Advertisement

Ad space available

Berita AI

Doss Raih $55 Juta untuk AI Inventory Management Terintegrasi ERP

Startup Doss mengamankan pendanaan Seri B senilai $55 juta untuk memperkuat sistem manajemen inventaris berbasis AI. Teknologi ini dirancang untuk menyinkronkan data fisik barang langsung dengan sistem ERP perusahaan.

Tim Rekayasa AI
Penulis
24 Maret 2026
4 min read
#AI#ERP#Inventory Management#Fintech#Startup
Doss Raih $55 Juta untuk AI Inventory Management Terintegrasi ERP

Doss Raih Pendanaan $55 Juta, Integrasikan AI Inventory Management ke Sistem ERP

[SAN FRANCISCO], (24 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Doss berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai $55 juta yang dipimpin oleh Madrona dan Premji Invest untuk mengembangkan solusi manajemen inventaris.
  • Berbeda dengan kompetitor, Doss memposisikan dirinya sebagai lapisan AI-native yang terintegrasi langsung dengan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang sudah ada.
  • Startup ini berfokus pada sinkronisasi real-time antara data fisik barang di gudang dengan pembukuan akuntansi (accounting ledger).

Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) sering kali dianggap sebagai 'otak pusat' sebuah perusahaan karena kemampuannya menghubungkan berbagai departemen—mulai dari keuangan, HR, hingga inventaris—ke dalam satu database tunggal. Melansir laporan dari TechCrunch, startup pendatang baru bernama Doss kini hadir untuk menyempurnakan ekosistem tersebut dengan teknologi AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul gelombang startup ERP berbasis AI seperti Rillet dan Campfire yang berusaha menggeser pemain lama seperti NetSuite. Namun, menurut Co-founder dan CEO Doss, Wiley Jones, banyak ERP berbasis AI baru ini kekurangan fitur inventory management yang kuat, yakni proses untuk memastikan data barang fisik tetap sinkron dengan accounting ledger.

Doss mengklaim telah memecahkan masalah ini dengan menyediakan lapisan inventory management berbasis AI-native yang dapat terhubung ke sistem akuntansi tradisional maupun startup ERP AI lainnya. Pada Selasa, Doss mengumumkan perolehan pendanaan Seri B sebesar $55 juta yang dipimpin oleh Madrona dan Premji Invest, dengan partisipasi dari Intuit, Theory Ventures, General Catalyst, Contrary Capital, dan Greyhound Capital.

Strategi Kolaborasi Ketimbang Kompetisi

Didirikan pada tahun 2023, Doss awalnya berfokus pada produk akuntansi inti. Namun, tahun lalu mereka memutuskan untuk mengubah haluan. Daripada bersaing langsung dengan startup ERP lainnya, Doss memilih untuk menjadi mitra strategis.

"Kami lebih memilih untuk bermitra dengan mereka dan memainkan permainan yang berbeda," ujar Jones. Ia menjelaskan bahwa sementara ERP AI-native lainnya mengelola accounts receivable dan accounts payable, sebagian besar tidak menawarkan fitur pengadaan (procurement) dan inventory management yang terintegrasi dengan alur kerja akuntansi.

Saat ini, basis pelanggan utama Doss adalah brand konsumen mid-market dengan pendapatan tahunan antara $20 juta hingga $250 juta. Salah satu klien utamanya adalah Verve Coffee Roasters, sebuah brand kopi spesialis kelas atas.

Persaingan di Era AI Agent

Meskipun Doss menawarkan solusi inovatif, tantangan tetap ada dari pemain lama. NetSuite, misalnya, baru-baru ini memperkenalkan pembaruan ERP berbasis AI mereka sendiri. Doss juga harus bersaing dengan startup agentic procurement lain seperti Didero yang berfokus pada otomatisasi pengadaan manufaktur.

Jones mengakui bahwa meyakinkan perusahaan untuk menggunakan dua sistem ERP—satu untuk akuntansi dan satu untuk inventaris—bukanlah hal yang mudah. Namun, kompleksitas implementasi ERP tradisional membuat banyak pelanggan kini lebih memilih untuk mengadopsi dua sistem berbasis AI yang lebih modern dan fleksibel.

Dampak bagi Indonesia

Sektor manufaktur dan ritel di Indonesia tengah berada dalam fase transformasi digital yang masif. Pendanaan Doss senilai $55 juta (sekitar Rp880 miliar) menunjukkan betapa krusialnya sinkronisasi data fisik dan finansial dalam rantai pasok modern.

Bagi perusahaan mid-market di Indonesia, adopsi teknologi AI Agent dalam manajemen inventaris dapat mengurangi risiko kerugian akibat ketidakcocokan stok (stock discrepancy) yang sering terjadi pada sistem manual. Selain itu, integrasi AI dengan sistem akuntansi seperti QuickBooks (dari Intuit) yang juga populer digunakan oleh pelaku usaha di tanah hari, membuka peluang bagi perusahaan lokal untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa harus merombak seluruh infrastruktur IT mereka secara total.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin