Ad space available
ChatGPT Images 2.0 Populer di India & Indonesia, OpenAI Ungkap Tren Baru
ChatGPT Images 2.0 mencatat lonjakan unduhan hingga 79% di pasar berkembang seperti Indonesia dan Pakistan sejak peluncurannya. Model baru ini menawarkan keunggulan dalam perenderan teks multibahasa dan visual personal yang detail.

ChatGPT Images 2.0 Populer di India & Indonesia, OpenAI Ungkap Tren Baru
NEW DELHI, (30 April 2026)
- India menjadi pasar terbesar ChatGPT Images 2.0 dengan 5 juta unduhan di minggu pertama, melampaui pasar Amerika Serikat.
- Indonesia bersama Pakistan dan Vietnam mencatat lonjakan unduhan aplikasi hingga 79% secara mingguan (week-over-week).
- Pembaruan ini fokus pada akurasi teks multibahasa dan kemampuan menghasilkan variasi visual kompleks dari satu prompt.
India muncul sebagai basis pengguna terbesar untuk ChatGPT Images 2.0 sejak peluncurannya pekan lalu, menurut pengumuman resmi dari OpenAI pada Kamis. Melansir laporan dari TechCrunch, meskipun respons pasar global cenderung stabil, terjadi lonjakan tajam di beberapa pasar berkembang tertentu.
ChatGPT Images 2.0, pemutakhiran terbaru dari OpenAI untuk sistem image-generation, dirancang untuk menangani prompt yang lebih kompleks dan menghasilkan visual detail, termasuk teks yang akurat dalam berbagai bahasa. Di India, tren awal menunjukkan bahwa pengguna memanfaatkan alat Generative AI ini untuk menciptakan visual personal seperti avatar, potret bergaya studio, hingga gambar bertema fantasi.
Pertumbuhan Global vs Pasar Berkembang
Data dari Sensor Tower dan Similarweb menunjukkan respons global yang lebih beragam. Unduhan aplikasi ChatGPT naik 11% secara mingguan pasca-peluncuran, namun keterlibatan pengguna (engagement) hanya tumbuh moderat, dengan pengguna aktif harian (daily active users) meningkat sekitar 1%.
Namun, situasi berbeda terjadi di pasar berkembang. Pakistan, Vietnam, dan Indonesia mencatat lonjakan unduhan aplikasi hingga 79% secara mingguan selama periode peluncuran. Di India sendiri, ChatGPT diunduh sekitar 5 juta kali dalam seminggu, dibandingkan dengan sekitar 2 juta unduhan di Amerika Serikat.
OpenAI juga menekankan peningkatan pada kemampuan perenderan teks non-Latin, termasuk bahasa Hindi dan Bengali. Selain itu, fitur "berpikir" baru memungkinkan model untuk menyempurnakan output dan menghasilkan berbagai variasi dari satu prompt tunggal tanpa harus mengulang instruksi dari awal.
Dampak bagi Indonesia
Lonjakan unduhan hingga 79% di Indonesia menunjukkan bahwa pengguna lokal sangat adaptif terhadap teknologi Generative AI terbaru untuk ekspresi kreatif. Dengan biaya langganan ChatGPT Plus sebesar USD 20 atau sekitar Rp325.000 per bulan, pengguna di Indonesia kini mendapatkan akses ke alat yang lebih mumpuni untuk pembuatan moodboard, restorasi foto lama, hingga konten media sosial sinematik.
Peningkatan dukungan teks multibahasa juga membuka peluang besar bagi kreator konten lokal. ChatGPT Images 2.0 kini mampu menyematkan teks berbahasa Indonesia dengan tipografi yang lebih presisi pada gambar, meminimalisir kesalahan ejaan yang sering terjadi pada model AI generasi sebelumnya.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


