Ad space available
CEO ASML Christophe Fouquet: Tak Ada Pesaing yang Mampu Kejar Kami
CEO ASML Christophe Fouquet menegaskan dominasi perusahaannya dalam industri semikonduktor global di tengah lonjakan permintaan chip AI. Meskipun muncul pesaing baru dan isu dari China, Fouquet optimis posisi ASML tetap tak tergoyahkan.

CEO ASML Christophe Fouquet: Tak Ada Pesaing yang Mampu Kejar Kami
BEVERLY HILLS, (5 Mei 2026)
- ASML memegang monopoli global pada mesin EUV (Extreme Ultraviolet Lithography) yang krusial untuk memproduksi chip AI paling canggih di dunia.
- CEO Christophe Fouquet membantah klaim reverse-engineering oleh China, menegaskan bahwa mesin EUV tidak pernah diekspor ke negara tersebut.
- Kelangkaan pasokan chip diprediksi akan terus berlanjut selama 3 hingga 5 tahun ke depan karena tingginya permintaan dari raksasa teknologi (Hyperscalers).
Setiap kali Anda menggunakan AI, secara tidak langsung Anda bergantung pada perusahaan asal Belanda berusia 42 tahun dengan 44.000 karyawan yang mengalokasikan €4,5 miliar setiap tahun demi memajukan teknologinya. Mengutip laporan dari TechCrunch, ASML adalah produsen tunggal mesin yang memungkinkan pembuatan chip AI paling mutakhir melalui proses yang disebut Extreme Ultraviolet Lithography (EUV).
Melansir data industri Semiconductor, mesin-mesin ini memiliki ukuran sebesar bus sekolah, membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dirakit, melibatkan ratusan pemasok, dan dibanderol dengan harga fantastis antara $200 juta hingga lebih dari $400 juta (sekitar Rp6,4 triliun) per unit. Monopoli ini menjadikan ASML perusahaan paling berharga di Eropa dengan valuasi lebih dari $530 miliar.
Dalam wawancara di Beverly Hills menjelang Milken Institute Global Conference, CEO ASML Christophe Fouquet tampak santai menanggapi kemunculan para pesaing. Salah satunya adalah Substrate, startup asal San Francisco yang didukung Peter Thiel, yang mengklaim dapat membangun mesin litografi tandingan.
"Ingin memiliki dan benar-benar memilikinya adalah dua hal yang sangat berbeda," ujar Fouquet. Ia menjelaskan bahwa litografi bukan sekadar membuat gambar, tetapi memproduksinya dalam jumlah besar dengan biaya rendah, kecepatan tinggi, dan akurasi nanometer. "Kami butuh 20 tahun hanya untuk memecahkan satu masalah, yaitu mendapatkan cahaya EUV. Memulainya dari nol adalah tantangan yang sangat besar."
Fouquet juga menepis laporan bahwa mantan insinyur ASML di China telah melakukan reverse-engineering pada teknologi mereka. "Tidak ada mesin EUV di China. Kami tidak pernah mengirimkan alat tersebut ke sana. Tim kami di China berada di sisi lain dari garis pemisah akses teknologi yang sangat ketat," tegasnya.
Terkait kontrol ekspor, Fouquet setuju dengan pandangan Jensen Huang (CEO Nvidia) bahwa perusahaan harus tetap berbisnis secara global namun menjaga jarak generasi teknologi. Saat ini, ASML mengirimkan mesin ke China yang teknologinya pertama kali dirilis pada 2015, menciptakan celah beberapa generasi dibandingkan teknologi High-NA EUV terbaru.
Dampak bagi Indonesia
Dominasi ASML dan keterbatasan pasokan chip AI global memiliki dampak signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia:
- Harga Perangkat Keras: Kelangkaan chip yang diprediksi berlangsung hingga 5 tahun ke depan akan menjaga harga perangkat konsumen seperti laptop dengan Neural Networks dan smartphone Generative AI tetap tinggi di pasar lokal.
- Ekspansi Data Center: Rencana pembangunan Data Center besar di wilayah seperti Batam dan Jakarta mungkin mengalami kendala waktu pengadaan infrastruktur GPU dan akselerator AI karena antrean panjang pelanggan global ASML.
- Investasi Teknologi: Tingginya biaya teknologi Semiconductor (mencapai Rp6,4 triliun per mesin) menunjukkan hambatan masuk yang sangat besar bagi Indonesia jika ingin masuk ke industri manufaktur chip tingkat lanjut, sehingga fokus pada desain chip atau pengembangan LLM lokal menjadi alternatif yang lebih realistis.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


