Ad space available
Cara Pakai AI Agent Google Search untuk Pantau Topik Otomatis 24 Jam
Google memperkenalkan Information Agents berbasis AI yang mampu memantau topik secara mandiri di latar belakang dan memberikan pembaruan proaktif. Fitur ini menandai pergeseran Search menuju sistem Agentic AI yang lebih otonom.

Cara Pakai AI Agent Google Search untuk Pantau Topik Otomatis 24 Jam
MOUNTAIN VIEW, (20 Mei 2026)
- Google meluncurkan Information Agents yang bekerja 24/7 di latar belakang untuk memantau topik tertentu tanpa perlu pencarian manual berulang.
- Berbeda dari notifikasi biasa, AI Agent ini mampu menyintesis informasi dari berbagai sumber dan memberikan analisis mendalam serta saran tindakan.
- Fitur ini mulai tersedia musim panas ini untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat sebelum diperluas ke pasar global.
Pada keynote Google I/O 2026, raksasa teknologi Google mengungkap kapabilitas agentic baru di dalam Search. Mengutip laporan dari TechCrunch, pengguna kini dapat membuat, mempersonalisasi, dan mengelola beberapa AI Agent sekaligus untuk tetap mendapatkan informasi terbaru mengenai topik yang diminati.
Pengumuman ini merupakan bagian dari dorongan besar Google menuju sistem Agentic AI yang dapat mengambil inisiatif dan membantu tugas-tugas berkelanjutan, alih-alih sekadar menjawab satu pertanyaan dalam satu waktu.
Melampaui Google Alerts Tradisional
Melansir data teknis yang dipaparkan, berbeda dengan alat pencarian tradisional yang hanya merespons saat dipicu (prompt), Information Agents milik Google dirancang untuk beroperasi terus-menerus di latar belakang selama 24/7. Ini membantu pengguna tetap terinformasi tanpa harus melakukan pencarian berulang setiap hari untuk informasi yang sama.
Alih-alih hanya memberikan daftar tautan, AI Agent ini dapat menyintesis informasi dari berbagai sumber, menjelaskan mengapa suatu hal penting, membandingkan berbagai perspektif, dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Ini adalah evolusi dari Google Alerts yang diluncurkan tahun 2003, namun dengan kecerdasan yang jauh lebih tinggi.
Sebagai contoh, investor saham dapat membuat Information Agent yang fokus pada perusahaan spesifik atau tren ekonomi. Agent tersebut akan memantau aktivitas pasar sepanjang hari, merangkum laporan pendapatan (earnings reports), serta memberikan notifikasi saat terjadi perubahan besar.
Cara Menggunakan Information Agents
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup membuka AI Mode di dalam Search dan memasukkan prompt khusus.
Misalnya: “Terus berikan saya pembaruan tentang tiket bioskop terdekat untuk film ‘The Mandalorian and Grogu’.” Saat ada informasi relevan muncul, aplikasi Google akan mengirimkan push notification. Pengguna juga bisa melihat riwayat topik yang dipantau melalui AI Mode untuk mengelola, memperhalus, atau mematikan pantauan tersebut.
Selain untuk hiburan, fitur ini sangat berguna untuk melacak harga tiket pesawat, memantau tren pasar kerja, hingga mengikuti perkembangan berita terkini secara real-time.
Ketersediaan dan Redesain Search
Information Agents akan mulai tersedia pada musim panas ini. Google awalnya meluncurkan fitur ini bagi pelanggan Google AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat, baru kemudian ke pasar tambahan di masa mendatang.
Bersamaan dengan itu, Google juga memperkenalkan desain ulang besar-besaran pada Search, termasuk "intelligent search box" yang diklaim sebagai perubahan terbesar dalam 25 tahun terakhir. Antarmuka baru ini dioptimalkan untuk kueri yang lebih panjang dan percakapan, didukung oleh sistem saran kueri bertenaga AI yang lebih kontekstual dibandingkan autocomplete tradisional.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran AI Agent di Search akan sangat memengaruhi perilaku pengguna internet di Indonesia, terutama bagi mereka yang aktif di sektor finansial dan gaya hidup. Pelanggan di Indonesia kemungkinan besar harus berlangganan paket Google AI Pro yang diperkirakan akan dibanderol di kisaran Rp300.000 hingga Rp450.000 per bulan jika mengacu pada standar harga global.
Bagi sektor bisnis lokal, fitur ini dapat dimanfaatkan untuk memantau pergerakan harga komoditas atau tren pasar secara otomatis tanpa perlu tim riset manual yang besar. Namun, ketergantungan pada Information Agents juga menuntut pengguna untuk lebih kritis terhadap sintesis informasi yang dihasilkan oleh AI guna menghindari halusinasi data.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


