Ad space available
Arm Rilis Chip In-House Pertama Setelah 35 Tahun, Tantang Intel dan AMD
Arm resmi meluncurkan Arm AGI CPU, chip in-house pertama dalam sejarah perusahaan yang dikembangkan bersama Meta. Langkah ini menandai transisi besar Arm menjadi produsen silikon untuk AI Data Center.

Arm Rilis Chip In-House Pertama Setelah 35 Tahun, Tantang Dominasi Intel dan AMD
SAN FRANCISCO, (24 MARET 2026)
- Arm meluncurkan Arm AGI CPU, chip pertama yang diproduksi sendiri setelah 35 tahun fokus pada lisensi desain.
- Produk ini dikembangkan melalui kemitraan dengan Meta sebagai pelanggan pertama untuk kebutuhan inference di AI Data Center.
- Langkah ini menandai pergeseran strategis Arm menjadi pesaing langsung bagi mitra lamanya seperti Intel dan AMD di pasar Hardware.
Perusahaan semikonduktor ternama, Arm Holdings, secara resmi mulai memproduksi chip sendiri setelah hampir 36 tahun beroperasi dengan model bisnis lisensi desain kepada perusahaan seperti Nvidia dan Apple. Mengutip laporan dari TechCrunch yang ditulis oleh Rebecca Szkutak, langkah bersejarah ini diumumkan dalam sebuah acara di San Francisco pada Selasa waktu setempat.
Produk perdana mereka, Arm AGI CPU, merupakan chip siap produksi yang dirancang khusus untuk menjalankan inference di dalam AI Data Center. Perusahaan yang berbasis di Inggris ini mengembangkan chip tersebut menggunakan keluarga IP cores Arm Neoverse melalui kolaborasi erat dengan Meta.
Kolaborasi Strategis dengan Meta dan OpenAI
Melansir data dari pengumuman tersebut, Meta bertindak sebagai pelanggan pertama sekaligus mitra pengembangan Arm AGI CPU. Chip ini dirancang untuk bekerja secara harmonis dengan akselerator training dan inference milik Meta. Selain Meta, Arm juga menggandeng OpenAI, Cerebras, dan Cloudflare sebagai mitra peluncuran.
Transisi Arm menjadi produsen silikon sebenarnya telah diantisipasi sejak lama. Menurut laporan CNBC, pengembangan chip ini sudah dimulai sejak tahun 2023, dan saat ini unit prosesor tersebut sudah tersedia untuk dipesan oleh pelanggan korporasi.
Pergeseran Peta Persaingan Hardware
Keputusan Arm untuk memproduksi CPU sendiri, bukan GPU, menjadi poin krusial. Meskipun GPU sering mendapatkan perhatian lebih karena perannya dalam melatih LLM, CPU tetap menjadi komponen vital dalam rak Data Center.
Arm menekankan bahwa CPU berfungsi sebagai elemen pengatur infrastruktur modern yang mengelola ribuan tugas terdistribusi, mulai dari manajemen memori dan penyimpanan hingga penjadwalan workload. Di tengah kelangkaan CPU global yang sempat dilaporkan oleh Intel dan AMD baru-baru ini, kehadiran Arm AGI CPU memberikan alternatif baru bagi operator Cloud Computing.
Dampak bagi Indonesia
Langkah berani Arm ini diprediksi akan membawa pengaruh signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia:
- Stabilitas Pasokan Data Center: Mengingat Indonesia sedang gencar membangun pusat data (seperti di Cikarang dan Batam), diversifikasi produsen CPU dapat membantu menjaga ketersediaan infrastruktur di tengah isu kelangkaan chip global dari Intel dan AMD.
- Efisiensi Biaya Cloud Computing: Dengan Arm yang kini memproduksi chip end-to-end, penyedia layanan cloud lokal mungkin mendapatkan opsi Hardware dengan efisiensi daya lebih tinggi (khas arsitektur Arm). Hal ini berpotensi menekan biaya operasional yang dapat berdampak pada harga layanan digital yang lebih kompetitif bagi startup lokal.
- Adopsi AI di Perusahaan Lokal: Dengan chip yang dioptimalkan untuk inference AI, perusahaan di Indonesia dapat menjalankan aplikasi Generative AI dan Machine Learning secara lebih efisien di infrastruktur lokal tanpa harus selalu bergantung pada GPU yang mahal dan sulit didapat.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


