Advertisement

Ad space available

Berita AI

Claude Anthropic Puncaki App Store AS Usai Berselisih dengan Pentagon

Aplikasi chatbot Claude milik Anthropic berhasil menggeser ChatGPT di peringkat pertama App Store AS. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan perusahaan dengan Pentagon terkait batasan etika AI.

Tim Rekayasa AI
Penulis
1 Maret 2026
4 min read
#Anthropic#Claude#AI#App Store#Pentagon
Claude Anthropic Puncaki App Store AS Usai Berselisih dengan Pentagon

Claude Anthropic Puncaki App Store AS Usai Berselisih dengan Pentagon

SAN FRANCISCO, (1 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Claude berhasil mencapai peringkat #1 di kategori aplikasi gratis App Store AS, melampaui ChatGPT milik OpenAI.
  • Lonjakan popularitas dipicu oleh sorotan publik terhadap negosiasi Anthropic yang tegang dengan Pentagon terkait kebijakan penggunaan AI untuk militer.
  • Anthropic melaporkan rekor pendaftaran harian baru dengan pertumbuhan pengguna berbayar yang meningkat dua kali lipat tahun ini.

Melansir laporan dari TechCrunch dan data yang pertama kali diungkap oleh CNBC, chatbot milik Anthropic, Claude, secara mengejutkan meroket ke posisi puncak peringkat aplikasi gratis di Apple App Store Amerika Serikat. Pada Sabtu malam, Claude berhasil menggeser dominasi ChatGPT untuk mengklaim posisi nomor satu, sebuah pencapaian yang terus bertahan hingga Minggu pagi.

Berdasarkan data dari SensorTower, posisi Claude pada akhir Januari lalu bahkan berada di luar peringkat 100 besar. Namun, sepanjang Februari, aplikasi ini mulai stabil di posisi 20 besar sebelum akhirnya mengalami kenaikan drastis dalam beberapa hari terakhir—melonjak dari posisi keenam pada hari Rabu, posisi keempat pada Kamis, hingga mencapai posisi pertama pada hari Sabtu.

Ketegangan dengan Pentagon

Kenaikan popularitas ini diduga kuat merupakan efek dari perhatian publik terhadap sikap tegas Anthropic dalam negosiasi dengan Departemen Pertahanan AS. Mengutip sumber internal, Anthropic berupaya menegosiasikan safeguards untuk mencegah penggunaan model AI miliknya dalam sistem surveillance domestik massal atau autonomous weapons (senjata otonom penuh).

Sebagai respons, Presiden Donald Trump menginstruksikan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan semua produk Anthropic. Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah ditetapkan sebagai ancaman supply-chain bagi keamanan nasional.

Di sisi lain, pesaing utamanya, OpenAI, justru mengumumkan kesepakatan baru dengan Pentagon. CEO Sam Altman mengklaim bahwa kerja sama tersebut tetap mencakup batasan teknis terkait pengawasan domestik dan penggunaan senjata otonom.

Pertumbuhan Pengguna yang Eksponensial

Seorang juru bicara Anthropic menyatakan bahwa angka pendaftaran harian telah memecahkan rekor sepanjang masa setiap harinya dalam minggu ini. Jumlah pengguna gratis telah meningkat lebih dari 60% sejak Januari, sementara jumlah pelanggan berbayar (Claude Pro) telah meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2026.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebijakan perusahaan yang mengutamakan keamanan AI dan etika justru menarik simpati dan minat besar dari pengguna ritel, meskipun harus menghadapi tekanan dari pemerintah federal.

Dampak bagi Indonesia

Fenomena populernya Claude di tingkat global diprediksi akan mempercepat adopsi Generative AI di kalangan profesional dan pengembang di Indonesia. Meskipun pusat data atau Data Center utama masih berada di luar negeri, pengguna di Indonesia mulai banyak beralih ke Claude untuk kebutuhan coding dan penulisan kreatif karena kemampuannya dalam memahami konteks yang lebih natural dibandingkan kompetitornya.

Dari sisi ekonomi, biaya berlangganan Claude Pro yang dipatok sekitar $20 (setara Rp315.000 - Rp320.000 per bulan) tetap menjadi pilihan kompetitif bagi pelaku Fintech dan startup lokal yang membutuhkan AI Agent dengan tingkat keamanan data yang lebih ketat. Selain itu, debat mengenai etika Cybersecurity dan batasan AI untuk militer di AS ini diprediksi akan memengaruhi regulasi pemanfaatan AI yang sedang digodok oleh pemerintah Indonesia terkait kedaulatan data nasional.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin