Advertisement

Ad space available

Berita AI

Google Gandeng Airtel Perangi Spam RCS di India, Gunakan Filter AI

Google mengintegrasikan sistem filter spam tingkat operator seluler ke dalam protokol RCS di India. Langkah strategis ini bertujuan menekan angka penipuan dan pesan promosi ilegal yang mengganggu pengguna.

Tim Rekayasa AI
Penulis
1 Maret 2026
4 min read
#Google#RCS#Airtel#Keamanan Siber#Spam
Google Gandeng Airtel Perangi Spam RCS di India, Gunakan Filter AI

Google Gandeng Airtel Perangi Spam RCS di India

NEW DELHI, (1 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Google menjalin kemitraan dengan Bharti Airtel untuk mengintegrasikan filter spam tingkat operator langsung ke ekosistem Rich Communication Services (RCS).
  • Sistem ini menggabungkan network intelligence milik Airtel dengan platform Google untuk verifikasi pengirim bisnis secara real-time.
  • Langkah ini menjadi solusi atas tingginya angka spam di India yang sempat memaksa Google menghentikan sementara iklan bisnis pada tahun 2022.

Melansir laporan dari TechCrunch, Google kini menempuh langkah agresif untuk mengatasi masalah spam yang telah lama menghantui layanan Rich Communication Services (RCS) di India. Tidak bergerak sendiri, raksasa teknologi ini menjalin kemitraan strategis dengan Bharti Airtel, operator telekomunikasi terbesar kedua di India dengan lebih dari 463 juta pelanggan.

Kerja sama ini memungkinkan penyaringan spam tingkat jaringan (carrier-level filtering) diintegrasikan langsung ke dalam ekosistem RCS. Langkah ini diambil untuk memperkuat perlindungan terhadap pesan yang tidak diinginkan dan potensi penipuan (fraud) yang kerap menyasar pengguna smartphone di India.

Perang Melawan Spam dan Penipuan Digital

India telah menjadi pasar yang sangat menantang bagi Google terkait masalah spam. Pertumbuhan pesat pembayaran digital dan praktik pemasaran perusahaan yang agresif memicu ledakan pesan promosi ilegal. Pada tahun 2022, keluhan pengguna di aplikasi Google Messages begitu masif hingga Google terpaksa menghentikan sementara fitur promosi bisnis di negara tersebut.

Airtel menyatakan bahwa mereka sebelumnya cukup berhati-hati dalam mengadopsi RCS secara penuh. "Kami tidak langsung bergabung dengan Google karena kami ingin memastikan pesan RCS dialirkan melalui filter spam milik Airtel terlebih dahulu," ujar juru bicara Airtel.

Di bawah kemitraan ini, kecerdasan jaringan Airtel akan digabungkan dengan platform Google RCS untuk melakukan pemeriksaan real-time pada pesan bisnis. Fitur ini mencakup verifikasi pengirim, deteksi spam, hingga penegakan preferensi do-not-disturb milik pengguna. Airtel mengklaim integrasi ini sebagai yang pertama di dunia di mana kontrol operator seluler digabungkan secara mendalam dengan platform messaging Over-The-Top (OTT).

Masa Depan Pesan Berbasis RCS

Sameer Samat, President of Android Ecosystem di Google, menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan ekosistem operator seluler guna menciptakan pengalaman pengiriman pesan yang konsisten dan tepercaya bagi pengguna RCS di seluruh dunia.

India merupakan pasar krusial bagi ambisi Google, dengan lebih dari 700 juta pengguna smartphone. Di sisi lain, persaingan sangat ketat dengan WhatsApp yang memiliki lebih dari 853 juta pengguna di negara tersebut. Penguatan keamanan di level protokol RCS diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengguna untuk beralih dari SMS tradisional maupun aplikasi pihak ketiga.

Dampak bagi Indonesia

Fenomena spam melalui Rich Communication Services (RCS) juga mulai dirasakan oleh pengguna di Indonesia seiring dengan penetrasi smartphone Android yang masif. Mengingat karakteristik pasar Indonesia yang mirip dengan India—terutama dalam tingginya angka penipuan berbasis SMS/chat—langkah Google ini bisa menjadi cetak biru bagi operator seluler lokal seperti Telkomsel, XL Axiata, atau Indosat Ooredoo Hutchison.

  1. Keamanan Finansial: Integrasi filter di level operator dapat membantu menekan angka penipuan perbankan (phishing) yang marak dikirim melalui pesan teks di Indonesia.
  2. Standarisasi Bisnis: Pelaku usaha di Indonesia yang menggunakan RCS sebagai kanal pemasaran harus lebih patuh pada aturan verifikasi jika sistem serupa diterapkan oleh operator lokal guna menghindari blokir otomatis.
  3. Pengalaman Pengguna: Jika filter ini berhasil, pengguna Google Messages di Indonesia dapat menikmati kotak masuk yang lebih bersih tanpa perlu aplikasi pihak ketiga seperti Truecaller untuk menyaring pesan sampah.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin