Ad space available
Dua Co-founder Terakhir xAI Mundur, Elon Musk Rombak Total Perusahaan AI-nya
Dua pemimpin terakhir dari 11 co-founder awal xAI, Manuel Kroiss dan Ross Nordeen, dilaporkan telah meninggalkan startup kecerdasan buatan milik Elon Musk tersebut.

Dua Co-founder Terakhir xAI Mundur, Elon Musk Rombak Total Perusahaan AI-nya
SAN FRANCISCO, (28 Maret 2026)
- Seluruh 11 co-founder awal xAI kini telah meninggalkan perusahaan, dengan Manuel Kroiss dan Ross Nordeen sebagai dua nama terakhir yang mundur.
- Elon Musk mengonfirmasi xAI sedang dalam tahap pembangunan ulang secara total dari fondasi dasar karena struktur awal dianggap tidak tepat.
- Perubahan kepemimpinan ini terjadi saat xAI berada di bawah naungan SpaceX yang tengah mempersiapkan langkah untuk melantai di bursa saham (IPO).
Startup kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, dikabarkan telah kehilangan dua anggota terakhir dari jajaran pendiri aslinya. Mengutip laporan dari TechCrunch yang melansir data Business Insider, Manuel Kroiss dan Ross Nordeen resmi mengundurkan diri dari perusahaan tersebut pekan ini.
Kroiss, yang sebelumnya memimpin tim pretraining, dilaporkan telah memberi tahu rekan-rekannya mengenai pengunduran dirinya pada hari Rabu. Sementara itu, Nordeen, yang dikenal sebagai "tangan kanan" operasional Musk di xAI, menyusul hengkang pada hari Jumat. Dengan kepergian mereka berdua, kini tidak ada lagi satu pun dari 11 co-founder awal yang tersisa di dalam struktur kepemimpinan xAI.
Pembangunan Ulang dan Konsolidasi di Bawah SpaceX
Elon Musk baru-baru ini menyatakan bahwa xAI "tidak dibangun dengan benar pada awalnya," sehingga saat ini perusahaan sedang dalam proses pembangunan ulang secara menyeluruh dari lapisan fondasinya. Perubahan drastis ini juga bertepatan dengan akuisisi xAI oleh SpaceX pada Februari 2026 lalu. Langkah ini menyatukan aset SpaceX, xAI, dan platform X (sebelumnya Twitter) ke dalam satu payung korporasi besar.
Nordeen sendiri memiliki rekam jejak yang cukup signifikan di ekosistem Musk. Ia sebelumnya berpindah dari Tesla ke xAI dan sempat terlibat langsung dalam perencanaan pemangkasan karyawan besar-besaran di Twitter setelah akuisisi Musk pada tahun 2022. Di sisi lain, Kroiss memiliki peran teknis yang krusial dalam melatih model Generative AI perusahaan.
Strategi perombakan ini diduga kuat berkaitan dengan rencana SpaceX untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Dengan menggabungkan kapabilitas Data Center dan komputasi xAI ke dalam struktur SpaceX, Musk tampaknya ingin memperkuat valuasi perusahaan sebelum menuju pasar modal.
Dampak bagi Indonesia
Kondisi internal xAI yang fluktuatif ini membawa beberapa implikasi bagi ekosistem teknologi di tanah air:
- Ekosistem Starlink dan AI: Mengingat xAI kini berada di bawah SpaceX yang telah aktif beroperasi melalui Starlink di Indonesia, ketidakpastian manajemen ini dapat memengaruhi integrasi fitur AI berbasis satelit bagi pengguna di daerah terpencil Indonesia di masa depan.
- Sentimen Investor Lokal: Bagi investor di Indonesia yang memantau pergerakan saham teknologi global, restrukturisasi xAI menjadi sinyal risiko tinggi pada perusahaan-perusahaan di bawah kendali Musk, namun di sisi lain menunjukkan agresivitas dalam persiapan IPO SpaceX yang sangat dinanti.
- Persaingan LLM Lokal: Perombakan total xAI memberikan peluang bagi pengembang LLM (Large Language Model) lokal atau kompetitor lain seperti OpenAI dan Anthropic untuk lebih mendominasi pasar pengguna AI di Indonesia selagi xAI melakukan transisi internal.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


