Ad space available
Fuse Raih $25 Juta, Siap Disrupsi Sistem Pinjaman dengan AI-Native
Startup Fintech Fuse mengamankan pendanaan Seri A senilai $25 juta untuk menggantikan sistem pinjaman warisan dengan platform AI-native. Perusahaan juga meluncurkan 'rescue fund' $5 juta guna membantu transisi institusi keuangan.

Fuse Raih $25 Juta, Siap Disrupsi Sistem Pinjaman dengan AI-Native
[SAN FRANCISCO], (16 Maret 2026)
- Fuse mengantongi $25 juta dalam putaran Series A untuk menggantikan sistem Loan Origination System (LOS) yang sudah usang.
- Perusahaan meluncurkan 'rescue fund' sebesar $5 juta untuk mensubsidi biaya transisi bagi institusi yang ingin beralih ke platform AI-native.
- Teknologi ini menggunakan AI Agent untuk otomatisasi underwriting, yang diklaim mampu menekan biaya operasional secara signifikan.
Mengutip laporan dari TechCrunch, startup Fintech asal San Francisco, Fuse, resmi mengumumkan perolehan pendanaan Series A sebesar $25 juta. Putaran ini dipimpin oleh Footwork, Primary Venture Partners, NextView Ventures, dan Commerce Ventures untuk mendukung misi mereka dalam memodernisasi Loan Origination System (LOS).
Didirikan oleh Andres Klaric dan Marc Escapa, Fuse lahir dari frustrasi terhadap legacy software yang kaku dan sulit diintegrasikan. Mereka memanfaatkan kekuatan LLM dan Generative AI untuk membangun platform AI-native yang menjadi tulang punggung bagi industri peminjaman, mulai dari aplikasi awal, proses underwriting, hingga penyaluran kredit.
Salah satu hambatan utama bagi serikat kredit (credit unions) dalam mengadopsi teknologi baru adalah kontrak jangka panjang yang mahal dengan penyedia layanan lama. Untuk mengatasi hal ini, Fuse meluncurkan program unik bertajuk 'rescue fund' senilai $5 juta. Dana ini digunakan untuk memberikan akses gratis bagi 50 institusi pertama yang memenuhi syarat hingga kontrak mereka dengan vendor legacy berakhir.
Nikhil Basu Trivedi, General Partner di Footwork, menyatakan bahwa ada lebih dari 4.000 serikat kredit di Amerika Serikat yang membutuhkan pembaruan teknologi namun terkendala biaya operasional. Fuse hadir dengan janji integrasi yang jauh lebih cepat dibandingkan sistem tradisional yang biasanya memakan waktu hingga satu tahun.
Dampak bagi Indonesia
Fenomena yang dibawa Fuse memberikan pelajaran berharga bagi ekosistem Fintech di Indonesia, terutama dalam upaya digitalisasi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Koperasi. Dengan total pendanaan sekitar Rp392,5 miliar (kurs Rp15.700), Fuse menunjukkan bahwa sektor infrastruktur perbankan (B2B) tetap menjadi daya tarik utama bagi Venture Capital.
Di Indonesia, banyak lembaga keuangan mikro yang masih bergantung pada proses manual atau sistem legacy yang tidak efisien. Adopsi AI Agent untuk underwriting otomatis seperti yang ditawarkan Fuse dapat membantu institusi lokal menekan biaya operasional dan memperluas akses kredit bagi masyarakat kelas menengah. Strategi 'rescue fund' sebesar Rp78,5 miliar juga bisa menjadi inspirasi bagi startup lokal sebagai insentif bagi lembaga keuangan tradisional untuk berani melakukan transformasi digital tanpa terbebani biaya investasi ganda di awal.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


