Ad space available
CEO Vercel Isyaratkan Kesiapan IPO di Tengah Lonjakan Pendapatan AI Agent
Vercel mencatat lonjakan pendapatan tahunan hingga $340 juta yang didorong oleh adopsi AI Agent. CEO Guillermo Rauch mengonfirmasi kesiapan perusahaan untuk melantai di bursa.

CEO Vercel Isyaratkan Kesiapan IPO di Tengah Lonjakan Pendapatan AI Agent
SAN FRANCISCO, (13 April 2026)
- Pendapatan berulang tahunan (ARR) Vercel melonjak dari $100 juta di awal 2024 menjadi $340 juta pada Februari 2026.
- Sebanyak 30% aplikasi yang berjalan di platform Vercel kini dideploy oleh AI Agent, bukan lagi sepenuhnya oleh manusia.
- CEO Guillermo Rauch menyatakan Vercel telah beroperasi dengan disiplin perusahaan publik dan siap melakukan IPO.
Di saat banyak startup yang didirikan sebelum era ChatGPT berjuang untuk beradaptasi, Vercel justru memanen hasil dari ledakan aplikasi dan AI Agent. Melansir laporan dari TechCrunch, CEO Vercel Guillermo Rauch memberikan sinyal kuat mengenai kesiapan perusahaannya untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dalam konferensi HumanX di San Francisco pekan lalu.
"Ketika saya mendirikan perusahaan ini, hanya puluhan juta orang yang bisa melakukan deployment. Sekarang, kita melihat semua orang di dunia bisa membuat aplikasi," ujar Rauch. Fenomena pembuatan aplikasi oleh non-developer ini menjadi pendorong utama bisnis Vercel. Pendapatan berulang tahunan (ARR) perusahaan meroket dari $100 juta pada awal 2024 menjadi $340 juta pada akhir Februari 2026.
Kesiapan Melantai di Bursa
Melihat pertumbuhan yang agresif tersebut, Rauch menyatakan bahwa Vercel saat ini sudah beroperasi dengan disiplin layaknya perusahaan publik. Terkait jadwal pasti IPO, ia belum bisa memberikan kuartal yang spesifik. "Perusahaan sudah siap dan semakin siap setiap harinya," tegasnya.
Tahun 2026 awalnya diprediksi menjadi tahun yang kuat untuk listing baru, namun volatilitas di sektor software yang dipicu oleh kekhawatiran disrupsi AI sempat membekukan pipa IPO. Saat ini, pasar tengah menanti langkah besar dari perusahaan raksasa seperti SpaceX, Anthropic, dan OpenAI untuk membuka kembali jendela IPO bagi sektor teknologi.
Masa Depan Infrastruktur Berbasis AI Agent
Vercel bertaruh bahwa seiring dengan semakin banyaknya aplikasi yang dibuat oleh AI Agent ketimbang manusia, platform mereka akan menjadi tempat utama untuk hosting seluruh hasil pengembangan tersebut. Rauch mengungkapkan bahwa 30% aplikasi yang berjalan di Vercel saat ini berasal dari AI Agent.
Ia meyakini bahwa AI Agent akan mempercepat produksi software karena mempermudah pembuatan solusi kustom dibandingkan membeli software yang sudah ada. Vercel juga terus memperkuat ekosistemnya dengan alat seperti v0, sebuah vibe coding tool yang memungkinkan pembuatan situs web dan aplikasi secara instan.
Dampak bagi Indonesia
Kesiapan Vercel untuk IPO memiliki dampak signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia:
- Valuasi dan Standar Industri: Dengan valuasi terakhir mencapai $9,3 miliar (sekitar Rp148 triliun), Vercel menetapkan standar tinggi bagi penyedia infrastruktur Cloud Computing. Startup Indonesia yang mengandalkan framework Next.js kini memiliki kepastian bahwa penyedia layanan mereka memiliki stabilitas finansial yang kuat.
- Adopsi AI Agent di Developer Lokal: Angka 30% aplikasi yang dibuat oleh AI Agent menunjukkan tren global yang mulai diadopsi oleh developer di Indonesia. Penggunaan alat seperti v0 untuk vibe coding dapat mempercepat transformasi digital di UMKM Indonesia yang sebelumnya terkendala biaya pengembangan software yang tinggi.
- Efisiensi Biaya Infrastruktur: Dengan semakin matangnya platform Vercel, startup lokal dapat mengurangi ketergantungan pada manajemen infrastruktur yang kompleks dan lebih fokus pada inovasi produk berbasis Generative AI.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


