Advertisement

Ad space available

Berita AI

Databricks Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat Produk Keamanan AI Lakewatch

Databricks memperkuat lini keamanan siber dengan mengakuisisi Antimatter dan SiftD.ai guna meluncurkan produk Lakewatch. Langkah strategis ini didukung oleh modal besar pasca pendanaan US$5 miliar.

Tim Rekayasa AI
Penulis
24 Maret 2026
3 min read
#Databricks#AI Security#AI Agent#Cybersecurity#Cloud Computing
Databricks Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat Produk Keamanan AI Lakewatch

Databricks Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat Produk Keamanan AI Lakewatch

SAN FRANCISCO, (24 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Databricks meluncurkan Lakewatch, solusi keamanan berbasis AI Agent yang ditenagai oleh model Claude dari Anthropic.
  • Akuisisi Antimatter dan SiftD.ai memperkuat kemampuan platform dalam mengelola data sensitif dan kolaborasi manusia-AI.
  • Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi agresif Databricks setelah mengantongi pendanaan sebesar US$5 miliar.

Databricks, raksasa platform cloud data analytics, secara resmi mengumumkan akuisisi terhadap dua startups sekaligus, Antimatter dan SiftD.ai. Mengutip laporan dari TechCrunch, langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat landasan produk keamanan terbaru mereka yang bernama Lakewatch.

Melansir data perusahaan, Lakewatch memanfaatkan kemampuan Databricks dalam menyimpan data skala besar untuk menjalankan tugas Security Information and Event Management (SIEM) tradisional, seperti deteksi dan investigasi ancaman. Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan AI Agent yang ditenagai oleh model Claude dari Anthropic untuk mengotomatisasi proses keamanan.

Penguatan Melalui Antimatter dan SiftD.ai

Antimatter, yang akuisisinya baru terungkap sekarang meski telah selesai tahun lalu, berfokus pada pengembangan data control plane. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk menerapkan AI Agent secara aman sambil tetap melindungi data sensitif. Andrew Krioukov, pendiri Antimatter dan pemenang RSA Innovation Sandbox, kini memimpin tim Lakewatch di Databricks.

Sementara itu, SiftD.ai merupakan startup muda yang baru meluncurkan produknya pada November lalu. Startup ini mengembangkan interactive notebook yang dirancang sebagai ruang kolaborasi antara manusia dan AI Agent. CEO SiftD.ai, Steve Zhang, sebelumnya merupakan Chief Scientist di Splunk dan pencipta Search Processing Language yang menjadi standar industri.

Databricks mengonfirmasi bahwa seluruh karyawan dari kedua startups tersebut telah bergabung ke dalam perusahaan. Meskipun nilai transaksi tidak disebutkan, Antimatter sebelumnya tercatat telah mengumpulkan pendanaan sebesar US$12 juta (sekitar Rp190 miliar).

Dampak bagi Indonesia

Langkah agresif Databricks ini memiliki implikasi signifikan bagi lanskap teknologi di Indonesia, terutama bagi sektor perbankan, telekomunikasi, dan Fintech yang mulai mengadopsi Generative AI:

  1. Kepatuhan Regulasi PDP: Dengan adanya UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), kehadiran alat seperti Lakewatch dapat membantu perusahaan lokal dalam mengelola Data Center dan Cloud Computing dengan standar keamanan yang lebih ketat.
  2. Efisiensi Keamanan Siber: Penggunaan AI Agent untuk tugas SIEM dapat membantu mengatasi kekurangan talenta Cybersecurity di Indonesia melalui otomatisasi deteksi ancaman.
  3. Investasi Infrastruktur: Pendanaan Databricks sebesar US$5 miliar (sekitar Rp79,5 triliun) menunjukkan keseriusan pemain global untuk mendominasi pasar data, yang kemungkinan akan meningkatkan persaingan penyedia layanan Cloud di pasar domestik.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin