Ad space available
Beli Rumah Mewah di Bay Area Kini Bisa Pakai Equity Anthropic
Seorang banker investasi menawarkan properti seluas 13 hektar di Mill Valley untuk ditukar dengan saham Anthropic. Langkah unik ini diambil sebagai strategi diversifikasi portofolio dari aset real estate ke sektor AI.

Beli Rumah Mewah di Bay Area Kini Bisa Pakai Equity Anthropic
SAN FRANCISCO, (26 April 2026)
- Properti seluas 13 hektar di Mill Valley ditawarkan untuk ditukar langsung dengan Equity di perusahaan AI ternama, Anthropic.
- Pemilik properti, Storm Duncan, menyebut langkah ini sebagai strategi diversifikasi karena ia merasa terlalu fokus pada aset real estate dan kekurangan eksposur di sektor AI.
- Kesepakatan ini bersifat privat dan memungkinkan pembeli tetap memegang 20% dari potensi kenaikan nilai saham selama lockup period.
Mengutip laporan dari TechCrunch, sebuah fenomena unik terjadi di pasar properti elit kawasan Bay Area. Seorang banker investasi, Storm Duncan, secara terbuka menawarkan rumahnya yang berdiri di atas lahan seluas 13 hektar di Mill Valley, tepat di utara San Francisco, untuk ditukar dengan Equity Anthropic.
Melansir data dari The San Francisco Standard, Duncan mendeskripsikan penawaran ini sebagai langkah diversifikasi investasi. Ia merasa saat ini posisinya terlalu berat pada aset real estate (over-concentrated) dan kekurangan investasi di sektor AI (under-concentrated) jika dibandingkan dengan potensi besar teknologi tersebut di masa depan. Menurutnya, karyawan muda di Anthropic mungkin berada dalam situasi sebaliknya—memiliki banyak saham namun belum memiliki properti fisik yang substansial.
Struktur Transaksi yang Unik
Duncan telah membuat halaman LinkedIn khusus untuk mempromosikan properti di 114 Inez Place tersebut. Ia menyatakan bahwa transaksi ini akan dilakukan secara privat dan tidak mengharuskan pembeli untuk menjual saham mereka secara langsung di pasar sekunder.
Hal yang menarik, Duncan menawarkan syarat di mana pembeli rumah masih dapat mempertahankan 20% dari upside value atau potensi kenaikan harga saham yang ditukarkan selama masa lockup period. Properti ini sendiri dibeli oleh Duncan pada tahun 2019 seharga USD 4,75 juta (sekitar Rp75,5 miliar) dan saat ini sedang disewa oleh seorang tokoh Venture Capital (VC) profil tinggi.
Langkah ini mencerminkan betapa tingginya nilai valuasi perusahaan AI seperti Anthropic di mata investor. Dengan dukungan besar dari raksasa seperti Google dan Amazon, Equity dalam perusahaan Generative AI kini dianggap setara, atau bahkan lebih berharga, daripada aset fisik yang stabil seperti real estate di salah satu lokasi termahal di dunia.
Dampak bagi Indonesia
Fenomena ini menunjukkan tren global di mana Equity di sektor AI telah menjadi mata uang baru dalam transaksi aset bernilai tinggi. Bagi pasar Indonesia, ada beberapa poin penting yang bisa diperhatikan:
- Valuasi Talenta AI: Jika tren ini merambah ke Indonesia, talenta lokal yang bekerja di Startups AI global atau Unicorn teknologi tanah air mungkin akan memiliki daya beli properti mewah melalui skema kompensasi berbasis saham (ESOP).
- Instrumen Barter Baru: Meski hukum properti di Indonesia cukup ketat dalam hal metode pembayaran, transaksi non-tunai berbasis aset digital atau saham perusahaan tertutup bisa menjadi tantangan baru bagi regulasi OJK dan sektor perpajakan dalam menilai perolehan aset.
- Investasi Alternatif: Harga properti Duncan yang mencapai Rp75 miliar menunjukkan bahwa nilai perusahaan AI saat ini mampu melampaui stabilitas harga tanah di kawasan premium, memberikan sinyal bagi investor Indonesia untuk mulai melirik sektor Cloud Computing dan Neural Networks sebagai instrumen pelindung nilai (hedge).
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


