Ad space available
DoorDash Luncurkan Fitur AI untuk Edit Foto Makanan dan Onboarding Merchant
DoorDash memperkenalkan rangkaian alat AI baru untuk membantu merchant mempercepat pendaftaran dan mengedit foto menu secara profesional. Langkah ini diambil untuk meminimalkan hambatan teknis bagi pemilik restoran.

DoorDash Hadirkan Alat AI: Percepat Onboarding dan Edit Foto Hidangan Secara Profesional
SAN FRANCISCO, (4 Mei 2026)
- DoorDash meluncurkan alat berbasis AI yang mampu mengambil data otomatis dari website merchant untuk mempercepat proses onboarding.
- Fitur AI Retouch dan AI Replate memungkinkan pemilik restoran mengedit pencahayaan, latar belakang, dan penataan piring secara digital.
- Uji coba fitur pembuatan website otomatis menunjukkan peningkatan konversi pesanan rata-rata hingga 10%.
DoorDash pada hari Senin resmi memperkenalkan serangkaian alat bertenaga AI yang dirancang khusus untuk membantu para merchant mempercepat proses pendaftaran (onboarding), mengedit foto hidangan agar tampil lebih menarik, hingga membuat website baru hanya dari konten yang sudah ada.
Mengutip laporan dari TechCrunch, alat onboarding terbaru ini memiliki mekanisme kerja yang serupa dengan teknologi yang diluncurkan Amazon pada tahun 2024. Merchant cukup memberikan tautan (URL) website mereka ke dalam sistem, dan AI akan secara otomatis mengambil informasi penting seperti foto, jam operasional, dan item menu untuk membuat listing di aplikasi DoorDash. Pemilik usaha tetap memiliki kendali penuh untuk meninjau dan mengedit informasi tersebut sebelum dipublikasikan.
Inovasi Visual dengan Generative AI
Selain kemudahan pendaftaran, DoorDash juga merombak video library mereka. Kini, merchant dapat menyematkan tag pada hidangan yang muncul di video, sehingga pelanggan bisa langsung memesan item tersebut saat menonton. Platform ini juga menyediakan statistik mendalam seperti total penayangan dan penjualan yang didorong oleh konten video tersebut.
Untuk sektor fotografi, DoorDash memperkenalkan dua fitur utama berbasis Generative AI:
- AI Retouch: Fitur ini dapat mengganti latar belakang, mempertajam gambar, dan mengoptimalkan pencahayaan tanpa mengubah wujud asli hidangan.
- AI Replate: Fitur yang lebih canggih ini mampu memanipulasi foto makanan agar terlihat seolah-olah disajikan oleh tenaga profesional, termasuk menyesuaikan pencahayaan dan komposisi warna.
"Di DoorDash, kami terus membangun alat untuk membantu merchant sukses, mulai dari hari pertama mereka di platform hingga setiap pesanan berikutnya. Teknologi yang tepat seharusnya menghilangkan hambatan, bukan menambahnya," ujar Brian Tolkin, Head of Merchant Product di DoorDash.
Ekspansi Commerce Platform
Fitur baru juga merambah ke Commerce Platform milik DoorDash. Pemilik restoran kini bisa membangun website fungsional hanya dengan memanfaatkan konten yang sudah ada di profil DoorDash mereka. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa selama masa uji coba, penggunaan website otomatis ini menghasilkan tingkat konversi pesanan rata-rata mendekati 10%.
Tak berhenti di situ, DoorDash juga menambahkan pembangun kampanye pemasaran (marketing campaign builder) yang memungkinkan otomatisasi pembuatan konten, pengiriman email promosi, hingga pengaturan jadwal kampanye secara mandiri.
Dampak bagi Indonesia
Langkah inovatif DoorDash ini memberikan gambaran bagi peta persaingan food delivery di Indonesia yang didominasi oleh GoFood (Gojek) dan GrabFood (Grab). Jika teknologi serupa diadopsi secara luas di tanah air, dampaknya akan sangat signifikan bagi sektor UMKM kuliner:
- Efisiensi Biaya Produksi: UMKM tidak lagi memerlukan jasa fotografer profesional yang mahal (yang biasanya berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp5.000.000 per sesi) berkat fitur AI Retouch dan AI Replate.
- Digitalisasi Kilat: Banyak pengusaha kuliner lokal yang memiliki media sosial namun belum memiliki website resmi. Fitur pembuatan website otomatis dapat membantu mereka meningkatkan kredibilitas tanpa biaya pengembangan web yang tinggi.
- Standarisasi Visual: Dengan AI, kualitas visual menu di platform pesan antar akan lebih seragam dan profesional, yang secara psikologis meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia saat berbelanja secara daring.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


