Ad space available
Didero Raih US$30 Juta untuk Otomasi Pengadaan Manufaktur Pakai Agentic AI
Didero mengantongi pendanaan Seri A senilai US$30 juta untuk mengotomatisasi rantai pasok manufaktur. Teknologi Agentic AI miliknya mampu mengubah komunikasi manual menjadi tugas otomatis dalam sistem ERP.

Didero Raih US$30 Juta untuk Otomasi Pengadaan Manufaktur Pakai Agentic AI
SAN FRANCISCO, (12 Februari 2026)
- Didero mengamankan pendanaan Seri A senilai US$30 juta yang dipimpin oleh Chemistry dan Headline untuk mengotomatisasi rantai pasok.
- Platform ini berfungsi sebagai lapisan Agentic AI di atas ERP yang mampu memproses komunikasi bahasa alami (email, WeChat) menjadi aksi sistematis.
- Fokus utama Didero adalah pengadaan bahan baku manufaktur, membedakannya dari solusi pembelian korporat umum.
Tim Spencer menyadari betapa rumitnya proses pengadaan (procurement) manufaktur saat menjalankan Markai, sebuah startup e-commerce di Asia selama pandemi. Mengutip laporan dari TechCrunch, Spencer melihat stafnya kewalahan menghadapi kompleksitas manual dalam mencari pemasok, menegosiasikan harga, melacak pesanan, hingga mengelola pembayaran.
Kini, melalui startup barunya, Didero, ia berupaya memecahkan masalah tersebut. Melansir data terbaru, Didero berhasil meraih pendanaan Seri A senilai US$30 juta yang dipimpin bersama oleh Chemistry dan Headline, dengan partisipasi dari dana ventura milik Microsoft, M12.
Mengubah Komunikasi Menjadi "Autopilot"
Menurut Spencer, perdagangan global saat ini masih sangat bergantung pada komunikasi bahasa alami. "Ini mencakup email, WeChat, panggilan telepon, purchase orders, hingga packing lists," ujarnya. Sebelum adanya Generative AI, potongan informasi yang terfragmentasi ini harus dilacak secara manual oleh manusia yang menghabiskan waktu memperbarui sistem pencatatan secara rutin.
Didero hadir sebagai lapisan Agentic AI yang beroperasi di atas sistem ERP (Enterprise Resource Planning) perusahaan yang sudah ada. Platform ini bertindak sebagai koordinator yang membaca komunikasi masuk dan secara otomatis mengeksekusi pembaruan serta tugas yang diperlukan tanpa intervensi manual yang intens.
Berbeda dengan pemain seperti Zip atau Oro Labs yang menggunakan AI untuk menyederhanakan pembelian korporat (seperti perangkat lunak atau ATK), Didero secara khusus menargetkan Supply Chain. Platformnya dirancang untuk produsen dan distributor yang perlu mencari bahan baku dan input mentah yang krusial untuk proses produksi.
Saat ini, Didero telah memiliki puluhan pelanggan, termasuk Footprint, sebuah perusahaan penyedia kemasan berkelanjutan berbasis tanaman.
Dampak bagi Indonesia
Sektor manufaktur merupakan kontributor besar bagi PDB Indonesia. Pendanaan Didero senilai US$30 juta (sekitar Rp471,9 miliar) membawa angin segar bagi modernisasi industri lokal:
- Efisiensi Rantai Pasok Lokal: Industri manufaktur di Indonesia, mulai dari tekstil hingga makanan-minuman, seringkali masih mengandalkan koordinasi via WhatsApp dan email. Implementasi Agentic AI dapat meminimalisir kesalahan input data dan mempercepat siklus pengadaan bahan baku.
- Daya Saing Ekspor: Dengan proses procurement yang masuk ke mode "autopilot", perusahaan manufaktur Indonesia dapat merespons permintaan pasar global dengan lebih cepat dan akurat, mengurangi hambatan administratif dalam perdagangan lintas negara.
- Modernisasi ERP Tanpa Rombak Total: Didero menawarkan solusi yang menjadi lapisan di atas ERP lama. Ini merupakan opsi efisien bagi perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi Generative AI tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur IT mereka yang sudah ada.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


