Ad space available
ChatGPT Images 2.0 Dirilis: Kini Bisa Render Teks Gambar dengan Akurat
OpenAI meluncurkan ChatGPT Images 2.0 yang membawa peningkatan drastis dalam merender teks di dalam gambar secara presisi. Model baru ini juga mendukung pembuatan komik multi-panel dan bahasa non-Latin.

ChatGPT Images 2.0 Dirilis: Kini Bisa Render Teks Gambar dengan Akurat
SAN FRANCISCO, (21 APRIL 2026)
- ChatGPT Images 2.0 mampu menghasilkan teks dalam gambar dengan ejaan sempurna, memperbaiki masalah kronis pada model image-generation sebelumnya.
- Model ini dilengkapi dengan "thinking capabilities" yang memungkinkannya melakukan riset web dan memverifikasi detail visual secara mandiri.
- OpenAI memperluas dukungan teks untuk bahasa non-Latin seperti Hindi, Bengali, Korea, dan Jepang dengan resolusi hingga 2K.
Mengutip laporan dari TechCrunch, OpenAI secara resmi meluncurkan ChatGPT Images 2.0, model image-generation terbaru yang menunjukkan betapa pesatnya evolusi kemampuan AI dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya model AI sering kali gagal mengeja kata-kata sederhana dalam gambar, versi terbaru ini diklaim mampu menghasilkan teks yang sangat akurat.
Amanda Silberling dalam laporannya menyoroti perbedaan kontras antara model lama dengan versi baru ini. Dua tahun lalu, Generative AI masih sering menciptakan istilah kuliner aneh seperti "enchuita" atau "margartas" saat diminta membuat menu restoran. Kini, ChatGPT Images 2.0 mampu menciptakan menu profesional yang siap digunakan oleh bisnis tanpa terlihat seperti buatan mesin.
Pergeseran Teknologi dari Diffusion Models
Secara historis, alat pembuat gambar AI sulit mengeja karena menggunakan diffusion models yang bekerja dengan merekonstruksi gambar dari noise. Namun, para peneliti mulai mengeksplorasi mekanisme lain seperti autoregressive models yang berfungsi lebih mirip dengan LLM (Large Language Model) dalam memprediksi elemen gambar.
Meski OpenAI menolak memberikan rincian teknis spesifik mengenai arsitektur di balik model ini, mereka mengonfirmasi bahwa ChatGPT Images 2.0 memiliki "thinking capabilities". Fitur ini memungkinkan AI untuk mencari informasi di web, membuat beberapa variasi gambar dari satu prompt, dan melakukan pengecekan ulang terhadap hasil karyanya. Kemampuan ini mempermudah pembuatan aset pemasaran dalam berbagai ukuran hingga strip komik multi-panel.
Aksesibilitas dan API
OpenAI menyatakan bahwa model ini memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap rendering teks non-Latin. Namun, perlu dicatat bahwa basis pengetahuan model ini memiliki batas waktu (knowledge cutoff) hingga Desember 2025, yang mungkin memengaruhi akurasi untuk konten terkait berita yang sangat baru.
ChatGPT Images 2.0 sudah tersedia mulai Selasa ini untuk seluruh pengguna ChatGPT dan Codex. Pengguna berbayar akan mendapatkan akses ke output yang lebih canggih. Selain itu, OpenAI juga menyediakan API gpt-image-2 dengan struktur harga yang bergantung pada kualitas dan resolution gambar yang dihasilkan.
Dampak bagi Indonesia
Peluncuran ChatGPT Images 2.0 membawa peluang besar bagi ekosistem digital di Indonesia, khususnya bagi pelaku UMKM dan industri kreatif:
- Efisiensi Biaya Produksi Visual: UMKM di Indonesia kini bisa memproduksi materi promosi, spanduk, hingga menu makanan dengan teks Bahasa Indonesia yang akurat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perangkat lunak desain yang kompleks.
- Lokalisasi Konten: Dengan dukungan teks non-Latin yang lebih baik, ada harapan besar bahwa di masa depan model ini dapat mendukung aksara daerah Indonesia secara lebih presisi.
- Pertimbangan Biaya API: Bagi pengembang lokal, penggunaan API gpt-image-2 akan sangat bergantung pada fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD. Jika diasumsikan harga per gambar berkualitas tinggi berkisar antara $0.04 - $0.08, maka biaya per generate mencapai sekitar Rp650 hingga Rp1.300 per gambar.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


