Ad space available
China Blokir Akuisisi Meta Atas Startup AI Manus Senilai $2 Miliar
Regulator Tiongkok memerintahkan Meta untuk membatalkan akuisisi startup AI Agent Manus senilai $2 miliar. Langkah ini menjadi hambatan besar bagi ambisi Mark Zuckerberg di sektor AI.

China Blokir Akuisisi Meta Atas Startup AI Manus Senilai $2 Miliar
BEIJING, (27 April 2026)
- Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Tiongkok memveto akuisisi Meta terhadap Manus senilai $2 miliar.
- Para pendiri Manus dilaporkan terkena exit ban (larangan keluar negeri) oleh pemerintah Tiongkok saat peninjauan transaksi.
- Meta telah memindahkan 100 staf Manus ke Singapura, menciptakan kerumitan operasional pasca perintah pembatalan.
Melansir laporan dari TechCrunch, regulator ekonomi utama Tiongkok, National Development and Reform Commission (NDRC), secara resmi memblokir langkah Meta Platforms Inc. untuk mengakuisisi Manus. Manus adalah startup AI Agent yang didirikan oleh sejumlah insinyur asal Tiongkok yang sempat merelokasi kantor pusatnya ke Singapura sebelum diakuisisi oleh Mark Zuckerberg akhir tahun lalu.
Keputusan ini menandai salah satu intervensi lintas batas paling signifikan oleh Beijing, yang melampaui ketegangan AS-Tiongkok dan berdampak langsung pada industri AI global. NDRC memerintahkan kedua belah pihak untuk membatalkan transaksi sepenuhnya tanpa memberikan penjelasan mendetail mengenai alasan keamanan nasional atau teknis di baliknya.
Komplikasi Operasional dan Larangan Keluar Negeri
Situasi ini menjadi sangat rumit karena Meta telah bergerak cepat setelah mengumumkan akuisisi senilai kisaran $2 miliar hingga $3 miliar tersebut pada Desember 2025. Sekitar 100 karyawan Manus dilaporkan telah pindah ke kantor Meta di Singapura sejak Maret 2026. CEO Manus, Xiao Hong, bahkan sudah mulai melapor langsung kepada COO Meta, Javier Olivan.
Namun, mengutip laporan Reuters dan Financial Times, Xiao Hong dan Chief Scientist Yichao Ji dikabarkan dilarang meninggalkan daratan Tiongkok oleh otoritas setempat. Larangan ini mempersulit proses penyatuan teknologi Manus ke dalam ekosistem Generative AI milik Meta.
Manus sendiri awalnya didirikan dengan nama Butterfly Effect di Beijing pada 2022. Meskipun telah memutus hubungan operasional dengan Tiongkok demi memenuhi persyaratan akuisisi, latar belakang pendirinya tetap menarik perhatian ketat dari regulator Tiongkok maupun politisi di Washington.
Dampak bagi Indonesia
Batalnya akuisisi senilai $2 miliar atau sekitar Rp32,4 triliun (asumsi kurs Rp16.200) ini memiliki implikasi bagi lanskap teknologi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia:
- Ketersediaan Fitur AI Agent: Manus diproyeksikan untuk memperkuat Meta AI. Jika integrasi ini gagal atau tertunda, pengguna Instagram, WhatsApp, dan Facebook di Indonesia mungkin tidak akan segera mendapatkan fitur asisten AI otonom yang lebih canggih untuk kebutuhan bisnis dan personal.
- Persaingan Talenta AI di Kawasan: Singapura merupakan hub teknologi bagi perusahaan Indonesia. Ketidakpastian hukum terkait akuisisi startup oleh perusahaan AS di Asia dapat membuat investor dan pendiri startup di Indonesia lebih berhati-hati dalam struktur kepemilikan dan lokasi operasional mereka.
- Preseden Regulasi: Langkah Tiongkok ini menunjukkan bahwa kendali atas teknologi strategis seperti Neural Networks dan Machine Learning semakin ketat, yang mungkin akan mendorong regulator di Indonesia untuk memperkuat pengawasan terhadap akuisisi perusahaan rintisan lokal oleh raksasa teknologi asing demi kedaulatan data.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


