Ad space available
Cursor Akui Model AI Composer 2 Dibangun di Atas Kimi Milik Moonshot
Cursor akhirnya mengakui bahwa model coding terbarunya, Composer 2, menggunakan basis model Kimi 2.5 dari startup China, Moonshot AI. Pengakuan ini memicu diskusi hangat mengenai transparansi di tengah persaingan AI global.

Cursor Akui Model AI Composer 2 Dibangun di Atas Kimi Milik Moonshot
SAN FRANCISCO, (22 Maret 2026)
- Cursor mengonfirmasi bahwa model Composer 2 menggunakan Kimi 2.5, model open-source dari startup China, Moonshot AI, sebagai basis utamanya.
- Sekitar 75% dari total komputasi pelatihan model akhir berasal dari proses internal Cursor (Reinforcement Learning), sementara basis Kimi hanya menyumbang seperempat bagian.
- Penggunaan ini dilakukan melalui kemitraan komersial resmi dengan Fireworks AI, meskipun awalnya tidak disebutkan secara eksplisit dalam pengumuman peluncuran.
Mengutip laporan dari TechCrunch, startup coding AI populer asal Amerika Serikat, Cursor, akhirnya mengakui bahwa model terbarunya yang disebut Composer 2 dibangun di atas fondasi Kimi milik Moonshot AI. Melansir data yang beredar, pengakuan ini muncul setelah seorang pengguna X dengan akun Fynn mengungkap adanya identitas model yang merujuk pada Kimi 2.5 dalam kode Composer 2.
Penemuan ini cukup mengejutkan mengingat Cursor merupakan startup AS dengan pendanaan besar yang baru saja mengumpulkan putaran pendanaan USD 2,3 miliar musim gugur lalu dengan valuasi mencapai USD 29,3 miliar. Selain itu, Cursor dilaporkan telah melampaui pendapatan tahunan (annualized revenue) sebesar USD 2 miliar, namun tidak menyebutkan keterlibatan Moonshot AI dalam pengumuman resminya.
Klarifikasi dari Pihak Cursor
Menanggapi temuan tersebut, Lee Robinson, Vice President of Developer Education di Cursor, memberikan klarifikasi melalui platform X. Ia membenarkan bahwa Composer 2 memang dimulai dari basis open-source. Namun, ia menekankan bahwa mayoritas kecerdasan model tersebut berasal dari pelatihan tambahan yang dilakukan oleh tim Cursor.
"Hanya sekitar 1/4 dari compute yang dihabiskan untuk model akhir berasal dari basis (Kimi), sisanya berasal dari pelatihan kami sendiri," ujar Robinson. Ia juga menambahkan bahwa hasil performa Composer 2 pada berbagai benchmarks sangat berbeda dibandingkan dengan model asli Kimi.
Moonshot AI, perusahaan di balik Kimi yang didukung oleh Alibaba dan HongShan, turut memberikan ucapan selamat kepada Cursor melalui akun resmi mereka. Mereka menyatakan bangga melihat Kimi 2.5 menjadi fondasi yang efektif melalui proses pre-training berkelanjutan dan high-compute Reinforcement Learning (RL) yang dilakukan Cursor.
Dampak bagi Indonesia
Fenomena penggunaan basis model asal China oleh startup bernilai miliaran dolar di AS menunjukkan betapa terintegrasinya ekosistem Generative AI global. Bagi pasar dan komunitas teknologi di Indonesia, hal ini membawa beberapa catatan penting:
- Akses Teknologi: Para developer di Indonesia yang berlangganan Cursor Pro (sekitar Rp314.000 atau USD 20 per bulan) kini secara tidak langsung memanfaatkan kecerdasan model LLM terkemuka dari China yang telah dioptimasi untuk kebutuhan profesional.
- Strategi Startup AI Lokal: Kasus ini membuktikan bahwa membangun di atas model open-source yang kuat lebih efisien daripada melatih model dari nol. Startup AI di Indonesia dapat mengadopsi strategi serupa untuk menghadirkan layanan AI Agent yang kompetitif dengan biaya riset yang lebih terkontrol.
- Transparansi dan Kedaulatan Data: Mengingat adanya persaingan teknologi antara AS dan China, pengembang di Indonesia perlu lebih jeli memperhatikan transparansi asal-usul model yang digunakan, terutama bagi perusahaan yang memiliki kebijakan ketat terkait privasi data kode sumber (source code).
Co-founder Cursor, Aman Sanger, mengakui bahwa tidak menyebutkan basis Kimi sejak awal adalah sebuah kekhilafan. "Kami akan memperbaikinya untuk model berikutnya," pungkasnya.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


