Advertisement

Ad space available

Berita AI

Bluesky Luncurkan Attie: Aplikasi AI untuk Bangun Custom Feeds Tanpa Coding

Bluesky memperkenalkan Attie, asisten AI yang memungkinkan pengguna merancang algoritma dan custom feeds menggunakan perintah bahasa alami. Aplikasi ini dibangun di atas atproto untuk memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas konsumsi konten mereka.

Tim Rekayasa AI
Penulis
28 Maret 2026
5 min read
#Bluesky#Attie#AI Agent#atproto#Social Media AI
Bluesky Luncurkan Attie: Aplikasi AI untuk Bangun Custom Feeds Tanpa Coding

Bluesky Luncurkan Attie, Aplikasi AI untuk Personalisasi Algoritma dan Custom Feeds

SAN FRANCISCO, (28 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Attie adalah aplikasi AI standalone yang memungkinkan pengguna merancang algoritma media sosial sendiri menggunakan perintah teks sederhana (natural language).
  • Dibangun di atas AT Protocol (atproto), Attie menggunakan teknologi Anthropic Claude untuk memahami preferensi pengguna di seluruh ekosistem Bluesky.
  • Bluesky mengonfirmasi pendanaan baru sebesar $100 juta (sekitar Rp1,58 triliun) dan menegaskan tidak ada rencana integrasi crypto ke dalam platform.

Tim di balik Bluesky baru saja meluncurkan inovasi terbaru mereka yang bukan merupakan media sosial baru, melainkan sebuah AI Agent yang dirancang untuk memberikan kendali algoritma kepada pengguna. Mengutip laporan dari TechCrunch oleh jurnalis Sarah Perez, aplikasi bernama Attie ini memungkinkan pengguna untuk mendesain algoritma mereka sendiri, membuat custom feeds, dan di masa depan, melakukan vibe-code untuk aplikasi mereka sendiri.

Dalam konferensi Atmosphere yang berlangsung akhir pekan ini, Jay Graber (mantan CEO yang kini menjabat sebagai Chief Innovation Officer) dan Paul Frazee (CTO Bluesky) mempresentasikan Attie untuk pertama kalinya. Aplikasi ini beroperasi sebagai produk terpisah dari aplikasi utama Bluesky dan menggunakan model bahasa besar dari Anthropic, Claude, untuk menciptakan pengalaman sosial yang agentic di atas AT Protocol (atproto).

Kendali Algoritma di Tangan Pengguna

Interim CEO Bluesky, Toni Schneider, menjelaskan bahwa Attie memungkinkan siapa saja untuk membangun custom feeds hanya dengan mengetik perintah dalam bahasa alami, serupa dengan berinteraksi dengan AI chatbot. Karena ekosistem Bluesky bersifat terbuka melalui atproto, Attie secara otomatis memahami konteks pembicaraan dan minat pengguna berdasarkan data lintas aplikasi.

"Anda mengendalikannya, Anda membentuknya, tanpa harus menulis kode atau tahu cara mengatur feed ini," ujar Schneider. Visi besarnya adalah memungkinkan lebih banyak orang membangun di atas ekosistem "Atmosphere" tanpa hambatan teknis yang berarti.

Jay Graber menambahkan bahwa selama ini platform besar menggunakan AI untuk kepentingan perusahaan sendiri—seperti meningkatkan waktu penggunaan dan memanen data. Sebaliknya, Bluesky ingin AI melayani pengguna. "Protokol terbuka memberikan kekuatan ini langsung ke tangan pengguna. Anda bisa menggunakannya untuk menemukan sinyal di tengah kebisingan (signal in the noise)," tegas Graber.

Stabilitas Finansial dan Masa Depan Tanpa Crypto

Peluncuran Attie menyusul pengumuman bahwa Bluesky telah mengantongi pendanaan Series B sebesar $100 juta (setara Rp1,58 triliun) yang ditutup tahun lalu. Dengan dana tersebut, Bluesky mengklaim memiliki runway lebih dari tiga tahun untuk mengembangkan fitur privasi dan mencari metode monetisasi yang berkelanjutan.

Menariknya, Schneider menegaskan bahwa Bluesky tidak akan melakukan integrasi crypto, meskipun didukung oleh beberapa investor dari sektor tersebut. Sebagai gantinya, perusahaan sedang mempertimbangkan model langganan (subscriptions) dan layanan hosting untuk komunitas yang ingin menjalankan node mereka sendiri di dalam protokol.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran Attie memiliki signifikansi besar bagi basis pengguna Bluesky di Indonesia yang terus tumbuh, terutama bagi mereka yang mencari alternatif dari platform X. Berikut beberapa dampaknya:

  1. Demokratisasi Algoritma: Pengguna di Indonesia, termasuk komunitas kreatif dan fandom yang masif, kini bisa membuat feed khusus (misalnya: hanya konten seni lokal atau berita komunitas tertentu) tanpa ketergantungan pada algoritma pusat yang sering kali bias.
  2. Tanpa Barrier Coding: Dengan kemampuan natural language, kreator konten lokal tidak perlu mempelajari bahasa pemrograman rumit untuk membangun kurasi konten yang unik bagi komunitas mereka.
  3. Keamanan dari Spekulasi Crypto: Ketegasan Bluesky untuk tidak mengintegrasikan fitur pembayaran crypto memberikan rasa aman bagi pengguna di Indonesia yang sering kali khawatir akan maraknya crypto scams di platform media sosial terdesentralisasi.
  4. Konteks Nilai Ekonomi: Investasi $100 juta (Rp1,58 triliun) menunjukkan stabilitas platform jangka panjang, memastikan bahwa waktu yang diinvestasikan pengguna Indonesia untuk membangun jaringan di Bluesky tidak akan sia-sia karena kegagalan infrastruktur.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin