Ad space available
ChatGPT Kini Jadi Asisten Belanja: Dukung Visual Discovery dan Perbandingan
OpenAI memperkenalkan fitur belanja visual di ChatGPT yang memungkinkan pengguna mencari dan membandingkan produk secara instan. Fitur ini didukung oleh Agentic Commerce Protocol untuk integrasi merchant yang lebih luas.

ChatGPT Transformasi Jadi Asisten Belanja Personal dengan Fitur Visual Discovery
SAN FRANCISCO, (24 Maret 2026)
- ChatGPT meluncurkan fitur Product Discovery visual yang memungkinkan pengguna mencari, memfilter, dan membandingkan produk melalui percakapan.
- Pembaruan ini ditenagai oleh Agentic Commerce Protocol (ACP), menghubungkan ChatGPT dengan katalog merchant besar seperti Shopify, Target, dan Walmart.
- OpenAI mengalihkan fokus dari Instant Checkout ke pengalaman eksplorasi produk untuk memberikan kontrol lebih besar bagi brand dan pengguna.
Melansir laporan terbaru dari OpenAI, ChatGPT kini berevolusi dari sekadar chatbot menjadi asisten belanja yang imersif. Platform ini memperkenalkan cara baru bagi pengguna untuk melakukan Product Discovery, membandingkan spesifikasi secara side-by-side, dan mendapatkan informasi harga terbaru langsung di dalam antarmuka chat.
Selama ini, belanja daring sering kali melibatkan proses berpindah antar tab dan membaca daftar "terbaik" yang berulang. ChatGPT mencoba memangkas proses tersebut dengan memungkinkan pengguna mendeskripsikan apa yang mereka cari, mengunggah foto sebagai inspirasi, dan menyempurnakan hasil pencarian melalui diskusi natural.
Kekuatan Agentic Commerce Protocol (ACP)
Di balik layar, fitur ini didorong oleh ekspansi Agentic Commerce Protocol (ACP). Protokol ini berfungsi sebagai lapisan penghubung antara AI Agent dan ekosistem perdagangan. Dengan ACP, data produk dari retailer tersaji secara real-time dan relevan di dalam LLM (Large Language Model).
OpenAI telah bekerja sama dengan berbagai penyedia infrastruktur seperti Salesforce dan Stripe agar katalog produk dapat terintegrasi dengan mudah. Untuk merchant di Shopify, data produk mereka secara otomatis terintegrasi ke dalam ChatGPT melalui Shopify Catalog tanpa memerlukan konfigurasi tambahan.
"Jutaan merchant Shopify kini terbuka untuk bisnis di ChatGPT. Ini adalah belanja bertenaga AI dalam skala besar," ujar Mani Fazeli, VP Product di Shopify. Pengguna dapat menyelesaikan transaksi langsung di toko online merchant melalui browser di dalam aplikasi, memastikan identitas brand tetap terjaga.
Integrasi Eksklusif dengan Walmart
Salah satu sorotan utama adalah integrasi mendalam dengan Walmart. Perusahaan ritel raksasa ini memperkenalkan aplikasi di dalam ChatGPT yang memungkinkan sinkronisasi akun, program loyalitas, dan sistem pembayaran Walmart. Langkah ini menandai pergeseran menuju Agentic Commerce yang lebih personal dan fungsional.
Daniel Danker, EVP AI Acceleration di Walmart, menyatakan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk membentuk masa depan perdagangan berbasis agen yang menggabungkan keahlian ritel puluhan tahun dengan teknologi Generative AI tercanggih.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran fitur belanja di ChatGPT ini diprediksi akan mengubah perilaku belanja digital di Indonesia secara signifikan:
- Perubahan Perilaku Konsumen: Pengguna internet di Indonesia yang sangat visual (seperti terlihat pada tren Live Shopping) akan sangat terbantu dengan fitur perbandingan produk side-by-side. Alih-alih mencari manual di marketplace, mereka akan menggunakan ChatGPT untuk membandingkan spesifikasi HP atau laptop sebelum membeli.
- Konversi Kurs dan Harga: Untuk saat ini, sebagian besar integrasi awal berasal dari retailer global. Pengguna di Indonesia harus memperhatikan konversi mata uang. Sebagai contoh, produk seharga $100 akan ditampilkan sekitar Rp1.570.000 (asumsi kurs Rp15.700) belum termasuk pajak impor dan ongkos kirim internasional.
- Adopsi oleh Player Lokal: Keberhasilan integrasi ACP oleh Shopify dan Walmart kemungkinan besar akan memicu e-commerce lokal seperti Tokopedia, Shopee, atau Blibli untuk mengadopsi protokol serupa atau mengembangkan AI Agent belanja mereka sendiri demi mempertahankan pangsa pasar di Indonesia.
- Kesiapan Regulasi: Integrasi akun dan data loyalitas (seperti pada kasus Walmart) akan bersinggungan dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia, menuntut OpenAI dan mitra ritelnya untuk memastikan Data Center dan pemrosesan data sesuai dengan aturan lokal.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


