Ad space available
DoorDash Rilis Aplikasi 'Tasks', Bayar Kurir untuk Latih Model AI
DoorDash meluncurkan aplikasi 'Tasks' yang memungkinkan kurir mendapatkan bayaran dengan mengunggah video dan audio. Data tersebut akan digunakan untuk melatih sistem AI dan robotika dalam memahami dunia fisik.

DoorDash Rilis Aplikasi 'Tasks', Bayar Kurir untuk Latih Model AI
SAN FRANCISCO, (19 Maret 2026)
- DoorDash meluncurkan aplikasi mandiri "Tasks" yang membayar kurir untuk mengumpulkan data video dan audio guna melatih sistem AI.
- Tugas yang diberikan mencakup aktivitas fisik sehari-hari, seperti merekam proses mencuci piring hingga mengambil foto pintu masuk hotel.
- Program ini bertujuan membantu AI dan sistem robotika memahami interaksi di dunia fisik dengan lebih akurat.
DoorDash secara resmi mengumumkan peluncuran aplikasi mandiri baru bernama "Tasks". Mengutip laporan dari TechCrunch, aplikasi ini dirancang khusus untuk memberikan penghasilan tambahan bagi para kurir (Dasher) dengan menyelesaikan berbagai penugasan yang ditujukan untuk pengembangan AI dan sistem robotika.
Melansir data dari Bloomberg, para kurir kini dapat memperoleh uang dengan melakukan aktivitas seperti merekam video tugas sehari-hari atau merekam suara mereka saat berbicara dalam bahasa asing. DoorDash menyatakan bahwa data ini sangat krusial untuk membantu AI dan sistem robotika dalam memahami dinamika dunia fisik secara lebih mendalam.
Melatih AI Melalui Aktivitas Fisik
Sistem pembayaran dalam aplikasi Tasks ini ditentukan di muka berdasarkan tingkat kesulitan dan kompleksitas aktivitas yang dilakukan. Salah satu contoh tugas yang dilaporkan adalah meminta kurir merekam tangan mereka saat mencuci setidaknya lima piring menggunakan kamera tubuh (body camera). Kurir harus memastikan setiap piring yang bersih tertangkap kamera selama beberapa detik sebelum beralih ke piring berikutnya.
Rekaman audio dan video orisinal yang dikirimkan oleh pekerja akan digunakan untuk mengevaluasi in-house AI models milik DoorDash serta model yang dikembangkan oleh mitra mereka di sektor ritel, asuransi, perhotelan, dan teknologi.
Langkah DoorDash ini menyusul strategi serupa yang dilakukan oleh kompetitornya. Pada akhir tahun lalu, Uber juga mengumumkan rencana serupa untuk membiarkan pengemudi mendapatkan penghasilan tambahan melalui pekerjaan kecil, seperti mengunggah foto untuk melatih data labeling pada model AI.
Integrasi dengan Ekosistem Dasher
Selain aplikasi mandiri, fitur "Tasks" digital juga akan muncul di aplikasi utama Dasher. Beberapa contoh tugas lainnya meliputi:
- Mengambil foto menu restoran secara real-time.
- Memotret pintu masuk hotel untuk mempermudah navigasi pengantaran.
- Menutup pintu mobil otonom (self-driving cars) hasil kolaborasi DoorDash dengan Waymo.
"Tujuan dari Tasks adalah membantu lebih banyak bisnis memahami apa yang terjadi di lapangan dan mengumpulkan wawasan baru," ujar Ethan Beatty, General Manager DoorDash Tasks. Dengan lebih dari 8 juta Dasher di Amerika Serikat, DoorDash memiliki kapasitas besar untuk melakukan digitalisasi dunia fisik secara fleksibel.
Saat ini, aplikasi Tasks baru tersedia di beberapa wilayah di Amerika Serikat, tidak termasuk wilayah dengan regulasi ketat seperti California, New York City, Seattle, dan Colorado. Namun, DoorDash berencana untuk memperluas jenis tugas dan jangkauan negara di masa mendatang.
Dampak bagi Indonesia
Langkah DoorDash ini memberikan gambaran bagi industri gig economy di Indonesia, seperti Gojek dan Grab. Jika model ini diadopsi di tanah air, terdapat beberapa poin penting:
- Potensi Pendapatan Baru: Driver ojol di Indonesia bisa mendapatkan opsi penghasilan tambahan tanpa harus menempuh jarak jauh, cukup dengan melakukan data labeling atau pengumpulan aset visual di titik-titik strategis.
- Lokalisasi AI: Pengumpulan data suara dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia (Jawa, Sunda, dll) melalui aplikasi serupa dapat mempercepat pengembangan LLM dan AI Agent yang lebih relevan dengan konteks lokal.
- Regulasi Data: Praktik pengumpulan data visual di ruang publik (seperti menu restoran atau area hotel) akan bersinggungan dengan UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang memerlukan pengawasan ketat terkait privasi subjek yang terekam.
- Konversi Nilai: Jika tugas sederhana seperti memotret menu dihargai sekitar $1-$2, maka kurir di Indonesia berpotensi mendapatkan Rp15.000 hingga Rp30.000 per tugas singkat, yang cukup kompetitif dibandingkan tarif pengantaran jarak pendek.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


