Advertisement

Ad space available

Berita AI

Beacon Biosignals Gunakan AI untuk Petakan Otak Manusia Saat Tidur

Beacon Biosignals mengembangkan teknologi headband EEG berbasis AI untuk memantau kesehatan otak secara klinis dari rumah. Teknologi ini bertujuan mendeteksi dini penyakit saraf seperti Alzheimer dan Parkinson.

Tim Rekayasa AI
Penulis
1 Mei 2026
4 min read
#Machine Learning#HealthTech#AI#Neuroscience#MIT
Beacon Biosignals Gunakan AI untuk Petakan Otak Manusia Saat Tidur

Beacon Biosignals Gunakan AI untuk Petakan Otak Manusia Saat Tidur

CAMBRIDGE, (1 Mei 2026)

Key Takeaway
  • Beacon Biosignals menggabungkan perangkat headband EEG ringan dengan algoritma Machine Learning untuk memantau aktivitas otak pasien di rumah secara klinis.
  • Teknologi ini telah mendapatkan izin FDA 510(k) dan digunakan dalam lebih dari 40 Clinical Trial global untuk menangani penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, hingga skizofrenia.
  • Perusahaan sedang membangun Foundation Model otak manusia untuk mendeteksi perubahan arsitektur tidur yang menjadi sinyal awal penurunan kognitif bertahun-tahun sebelum gejala muncul.

Memahami cara kerja otak manusia masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia medis modern. Mengutip laporan dari MIT News, sebuah perusahaan bernama Beacon Biosignals kini tengah melakukan terobosan dengan memetakan aktivitas otak saat seseorang sedang tidur di rumah.

Didirikan oleh alumnus MIT, Jake Donoghue, dan mantan peneliti MIT, Jarrett Revels, Beacon Biosignals mengembangkan headband ringan yang menggunakan teknologi Electroencephalogram (EEG). Melansir data perusahaan, data yang dikumpulkan dari perangkat ini diproses menggunakan algoritma Machine Learning untuk memantau efek pengobatan baru, menemukan tanda-tanda perkembangan penyakit, dan menciptakan kelompok pasien untuk uji coba klinis.

"Ada perubahan besar yang terjadi ketika kita memindahkan pengujian dari laboratorium tidur ke rumah menggunakan EEG kelas klinis," ujar Donoghue, yang menjabat sebagai CEO Beacon. Ia menjelaskan bahwa metode ini mengubah tidur menjadi sumber data berkualitas tinggi yang dapat diskalakan untuk diagnostik dan pengembangan obat.

Membangun Foundation Model Otak

Beacon Biosignals tidak hanya sekadar mengumpulkan data, tetapi juga berupaya menciptakan Foundation Model untuk otak manusia. Melalui kemitraan dengan perusahaan farmasi, perangkat medis yang telah mengantongi izin FDA 510(k) ini telah digunakan dalam berbagai Clinical Trial untuk kondisi seperti gangguan depresi mayor, narcolepsy, Alzheimer, hingga penyakit Parkinson.

Donoghue percaya bahwa kumpulan data ini akan mentransformasi kesehatan otak. Platform mereka mampu mengarakterisasi heterogenitas perkembangan penyakit, menghasilkan wawasan dinamis yang mustahil ditangkap melalui metode statis seperti Genomic Sequencing atau pencitraan (imaging) biasa.

Selama tidur, aktivitas saraf bisa menjadi lebih terstruktur dan intens, menyerupai sebuah bahasa. Hal ini memberikan ruang bagi Machine Learning untuk mengekstrak informasi penting, seperti durasi yang dihabiskan pasien dalam berbagai tahapan tidur serta deteksi perubahan kecil pada struktur tidur yang dapat memicu penurunan kognitif.

Ekspansi Global dan Pendanaan

Pada tahun lalu, Beacon mengakuisisi perusahaan pengujian sleep apnea di rumah yang melayani lebih dari 100.000 pasien di Amerika Serikat. Langkah ini mempercepat akses ke pengujian komprehensif di rumah. Selain itu, pada November lalu, perusahaan berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar 97 juta USD untuk mempercepat ekspansi platform mereka secara global.

Dampak bagi Indonesia

Inovasi dari Beacon Biosignals memiliki relevansi tinggi bagi sektor kesehatan di Indonesia:

  1. Deteksi Dini Penyakit Lansia: Dengan meningkatnya populasi lansia di Indonesia, prevalensi Alzheimer dan Parkinson juga diprediksi naik. Teknologi pemantauan jarak jauh ini bisa menjadi solusi bagi keterbatasan jumlah sleep lab di rumah sakit domestik.
  2. Investasi HealthTech: Nilai pendanaan 97 juta USD (setara Rp1,55 triliun) menunjukkan kepercayaan investor yang besar pada sektor AI HealthTech. Hal ini dapat memicu startup lokal untuk mengembangkan solusi serupa yang disesuaikan dengan profil genetik masyarakat Indonesia.
  3. Transformasi Digital Kemenkes: Teknologi ini sejalan dengan agenda transformasi teknologi kesehatan yang didorong Kementerian Kesehatan RI, terutama dalam pemanfaatan Cloud Computing dan AI untuk rekam medis elektronik yang lebih proaktif.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin