Ad space available
Genesis AI Luncurkan GENE-26.5: Robot Full Stack dengan Tangan Mirip Manusia
Startup Genesis AI memperkenalkan GENE-26.5, model AI dasar untuk robotika yang dilengkapi tangan robotik dengan anatomi menyerupai manusia. Inovasi ini bertujuan mempercepat pelatihan AI untuk melakukan tugas fisik kompleks melalui pendekatan full stack.

Genesis AI Luncurkan GENE-26.5: Robot Full Stack dengan Tangan Mirip Manusia
SAN FRANCISCO, (6 Mei 2026)
- Genesis AI memperkenalkan GENE-26.5, sebuah model AI dasar (foundational AI) yang diintegrasikan langsung dengan perangkat keras tangan robotik buatan sendiri.
- Startup ini telah mengantongi pendanaan seed round sebesar $105 juta (sekitar Rp1,68 triliun) dari investor ternama seperti Khosla Ventures dan Eric Schmidt.
- Tangan robotik Genesis dirancang dengan ukuran dan bentuk tangan manusia untuk memperkecil embodiment gap dalam pelatihan AI.
Melansir laporan dari TechCrunch, startup robotika Genesis AI yang didukung oleh Khosla Ventures baru saja meluncurkan model AI pertamanya yang diberi nama GENE-26.5. Namun, kejutan sebenarnya bukan hanya pada perangkat lunaknya, melainkan demo yang menunjukkan bahwa perusahaan ini telah beralih menjadi pemain full stack dengan mengembangkan tangan robotik secara internal.
CEO dan co-founder Genesis AI, Zhou Xian, menyatakan bahwa kendali atas perangkat keras sangat krusial bagi kecerdasan robot. "Model AI yang lebih baik berarti kecerdasan yang lebih baik, namun kami menyadari perlunya kontrol atas hardware. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk bergerak secara full stack," ujar Zhou kepada TechCrunch.
Menutup 'Embodiment Gap' dengan Desain Humanoid
Berbeda dengan banyak perusahaan robotika yang menggunakan gripper dua jari, tangan robotik Genesis memiliki ukuran dan bentuk yang identik dengan tangan manusia. Desain ini bukan sekadar estetika, melainkan strategi untuk mempermudah pengumpulan data.
Presiden Genesis AI, Théophile Gervet, yang merupakan mantan ilmuwan riset di Mistral AI, menjelaskan bahwa desain ini memungkinkan mereka mengumpulkan lebih banyak data nyata untuk melatih model melakukan berbagai tugas. Dalam demo video yang dirilis, robot ini mampu melakukan aktivitas rumit seperti memecahkan telur, mengiris tomat, bermain piano, hingga menyelesaikan Rubik's Cube.
Untuk mendukung pelatihan ini, Genesis juga mengembangkan sarung tangan khusus yang dilengkapi sensor. Sarung tangan ini berfungsi sebagai kembaran digital (digital double) yang merekam setiap gerakan tangan manusia secara presisi. Data ini kemudian digunakan untuk melatih model AI tanpa terhambat oleh masalah embodiment gap—ketidakcocokan fisik antara instruktur (manusia) dan pengikut (robot).
Masa Depan Robotika dan Pengumpulan Data
Genesis AI saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai industri, mulai dari manufaktur hingga laboratorium farmasi. Rencananya, pekerja di sektor tersebut dapat menggunakan sarung tangan sensor Genesis saat bekerja untuk secara pasif melatih AI. Model GENE-26.5 juga dilaporkan telah dilatih menggunakan volume besar data video internet berbasis aktivitas manusia.
Perusahaan yang memiliki kantor di Paris, London, dan California ini berencana untuk segera mengungkap robot full-body pertama mereka. Dengan total tim sebanyak 60 orang, Genesis berambisi membangun sistem robotika paling mumpuni di dunia yang mampu beradaptasi dengan lingkungan manusia secara alami.
Dampak bagi Indonesia
Inovasi full stack dari Genesis AI membawa implikasi signifikan bagi lanskap teknologi dan ekonomi di Indonesia:
- Modernisasi Sektor Manufaktur & UMKM: Dengan pendanaan masif senilai Rp1,68 triliun, teknologi robot tangan presisi ini berpotensi masuk ke industri manufaktur Indonesia di masa depan. Robot yang mampu memotong bahan makanan atau merakit komponen kecil dengan ketepatan manusia dapat meningkatkan standarisasi produk ekspor UMKM pangan.
- Kebutuhan Data Lokal: Teknologi sarung tangan sensor Genesis membuka peluang bagi penyedia data di Indonesia untuk terlibat dalam pelatihan AI. Namun, hal ini juga menuntut regulasi yang kuat terkait hak cipta data aktivitas pekerja dan perlindungan tenaga kerja dari otomatisasi.
- Investasi Deeptech: Keberhasilan Genesis AI dalam meraih dana seed yang sangat besar dapat memicu minat modal ventura lokal untuk lebih berani melirik startup Indonesia yang bermain di sektor Hardware-as-a-Service (HaaS) dan Robotics, bukan sekadar perangkat lunak.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


