastruktur kunci bagi Anthropic. Perusahaan rintisan ini sangat bergantung pada Google Cloud untuk mengakses Tensor Processing Units (TPU), chip khusus yang dirancang untuk beban kerja AI yang dianggap sebagai alternatif terbaik bagi GPU milik Nvidia yang sangat langka di pasar.
Kemitraan baru ini memperluas kerja sama yang sudah ada, di mana Google Cloud kini akan menyediakan kapasitas tambahan sebesar 5 gigawatt selama lima tahun ke depan, dengan opsi untuk melakukan skala lebih lanjut seiring pertumbuhan kebutuhan Anthropic.
Dampak bagi Indonesia
Investasi masif senilai US$40 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp646 triliun (kurs Rp16.150/US$) ini akan memberikan dampak tidak langsung namun signifikan bagi lanskap teknologi di Indonesia:
- Akselerasi Infrastruktur Data Center Lokal: Komitmen Google dalam menyediakan kapasitas komputasi global sering kali diikuti dengan ekspansi wilayah Cloud Computing. Hal ini berpotensi memicu peningkatan investasi Data Center di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mengurangi latensi bagi pengguna lokal.
- Keamanan Siber di Sektor Fintech: Model Mythos yang fokus pada Cybersecurity dapat menjadi standar baru bagi perlindungan infrastruktur digital di Indonesia, terutama pada sektor Fintech dan perbankan yang kini menjadi target utama serangan siber.
- Adopsi Teknologi Berbasis Cloud: Dengan semakin kuatnya infrastruktur AI global, perusahaan di Indonesia akan mendapatkan akses ke layanan Generative AI yang lebih stabil dan kuat melalui Google Cloud, mendorong efisiensi di industri manufaktur hingga layanan publik.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


